
"Tas... Tasya bangun...eiy bangun dong, aku yakin pasti kamu pura-pura pingsan ya kan?" ucap Farrel menepuk-nepuk pelan pipi Tasya. dia mengira Tasya berpura-pura seperti yang pernah dilakukan Tasya sewaktu mata pelajaran pak Ahmad, Tasya dengan tingkah gilanya bertingkah seperti orang kerasukan sambil tertawa-tawa di tengah-tengah pelajaran yang sangat membosankan.
"Apa gue siram pake air saja ya, seperti yang pernah dilakukan pak Ahmad dulu. Dengan begitu dia akan segera sadar." Gumam Farrel mondar-mandir panik antara percaya jika Tasya pingsan beneran atau hanya sekedar mengerjai nya saja.
Mama Natasha, yang khawatir panggilan telpon nya tidak pernah diangkat anaknya, menghubungi Sinta Mama Farrel. mereka sepakat dan segera menyusul ke apartemen.
Semula, Farrel dan Natasya sengaja tidak mengangkat panggilan orang tua mereka, karena waktu itu sedang terjadi kecelakaan dijalan, dan sekarang Natasya pingsan lagi sehingga Farrel tidak menghiraukan ponselnya tang terus berdering lagi.
"Ayo cepat jeng, aku khawatir anaku Natasya kenapa-napa." menarik tangan mamanya Farrel yang berjalan sedikit lambat. begitu sampai didepan unit Farrel mereka memencet bel, namun tidak ada yang membukakan pintu.
"Aku masih ingat password apartemenku ini, semoga Farrel belum mengganti nya." Sinta menekan password, pintu masuk langsung terbuka.
"Kok sepi ya, mereka pada kemana sih." Sinta dan Mama Natasha langsung menuju kamar yang sedikit terbuka, dengan rasa penasaran mereka membuka pintu kamar tersebut.
"Aaaaawww tidakkk."
"Astaghfirullah..."
Teriak mereka spontan saat melihat Natasya terbaring diam, dan Farrel yang membawa seember air dengan pakaian yang terlihat seperti bikini yang begitu seksi.
__ADS_1
"Byuuuurrr...buryuuuurr," Farrel yang terlonjak kaget, bukanya menyiram Tasya tapi Mama dan Mama mertuanya yang masih syok.
"Farreel....... apa-apaan ini?" teriak Sinta yang sudah basah kuyup. sementara mamanya Natasya langsung menutup dan memalingkan wajahnya, dia sangat malu melihat penampilan menantunya.
"Ampun ma, ini semua tidak seperti yang Mama lihat dan pikirkan. ini....ini... hanya." Farrel bingung menjelaskan sementara kupingnya sudah dijewer keras oleh mamanya.
"Ini hanya apa?" bentaknya lagi.
"Ini hanya kebetulan saja ma."
"Kebetulan, yang sesungguhnya kamu ingin jadi perempuan begitu." berkacak pinggang memarahi Farrel.
"Cepat ganti pakaian mu, bikin malu saja."
"Mama...Mama..." ucap Natasya tersadar dari pingsannya, sambil memijid pelipisnya yang masih terasa sedikit pusing.
"Anakku Natasya, kamu ngak diapa-apain Farrel kan?" segera membawa Natasha kepelukan nya.
Natasya kembali teringat kejadian barusan, dan melirik pakaian nya yang sudah utuh.
__ADS_1
"Apa Mungkin Mama yang sudah menggantikan Pakaian?" Gumam Natasya.
"Sayang, ada apa?"
"Ngak kok ma, aku tadi syok karena Farrel sengaja mengerjai ku dengan penampilan gilanya itu." terang Natasya kesal sambil melirik pakaian nya yang masih berserakan dilantai.
"Farrel memang keterlaluan, dia tidak pernah kapok- kapoknya. kami orang tuanya juga kehabisan akal untuk merubah sikap nakal dan kelakuan buruknya, Natasya sayang....Mama berharap sekali padamu, hanya kamu harapkan ku untuk bisa membantu merubah sikap Farrel. tolong ya nak." bujuk Mama Sinta sambil tersenyum lembut mengelus pelan rambut Natasya.
"Iya ma, Natasya akan coba." membalas senyuman Mama Farrel.
Dikamar mandi, Farrel sangat malu untuk keluar. dia tidak menyangka niat untuk mengerjai Natasya seorang, tapi ujung-ujungnya Mama dan Mama mertuanya sudah ikut menyaksikan kegilaan nya itu. sehingga Farrel benar-benar malu sambil duduk melamun diatas closet.
"Kenapa kesialan demi kesialan belum juga beranjak dari kehidupan ku...apa aku harus mandi kembang tujuh rupa agar kesialan ini berlaku dari hidup ku." mengusap wajahnya kasar dengan ****** Natasya bekas dikenakan nya barusan.
"Aaahhh bau' banget, benda apaan ini." melempar sembarangan.
"Ya kamu benar, kesialanmu akan hilang jika sudah mandi kembang tujuh rupa," Farrel seperti mendengar bisikan, tengkuk nya langsung merinding dan menghambur keluar dari kamar mandi, namun kesialan berlanjut dia menginjak bekas Air yang berserakan dilantai keramik yang licin. air semula digunakan untuk menyiram Natasya.
"Bruuuaggkk.. aduuuuh sakiiit ma." rengek Farrel memegangi pinggang nya. yang sangat sakit.
__ADS_1
"Ha...ha....Ha..... makanya jangan jail Farrel, itu namanya senjata makan tuan." ucap mamanya, semua tertawa lepas melihat muka Farrel yang memerah dan malu, susah payah Farrel bangkit lalu pergi meninggalkan apartemen.
Dia segera menghubungi kedua ajudannya, untuk menyiapkan ramuan tujuh rupa dan mandi untuk membuang kesialan nya.