
"Panas' ne yeeee" ejek Gilang yang diikuti Dirga, saat melihat Davina datang berbarengan dengan Aldo lagi, turun dari mobil yang sama mereka terlihat sangat dekat dan santai tanpa peduli dengan perasaan Farrel saat ini.
Davina melangkah cuek melintasi Farrel, yang masih berdiri mematung, setelah Davina masuk dalam kelas, Farrel menatap kearah dua sahabatnya yang masih nyengir ingin mengejeknya. langsung jitakan keras melayang ketubuh Dirga dan Gilang.
"Aduuuuuh......sakit" Gilang mengusap-usap jidad nya yang terasa perih, begitu juga Dirga.
"Rasain Lo makanya jangan belagu banget" ledek Farrel balik, kearah keduanya yang tidak berani melakukan perlawanan, mengingat mereka yang kere dan hanya mengharapkan traktiran Farrel yang tajir setiap hari nya. kedua orang tua mereka juga bekerja di perusahan Farrel, sehingga mereka bisa bersekolah ditempat yang sama karena jaminan dari ayah Farrel juga.
"Ma....maaf bos, kita berdua ngak sengaja."
Aldo dan Davina semakin dekat tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka berdua. mereka juga sering belajar bareng. Karena Aldo anak pintar dan jenius, dia dengan mudah mengajari Davina. sehingga Arya dan Sanum mersa beruntung dengan kedatangan Aldo, mengingat nilai-nilai Davina juga meningkat, serta kedua adik-adik kembarnya, mereka mengunakan teras taman belakang sebagai tempat berkumpul dan belajar bersama.
__ADS_1
"Ternyata Aldo anaknya pintar dan Sholeh ya mas." ucap Sanum.
"Iya, dia juga bisa dipercaya. layaknya sikap Zein dulu." terang Arya.
***
Pagi yang cerah ini, Farrel sudah merencanakan sesuatu. saat melihat Davina yang tengah didampingi dua sahabatnya Vita dan Natasha yang tengah menonton pertandingan basket sekolah. Farrel mengeluarkan ponsel secara diam-diam,
Natasya yang menyadari Farrel tengah memfoto sahabat nya itu. ikutan memasang wajah centil dan cantik nya berdiri di belakang Putri Davina. sambil mengangkat dua jari.
Natasya nyengir sendiri dengan tingkah nya itu. membuat Davina dan Vita menatap heran.
__ADS_1
"Natasya Lo kenapa, cengar-cengir ngak jelas. jangan-jangan Lo kerasukan seperti dikelas dulu" Davina memegangi tengkuknya sendiri. sementara Vita meletakkan punggung tangannya di jidat Natasya yang tersadar normal.
"Apaan sih kalian, ganggu kesenangan orang " Davina sewot dan memanyunkan bibirnya.
"Badan mu ngak panas, tapi kamu kok aneh gitu" ucap Vita.
"Aku tuch lagi senang, liat tuch kk Farrel sering melirik ke arah kita, aku yakin pasti dia tertarik pada kita bertiga, atau salah satu diantara kita meskipun aku yakin kelihatan nya dia lebih menyukai aku." Natasya terlihat salah tingkah dan memperbaiki penampilannya saat Farrel kembali melirik ke arah mereka.
"Ha... Ha....Ha...ambil tuh Farrel." ucap Davina yang diikuti Vita, karena mereka berdua sama sekali tidak tertarik melihat Farrel yang terus berusaha untuk tebar pesona.
"Kalau aku sih, mending Jonathan lebih jelas tampan dan baiknya. meskipun mereka dari kampung." jawab Vita.
__ADS_1
"Kalau kamu Vina, pasti tertarik juga Khan sama Aldo. ayo jawab jujur " ledek Vita dan Natasha berbarengan.
"Entahlah aku bingung, mending sekarang aku fokus sekolah dan belajar saja dulu. kalau jodoh pasti nanti kita bisa bersama." balas Davina sambil tersenyum melirik Aldo yang tengah berjalan dengan Jonathan keluar dari perpusta sekolah.