One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kejujuran Rendi


__ADS_3

Lama Rendi terdiam, dia kelihatan sedang berfikir keras, sambil mendorong kursi roda yang diikuti Mami. Rendi duduk diantara kedua orang tuanya. Sambil Memantapkan hatinya, jika sekarang adalah waktu  yang tepat bagi Rendi, untuk  berterus-terang pada mami dan papi. Rendi juga sudah siap, apapun keputusan kedua orang tuanya nanti.


“Mi, sewaktu aku pulang dari luar negeri. Aku bertemu dengan Arya lalu mengajaknya ke Club malam sekedar untuk melepaskan kegundahan ku yang masih mencari-cari keberadaan Sanum.” Ucap Rendi.


“Lalu.?” Mami dan papi terlihat sangat siap mendengar cerita Rendi.


“Namun, saat aku sudah minum banyak. Seorang gadis remaja datang mendekati aku. Karena dia juga sedang frustasi dengan keluarganya yang tengah hancur, dia Korban brokend home mi, karena merasa punya masalah yang sama-sama berat, kami sepakat untuk mencari kesenangan.”


“Terus apa yang kalian lakukan setelah itu?” Ucap Berliana seperti sudah paham arah pembicaraan Rendi.


“ Kami melakukan hubungan terlarang itu, dan aku....aku ... ternyata orang pertama yang merenggut kesucian gadis remaja itu mi hu...hu...Rendi menyesal. Apa lagi setelah Rendi tahu jika dia tengah hamil dan berjuang untuk anak Rendi yang masih berada dalam kandungan nya itu mi.” Ucap Rendi mengusap air matanya.


“Hamil?” Berliana memastikan lagi pendengaran nya.


“Iya mi, dia hamil anak Rendi.” Ucap Rendi.


Berliana dan suaminya saling pandang, meskipun sebelumnya mereka sudah membahasnya.

__ADS_1


“Rendi, meskipun kami tahu jika perbuatan mu itu salah. Tapi kami sebagai orang tua bisa apa, selain menasehati mu dan membimbing mu kejalan yang benar. Semoga dengan kejadian ini semua kamu menyadari perbuatan mu yang salah dan kekhilafan yang sudah kamu perbuat.” Ucap papi mencoba bersikap bijak.


“Iya nak, kami juga akan berlapang dada, dengan tangan terbuka menerima anakmu itu nantinya.” Ucap Berliana.


“Terimakasih mi, pi. atas pengertiannya.” Ucap Rendi bahagia.


“Tapi Rendi, siapa wanita itu? Dan kapan kamu akan mengajak nya kesini dan memperkenalkan nya pada kami berdua.?” Terang mami bersemangat.


“Mami dan papi sudah sangat kenal dengan gadis itu, dia adalah Sasha mi.” Ucap Rendi.


“Iya mi, tapi dia tidak ingat dan mengetahui jika aku. adalah Rendi yang pernah berkencan dengannya malam itu, mengingat perubahan bentuk tubuh dan rambut panjang serta kumis dan jambang yang lebat ini mi.” Ucap Rendi.


“Berarti kalian berdua berjodoh nak.” Ucap Mami antusias.


“Apa sebaiknya kamu jujur saja Rendi, papi yakin Sasha pasti mau menerima apapun keadaan mu nak.” Balas papi.


“Tidak pi, karena hubungan kami tidak diawali oleh perasaan cinta dan kasih sayang, hanya sebatas kecelakaan cinta satu malam, tidak lebih. Jadi Rendi yakin jika Sasha tidak akan mau menerima Rendi nantinya.” Ucap Rendi yang terlihat gusar.

__ADS_1


“Tapi mami bingung juga, kenapa Sasha mau bekerja sebagai pelayan diusianya yang masih sangat muda. Bahkan dia terlihat seperti orang berada.” Ucap Mami penasaran.


“Sahsa kabur dari Rumah mi,  karena tidak tahan dengan sikap dan perlakuan kedua orang tuanya. Selain itu Sasha juga ingin menyembunyikan kehamilannya.


“Jadi seperti itu ceritanya, baiklah Mami paham sekarang. Besok kita akan membujuk Sasha untuk tinggal dirumah ini. Mami juga tidak ingin terjadi apa-apa pada sahsa dan calon cucuku ” Ucap Mami wajahnya berseri-seri karena sangat bahagia.


“Mi, papi. Rendi mohon tolong rahasiakan identitas Rendi yang sebenarnya, Rendi tidak ingin Sahsa juga pergi meninggalkan Rendi. Mengingat kondisi rendi yang cacat seperti ini. Dan membawa serta anak Rendi nantinya.” Ucap Rendi mengulang kembali perkataan nya, sambil mengatup tangannya pada mami dan papinya.


“Iya nak, mami ngerti kok.” Meskipun berat Berliana Akirnya menyanggupi juga permintaan Rendi. Mereka saling berpelukan penuh haru dan rasa bahagia.


“Mami tidak sabar lagi menunggu pagi, agar segera bertemu Sahsa, membujuknya mau tinggal bersama kita dirumah  ini. Sehingga kita akan bisa mengawasi dan membantu Sasha.” Ucap Mami yang sangat bahagia dan lega sekali setelah mengetahui semuanya.


“Pantas kamu tenang dan banyak sekali menunjukkan perubahan setelah kedatangan Sasha dirumah ini, yang  bekerja  menjadi perawat mu.” Ucap papi sambil menepuk bahu Rendi bahagia.


“Iya pi, ini juga diluar dugaan Rendi.” Ucap Rendi tersenyum bahagia, mengingat sesuatu yang kebetulan tapi mendatangkan kebahagiaan untuk Rendi dan orang tuanya yang sempat putus asa, ketika mendapat vonis jika Rendi tidak akan bisa lagi menghasilkan keturunan akibat kecelakaan itu.


 

__ADS_1


__ADS_2