
Sampai di kamar nya, Farrel dengan bangga membuka galeri foto -foto Davina yang sempat diambilnya. namun dia kesal karena setiap foto terdapat wajah Natasya yang ikut pasang gaya. bahkan Natasya seolah-olah ingin terlewatkan sedikit pun dari camera ponsel Farrel.
"Ih... Dasar ne cewek, ikutan juga pasang gaya dan kegeeran lagi" umpat Farrel kesal, dan melempar ponselnya keranjang.
"Aku yakin tuch cewek pasi salah paham, di pikir loe tertarik dan potret dia" ujar Gilang ikut ngakak melihat foto-foto Davina dan Natasha.
"Lo berdua bantu mikir, bagaimana cara untuk aku bisa mendapatkan Davina, dan menjauhkan nya dari cowok kampung yang merupakan asisten nya sekarang. aku heran? atas dasar apa Om Arya mau memperkerjakan cowok seperti Aldo itu." ucap Farrel kesal.
"Mungkin Aldo memiliki sesuatu dalam dir, sehingga dia bisa memperoleh perhatian kedua orang tuanya Davina." ujar Dirga.
"Aku punya ide, dan aku selalu siap membantu mu teman, asalkan jangan lupa ...." Dirga memainkan jemarinya.
"Okey...uangku banyak. lagian aku tidak pernah pelit pada kalian berdua" Ucap Farrel menghempaskan tubuhnya diranjanng dan kembali membuka galeri foto diponsel nya.
Farrel manggut-manggut mendengar ucapan Gilang,
__ADS_1
"Okey aku terima idemu itu, besok aku akan mulai dekatin tuch cewek" ucap Farrel sambil tersenyum penuh misteri.
Paginya Farrel sengaja tebar pesona, sambil tersenyum memasang wajah ramah, menyapa setiap adek kelas yang menatap takjub ketampanan nya. hari ini Farrel akan menjalankan rencana untuk mendekati Natasya yang akan menjadi jembatan untuk mendapatkan Davina.
"Bruukkgg.... Farrel pura,- pura menabrak tubuh Natasya dari belakang, membuat tubuhnya Natasya hampir jatuh, dengan sigap Farrel menangkap tubuhnya.
"Uuuppss,.. maaf aku terlalu buru-buru" ucap Farrel sambil tersenyum manis kearah wajah cantik Natasya yang sudah bersemu merah.
"Ng.... nggak papa kok Farrel" ucap Natasya salah tingkah, Farrel langsung menarik tangan Natasya untuk berdiri secara normal kembali.
"Kita ke kelasnya bareng yuk." menjulurkan tangannya ingin membimbing Natasya.
"Okey" ucap Natasya.
Saat jam istrahat, Natasya curhat pada kedua sahabatnya Davina dan Vita.
__ADS_1
"Duh bahagia nya...gue tuch hari ini senang banget bisa disentuh sama kak Farrel, kalau kayak gini aku mau kok jika ditabrak tubuhnya tiap hari" pikiran mesum mentari tiba-tiba muncul pagi ini. sambil senyum-senyum tidak jelas.
"Natasya aku rasa Farrel itu bukan cowok yang baik, dan kamu harus hati-hati karena aku merasa kamu bakal jadi korban berikutnya dari sifat buaya darat nya" ujar Davina menasehati.
"Kalian berdua salah, Farrel tidak seburuk yang kalian pikirkan." bela Natasya yang kesal dan tidak suka kedua sahabatnya menjelek-jelekkan Farrel.
Sementara Farrel dan kedua sahabatnya, tengah membicarakan Natasya juga dibelakang sekolah yang terdapat pohon-pohon rindang tempat mereka bersantai-santai.
"Yes"
Farrel tertawa senang karena merasa awal yang baik, telah dia mulai di pagi hari ini. karena dia akan menjadikan Natasya alat untuk mendekatkan dirinya dengan Davina akan segera dimulai.
"Kekantin yuk, lapar ni." ucap Gilang menelusuri perutnya.
Mereka berjalan menuju kantin, Farrel sengaja mencari meja tempat sang pujaan hati menikmati makanan nya, namun Farrel kembali menelan kekecewaan saat Davina yang seakan membuang muka melihat kedatangannyan.
__ADS_1