One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kehilangan Rendi


__ADS_3

"Selain ingin melihat kamu menikah dengan Sanum, Oma harap kamu juga mencabut tuntutan hukum terhadap Jeniffer. bagaimana pun juga dia masih saudara kita Arya." Ucap Oma lirih.


"Ya...tapi, tapi Oma kesalahan Jeniffer terlalu banyak. bahkan dia tidak hanya merugikan perusahaan saja, melainkan banyak konsumen pengguna produk kita. sekarang perusahaan Kita mengalami penurunan karena sangat sulit untuk mengembalikan kepercayaan mereka terhadap produk-produk kita, karena ulah wanita itu." terang Arya.


Oma terlihat sedih mendengar penuturan Arya, karena dia juga sangat menyayangi Jeniffer yang dulu sering menemaninya dirumah besar ini. sebelum kehadiran Sanum dan anak-anak nya.


"Baiklah Oma, Arya akan mempertimbangkan permintaan Oma yang satu ini." Ucap Arya sambil mendorong pelan kursi roda Oma mengelilingi taman Padang bambu dibelakang rumah mereka.


Arya merapatkan shall dan pakaian tebal yang dikenakan oleh Oma, dia tahu jika kondisi Oma sedang tidak baik-baik, tapi dia bersikeras meminta Arya menemaninya jalan-jalan ditaman belakang. Arya tidak kuasa menolak setiap permintaan Oma, yang terpenting baginya Oma sekarang bisa bahagia dihari tuanya.


"Arya, Oma haus nak." Ucap Oma pelan hampir tidak terdengar.


"Baiklah, Arya ambilkan minum dulu. Oma tunggu disini sebentar ya." Arya berlari-lari kecil menuju meja tempat dia dan Oma bersantai sebelum ini. Arya menyambar botol minum mineral, dan segera kembali ketempat Oma.

__ADS_1


"Oma...., Oma. bangun.....Oma bangun....," tiba-tiba Arya dibuat kelimpungan dan panik. saat melihat Oma tertunduk diam dengan mata terpejam.


"Oma, ya Tuhan.....Oma Bangun.... jangan tinggalkan Arya secepat ini Oma," kecemasan melanda Arya, tanpa terasa cairan bening menetes disudut mata nya. dia menunduk memeluk Oma.


"Dasar anak nakal, kamu pikir Oma pergi semudah dan secepat ini." tiba-tiba Oma kembali membuka matanya, sambil menepuk bahu Arya kuat. sehingga refleks Arya mengangkat wajahnya menatap wajah sang Oma yang kemudian tersenyum kearahnya.


"Oma bercanda nya kelewatan." Ucap Arya mengusap sudut matanya, namun dia kembali tersenyum memeluk erat tubuh Oma. mereka berdua saling berpelukan penuh kasih sayang.


Sanum tersenyum dari lantai dua kamarnya, yang menghadap langsung ketaman belakang. dia ikut terharu menyaksikan kedekatan Arya dan Oma. hal itu juga mengingatkan Sanum pada sosok ibunya yang telah tiada.


Sementara di Indonesia, Rendi dengan semangat melajukan mobilnya menuju Rumah besar keluarga Arya. dia ingin memberikan kejutan pada sahabatnya, dia yakin Arya belum pergi kemana-mana Minggu pagi ini.


"Maaf Tuan, Anda ingin mencari siapa?" petugas keamanan rumah Arya, berjalan mendekati nya.

__ADS_1


"Aku Rendi, sahabat baik Arya. apa aku boleh masuk dan bertemu dengannya?" Ucap Rendi.


"Maaf tuan, rumah besar ini sedang kosong. karena Tuan Arya dan anak-anak nya sedang pergi ke Meksiko."


"Apa Meksiko, anak-anak nya?" Tanya Rendi seolah-olah tidak percaya dengan pendengaran nya.


"Iya Tuan." security mengangguk mantap.


Dengan perasaan bingung yang bercampur aduk, Rendi melangkah kembali masuk kedalam mobilnya. dan melajukan kencang mobilnya meninggalkan rumah Arya.


"Tidak mungkin Arya sudah menikah tanpa memberitahukan ku, ataupun pesta mewah. aaagghh...... sial, ternyata banyak rahasia mu yang tidak aku ketahui Arya." Ucap Rendi memukul stir mobilnya kesal, karena selama ini dia menganggap Arya tidak pernah mau didekati oleh wanita, apalagi sampai memiliki anak.


Rendi menghabiskan waktu, Dengan pergi ketempat- tempat yang dirasakan nya mampu memberikan ketenangan Bathinnya. namun tanpa sadar dia kembali membelokkan mobilnya menuju club, tempat biasa baginya menumpahkan kepanikan, kekesalannya. kali ini dia berharap akan bertemu kembali dengan gadis cantik yang bernama Sasha. meskipun Rendi mengatakan jika dihatinya ada Sanu seorang. namun semenjak pertemuan nya dengan remaja nakal yang bernama Sasha itu, sedikit banyak sudah mencuri perhatian nya.

__ADS_1


"Aku harus mencari gadis itu kemana? semenjak kejadian malam itu dia menghilang. tanpa aku tahu mo ponsel bahkan alamat tempat tinggal nya." Rendi meneguk minuman nya, pikiran nya benar-benar kacau. belum lagi Sanu yang menghilang, sekarang Arya juga sudah ke Meksiko. dia benar-benar mersa kesepian. ditambah lagi remaja cantik yang tiba-tiba datang lalu menghilang begitu saja.


"Padahal semula, aku berharap sekali remaja nakal itu akan mencari dan menghubungi ku lagi. namun nyatanya sekarang dia ikut menghilang." Ucap Rendi yang sudah mulai mabuk, sehingga setiap apa yang dilihat nya seperti Sanum dan Sasha, dua orang wanita yang sama-sama mengganggu pikirannya baik sadar maupun bawah sadar Rendi saat ini.


__ADS_2