One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Pernikahan Natasya


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju pulang, terlihat Aldo sesekali mencuri pandang kearah Davina yang tengah asyik melamun, entah kenapa setiap kali memandang wajah cantik Putri Davina. dia merasa nyaman dan sangat tenang.


"Diriku bagaikan pungguk merindukan bulan, sesuatu yang tidak akan pernah twrca. Davina biark aku hanya mencintaimu dalam diam." Gumam Aldo.


Aldo berhenti saat lampu merah menyala, anak jalanan yang mengamen yang berdiri tepat disamping jendela Davina menurunkan kaca mobilnya. Davina sibuk mencari tasnya yang ternyata berada di jok belakang mobil. untuk memberikan mereka uang.


"Pakai uang ini saja." ucap Aldo mengeluarkan uang sepuluh ribu dan memberikan nya pada pengamen tersebut. posisi jarak mereka yang sangat dekat membuat Davina bisa mencium aroma maskulin dari tubuh Aldo, begitu juga sebaliknya Aldo merasa terhanyut dengan aroma tubuh wangi buah-buahan yang terasa begitu segae dari tubuh Davina. keduanya seperti perang batin dengan perasaan mereka masing-masing.


Entah keberanian dari mana, atau Davina sudah ketularan virus berani dan bar-bar dari Vita, tiba-tiba refleks saat Aldo berbalik bibir Davina menyentuh pipi Aldo. yang membuat wajah aki-laki itu langsung memerah dan grogi, begitu juga Davina yang gelagapan.


"Ma....maaf aku...aku benar-benar tidak sengaja." Davina menundukkan kepalanya dalam-dalam, sedangkan Farrel berpura-pura tidak mempermasalahkan, padahal saat ini Jantung nya sudah mau copot dari sarangnya.

__ADS_1


" Bodoh....bodoh kamu Davina, kenapa bisa ceroboh begini. " sambil menggigit jari-jari nya.


Sampai dirumahnya, Davina langsung melonggos masuk kedalam kamar, dia benar-benar mersa malu pada Aldo dan dirinya sendiri.


"Davina sayang, kok langsung masuk kamar saja. makan dulu nak." teriak Sanum melihat keanehan Davina yang tidak seperti biasa.


"Nanti saja ma, Vina masih kenyang." dan kembali menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya.


"Ingat Farrel mulai sekarang belajar lah untuk merubah sikap dan perbuatan mu yang membuat malu keluarga." ucap papa yang hanya dicuekin oleh Farrel.


Dirumah Natasya, dia sudah terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya yang sangat selaras dengan warna kulitnya yang putih bersih. dia melangkah anggun turun didampingi oleh kedua sahabatnya, Davina dan Vita.

__ADS_1


"Meskipun sekarang aku menikah dengan laki-laki yang dulu begitu aku idam-idamkan, tapi malah sekarang tidak membuat ku merasa bahagia sama sekali Vina." ucap Natasya, yang berusaha menahan air matanya.


" Sabarlah Natasya, aku yakin semua ini akan indah pada waktunya." bisik Davina ditelinga sahabatnya. hanya Davina dan Vita, serta kedua orang tua nyalah yang mendampingi Natasya, begitu juga dengan Farrel yang didampingi oleh kedua orangtuanya.


Farrel menundukkan kepalanya, dia merasa malu saat Davina ikut mendampingi proses ijab Kabul. dia sangat menyesal dengan kesalahan yang telah dia perbuat.


"Semua ini diluar dugaan ku, ternyata rencana yang sudah aku atur sebaik mungkin, malah menjebakku diriku sendiri." Gumam Farrel.


"Nak Farrel, bisa kita mulai untuk proses ijab Qabul nya sekarang." suara penghulu yang lantang, membuyarkan lamunan Farrel.


"Bis....bisa pak." ucap nya tertutup sambil mengusap keringat dingin diwajahnya.

__ADS_1


"Rasain kamu Farrel, makanya berani berbuat berani juga untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mu. masih untung keluarga Natasya tidak memenjarakan kamu." bisik Vita ke Davina namun terdengar jelas oleh orang-orang, yang membuat Farrel hanya bisa melonggos kesal.


__ADS_2