One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Mencoba jujur


__ADS_3

“Nyonya maaf, apa anda tidak salah? Aku merasa tidak enak hati menerima jumlah gaji yang begitu besar.” Ucap Sasha Sambil memperhatikan jumlah uang yang masih dipegangnya.


“Tidak Sasha, aku sengaja memberikannya  untuk mu, anggaplah sebagai bonus. Karena kamu bekerja sangat baik, sehingga anak ku Rendi sudah banyak menunjukkan  kemajuan dan perubahan sekarang.” Balas Berliana tersenyum ramah.


“Terimakasih Nyonya,” balas Sasha senang, lalu pamit untuk segera pulang.


"Sama-sama Sahsa, hati-hati dijalan ya." balas Berliana sambil memperhatikan punggung gadis itu yang sudah berlalu pergi meninggalkan rumahnya.


“Sebagian uang ini akan aku simpan untuk kebutuhan ku melahirkan nanti, dan sisanya untuk membeli pakaian yang longgar, sehingga perutku ini tidak begitu terlihat.” Gumam Sasha. Yang tidak menyangka begitu cepat waktu berlalu, sehingga tanpa terasa sudah sebulan dia bekerja, hanya mengurus laki-laki yang sering dipanggilnya sebagai gorila kurus.


Suasana sore yang bersahabat, membuat Sasha Memilih berjalan kaki. Sekalian dia ingin membeli susu hamil dan makanan. di supermarket dekat rumahnya. Sahsa mulai memilih-milih pakaian dan berbelanja susu hamil dan bahan makanan, mengingat dia sering terbangun tengah malam dan merasakan lapar.


“Okey, beres semua kebutuhan ku untuk beberapa hari kedepan.” Selesai belanja, Sasha langsung Menuju kontrakan nya, namun dia langsung bersembunyi ketika melihat kedua sahabat nya dulu tiba-tiba melintas dihadapan Sahsa.

__ADS_1


"Ngapain mereka berdua ketempat ini,? tapi syukurlah sepertinya mereka tidak melihat ku." gumam Sasha.


Sahsa melanjutkan perjalanan kembali, sampai dikontrakkan dia langsung masuk kekamar Menganti pakaian yang bisa membuatnya merasa lebih nyaman. Sahsa  merebahkan tubuhnya yang sering gampang lelah dan capek. Meskipun pekerjaan Sasha terbilang mudah, hanya menemani Rendi membantu minum obat dan mengurus keperluan gorila kurus itu.


Dirumahnya, Rendi mendorong kursi roda nya mendekati Berliana yang tengah bersantai dengan suaminya diruang keluarga.


“Sahsa mana mi?” Tanya Rendi, semenjak mengetahui jika Sasha hamil anaknya, Rendi begitu peduli. Bahkan Rendi berusaha untuk mengurus dirinya sendiri, karena tidak ingin Sasha merasa capek.


“Ngak mi, tapi Rendi ingin Sasha mulai besok tinggal dirumah ini bersama kita.” Ucap Rendi yang membuat kaget Mami dan papinya. 


“Untuk apa nak, kalau sore Mami sudah pulang kerja, dan bisa membantu mengurus mu kok.”


“Bukan mi, Cuma Rendi lebih nyaman jika Sasha ada dan tinggal bersama kita.” Rendi masih bingung bagaimana cara menjelaskan pada kedua orang tuanya mengenai hubungan nya dengan Sasha.

__ADS_1


“Nak, apa kamu menyukai Sasha?” tanya Berliana terus terang.


“Entahlah mi.” Rendi terlihat gusar sambil mengusap wajahnya kasar.


“Apa ini ada hubungannya dengan ucapan mu kemaren?” tanya Berliana.


“Ucapan apa mi?”


“Kamu mengatakan jika akan menjadi seorang ayah.” Ucap Berliana teringat kembali percakapan nya dengan Rendi kemaren sore.


Lama Rendi terdiam, dia kelihatan sedang berfikir keras, sambil mendorong kursi roda yang diikuti Mami. Rendi duduk diantara kedua orang tuanya. Sambil Memantapkan hatinya, jika sekarang adalah waktu  yang tepat bagi Rendi, untuk  berterus-terang pada mami dan papi. Rendi juga sudah siap, apapun keputusan kedua orang tuanya nanti.


"Ayolah nak, ceritakan semua pada kami orang tuamu." Ucap Berliana kembali.

__ADS_1


__ADS_2