
(Part selanjutnya, akan ada beberapa konflik yang akan melanda hubungan Arya dan Sanum, sebelum mereka dan anak-anak nya hidup bahagia.)
Arya melajukan mobilnya menuju perusahaan, dia sudah tidak sabaran untuk bertemu kembali dengan sahabat lamanya Rendi, yang menetap beberapa tahun ini di Dubai.
Arya tidak tahu pasti, alasan utama Rendi menghilang sampai Akirnya menetap di Dubai. yang Arya ingat, dulu Rendi pernah ingin mengenalkan wanita yang sudah menjadi tunangan nya, namun gagal karena Rendi tiba-tiba menghilang setelah scandal nya dengan sahabatnya sendiri Merisca terbongkar.
Arya melangkahkan panjang memasuki lobby, semua menunduk hormat menyapa dan menyambut kedatangan sang predir. Arya masuk menuju lift khusus yang terhubung langsung dengan ruangan kerja nya yang luas dan mewah.
Cekklek.... pintu terbuka, senyuman Arya langsung mengembang begitu melihat sosok sahabat kecilnya yang tengah menikmati Wine sambil membelakangi nya, Rendi nampak fokus menatap luar jendela kaca gedung pencakar langit tersebut. sehingga dia tidak menyadari sama sekali kehadiran Arya, yang sudah berdiri tepat dibelakangnya.
Pluck....Arya menepuk pelan bahu Rendi, sehingga pria tampan itu kaget dan langsung membalikkan badannya.
"Arya." Ucap Rendi bersemangat.
"Apa kabarmu teman?"
Mereka berpelukan sekilas, sambil berjalan menuju sofa yang terdapat ditengah-tengah ruangan kerja Arya.
"Rendi, aku tidak menyangka jika kamu masih ingat untuk kembali lagi keindonesia, setelah sekian tahun menghilang, aku sempat berfikir jika dirimu sudah ditarik dari peredaran." gurau Arya sambil tertawa lepas.
__ADS_1
"Memangnya aku produk perusahaan mu, yang pernah ditarik dan diboikot konsumen, ha...Ha....," balas Rendi.
"Jadi kamu mengetahui permasalahan yang pernah menimpa perusahaan ku dimeksiko.?"
"Arya....apa sih yang aku Ngak tahu, aku mengikuti perkembangan Perusahaan mu, dan aku juga sangat menyayangkan sikap Jeniffer." Ucap Rendi.
"Sudahlah, Jeni sekarang juga sudah mempertanggung jawabkan perbuatannya, meskipun perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar." terang Arya.
"Teman, malam ini temani aku bersenang-senang di club. tempat kita dulu sering menghabiskan waktu." ajak Rendi.
"Ha...Ha...aku tidak menyangka jika kamu masih suka mengunjungi tempat-tempat seperti itu, apa tidak sayang tubuh berharga mu itu?" ledek Arya sambil tertawa.
"Aku hampir lupa tentang wanita pujaan mu itu, dulu kamu begitu bersemangat ingin memperkenalkan wanita mu itu padaku, hingga akhirnya kamu membawa masalah baru dengan Merisca." Ucap Arya.
"Iya, semua ini memang ulah Merisca yang sengaja menjebakku dan mencampur minumanku dengan obat sialan itu," Rendi geram teringat masa-masa itu.
"Kenapa tidak kamu nikahi saja Merisca?"
"Arya, kamu tahu sendiri perempuan seperti apa Merisca? bahkan dia menghalalkan segala cara untuk mencapai Ambisi nya." terang Rendi.
__ADS_1
"Ya aku tahu, dia juga pernah menginginkan ku, tapi aku berhasil mengetahui niat buruk nya sebelum dia menjebakku." terang Arya.
"Sekarang apa tujuanmu kembali keindonesia?"
"Aku ingin mencari wanita yang aku cintai, setelah sekian lama aku berusaha untuk melupakan dan melepaskan bayangan nya dalam hidup ku, namun aku selalu kalah dengan perasaan ku yang sesungguhnya." terang Rendi.
"Aku jadi penasaran, secantik dan sehebat apa sih perempuan mu itu, hingga kamu sampai seperti ini?" goda Arya.
"Yang jelas, Sanu ku sangat cantik. dia sederhana dan apa adanya." gumam Rendi.
"Sanu?"
"Ya, Sanu. merupakan panggilan kesayangan ku untuk nya," Ucap Rendi menerawang.
"Eh... ngomong-ngomong Apakah hatimu yang beku itu, sudah pernah tersentuh wanita.? atau jangan-jangan diumur mu ini belum pernah merasakan nikmatnya sentuhan wanita ha...Ha..." ledek Rendi.
Arya hanya tersenyum menanggapi ucapan rendi, karena dia mersa sekarang adalah pemenangnya, Memiliki wanita yang sangat dicintainya, tiga buah hati dan dua calon anak lagi yang akan segera hadir., benar-benar hasil dan pencapaian yang sangat berharga bagi Arya dalam hidupnya.
"Rendi, jika kamu tahu kenyataan nya. kamu tidak akan mampu lagi menghina dan menyepelekan kemampuan ku," gumam Arya mengulum senyum
__ADS_1