One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Mukena mama


__ADS_3

Antara sadar dan tidak, Farrel terlihat kesusahan mengatur pernafasannya nya yang ngos-ngosan. sementara matanya masih terpejam. melihat hal itu kedua orang tua Farrel langsung panik, sedangkan Natasya hanya bisa menangis memangil-mangil nama Farrel suaminya.


"Farrel kamu kenapa, sadarlah nak hu...hu..." ucap Mama Sinta mengusap lembut penuh kasih sayang rambut Farrel. sedangkan sang papa langsung menuju ruang kerja dokter untuk memberitahukan kondisi anaknya.


Tidak begitu lama, tim dokter yang menangani Farrel segera menuju ruangan tersebut. dan langsung memeriksa kondisi terkini Farrel, setelah itu mereka memberikan suntikan sehingga Farrel kembali tenang.


"Bagaimana kondisi anak saya dok?"


"Syukurlah, anak ibu sudah melewati masa kritis nya, dan kondisi nya juga sudah normal kembali sebentar lagi dia akan tersadar." terang dokter dan kembali berlalu meninggalkan ruang Farrel dirawat. Mama Sinta menarik nafas lega, sebagai bentuk rasa syukur nya dia sholat dan berdoa agar anaknya itu segera sembuh dan benar-benar bertaubat.


Begitu juga dengan Natasya, dia duduk disebelah Farrel dan ikut juga berdoa.


"Tuhan, tolong beri kesembuhan pada suamiku Farrel. meskipun dia selalu menimbulkan masalah diantara teman-temannya dan keluarga nya, namun sebagai istri aku berharap Farrel mau berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan bertaubat setelah ini." doa Natasya.

__ADS_1


Farrel yang masih tertidur, perlahan merasakan tangan putih Natasya menggenggam lembut tangan nya yang masih terpasang selang infus.


pelan namun pasti, Natasya juga merasakan tangan nya juga mendapatkan respon dari tangan Farrel. senyum seketika mengembang disudut bibir Natasya, begitu tangan Farrel itu membalas genggaman nya yang lembut, sambil mengelus pelan dengan ibu jarinya.


"Natasya." ucap Farrel lirih dan sangat pelan, saking pelannya sehingga hampir tidak kedengaran.


Natasya mengangkat wajahnya, dan mendekat kan kewajah Farrel dengan antusias nya.


"Farrel sayang, kamu sudah sadar nak." mama langsung menghampiri Farrel dengan mukena putih yang masih melekat ditubuh nya.


Seketika wajah Farrel kembali memucat, dia menggeleng-gelengkan kepalanya pelan dan berteriak ketakutan.


" Pocoong....Jangan...jangan... mendekati ku, aku mohon Cong. aku sudah kanji bakal bertaubat dan mengembalikan kembang mu. please jangan ganggu aku lagi." teriak Farrel sambil memalingkan dan menutup mata ketakutan.

__ADS_1


"Farrel sadar nak, ini Mama bukan pocong." teriak Sinta kesal, sedang Natasya kedua pipinya mengembang berusaha untuk menahan tawa dan rasa geli nya, melihat tingkah laku suaminya.


Saat mendengar suara Mama nya, perlahan Farrel mengangkat wajahnya. dan menatap wanita yang dianggap nya pocong barusan.


"Mama sih, ngapain pakaian nya seperti itu." ujar Farrel kembali tenang.


"Dasar durhaka kamu rel, ini mukena. gunanya untuk Mama sholat, masak kamu katakan Mama pocong segala." terang Sinta kesal bercampur bahagia melihat Farrel yang sudah siuman.


"Farrel mimpi buruk baget ma," sambil menerawang Farrel menceritakan semua kejadian dalam mimpinya, yang membuat Natasya dan mamanya tertawa lepas, namun Farrel sengaja tidak menyebutkan nama Davina yang ikut hadir dalam mimpinya tersebut.


Dirumahnya, Arya dan Sanum penuh dengan kehebohan dan keseruan. dimana semua anggota keluarga mereka berkumpul, Devano dan Devan pulang kerumah, menghabiskan masa liburan mereka dengan keluarga tercinta. yang selama ini kefua sikembar itu tinggal dan bersekolah di asrama.


Ditengah-tengah kebahagiaan mereka, Om Rendi dan Tante Salsha juga datang dengan anak mereka bernama Balqis, gadis cantik dan sederhana meskipun terlahir dari anak pengusaha kaya raya. kecantikan dan pesona dari Balqis secara tidak langsung telah mengaduk-aduk hati seorang Devan, yang tanpa disadari Devano kembar identiknya juga merasakan hal yang sama. keduanya saling curi-curi pandang dan kesempatan untuk melirik dan berusaha dekat dengan Balqis.

__ADS_1


__ADS_2