One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Kelinci imut


__ADS_3

Tangan Rendi terangkat, tiba-tiba dia membanting apapun. termasuk beberapa foto-foto dia dan Sanum. kebencian dan rasa marah menguasai pikirany. terutama pada sanum dan Rendi yang tengah berbahagia.


"Prraaaarrkk.... pecahan kaca dan figura berserakan dilantai.


"Aku harus kuat, dan bisa menaklukkan gorila kurus ini. dia sepertinya sangat tertekan dengan keadaan yang menimpa nya. aku mersa prihatin. melihat keadaan laki-laki ini." gumam Sasha menyemangati dirinya.


"Tapi kenapa nama mereka bisa sama ya? Dengan laki-laki yang bernama Rendi yang dulu pernah tidur dengan ku?" gumam Sasha.


"Aaaahhk mungkin ini kebetulan saja."


"Keluar kamu dari kamarku," Rendi memalingkan wajahnya, dia tidak ingin Sasha akan mengenalinya. atau mengetahui Betapa hancurnya dia sebagai seorang laki-laki yang tidak berguna.


"Tu....Tuan,...Om maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuat mu marah. tapi tolong jangan pecat aku dihari pertama ku bekerja Karena aku sangat membutuhkan kan uang saat ini." Ucap Sasha berakting menghiba.

__ADS_1


"Paling tidak Tuan mau sedikit Bekerjasama dengan ku, aku janji tidak akan membuat Tuan marah lagi please...," Sasha mengatup kedua tangannya sambil memasang wajah nya yang sangat imut. persis kelinci kecil yang minta dikasihani.


Hal itu membuat Rendi perlahan luluh, dia menatap bola mata bulat Sasha yang tengah mengedipkan lucu.


"Seperti nya gadis ini tidak mengenalku lagi sekarang, mungkin dengan membiarkan nya bekerja. rasa bersalah ku terhadap nya bisa berkurang dengan membiarkan nya tetap bekerja disini." gumam Rendi.


Rendi tidak menjawab, tapi bibirnya sedikit tersunging seperti membentuk senyuman. sehingga Sasha langsung paham jika Rendi sudah bisa menerima kehadirannya.


Sasha menyambil makanan yang baru saja diantarkan oleh pelayan. dan berjalan kearah Rendi.


Rendi seperti terhipnotis, mulutnya terbuka dan mulai mengunyah secara perlahan Makanan yang disuapi Sasha. beberapa pelayan saling berbisik. Melihat perubahan ini. karena biasanya Rendi tidak pernah mau disusupi. bahkan dia akan tersinggung karena mersa rendah karena untuk makan saja dia tidak mampu.


"Dia perempuan yang luar biasa, karena mampu menjinakkan Tuan Rendi yang semula sangat marah. semoga saja ini awal yang indah." bisiknya sambil mengirim bukti rekaman Vidio yang sempat mereka ambil lalu mereka kirimkan ke Berliana.

__ADS_1


"Bagus sekali, dia mampu menenangkan Rendi. kebanyakan pelayannya akan kabur di hari pertama atau kedua mereka bekerja merawat Anakku." gumam Berliana terseyum senang sambil memperhatikan rekaman video tersebut.


"Sekarang kita minum obat ya." bujuk Sasha penuh kelembutan, dia masih berusaha untuk membujuk dan menjinakkan Rendi.


Sasha mengambil obat- obat dan membantu meminumkan nya, dia Akirnya bisa menarik nafas lega.


"Syukurlah, ternyata gorila kurus ini bisa aku jinakkan. sekarang sikapnya sudah tidak menyeramkan lagi." gumam Sasha yang mendorong pelan kursi roda Rendi menuju taman belakang. karena sekarang saatnya untuk Rendi berjemur di bawah terik matahari langsung.


Sesekali Rendi melirik perut Sasha yang terlihat datar, dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan jika gadis itu hamil.


"Syukurlah, ternyata aku tidak meninggalkan benih dirahim perempuan ini." gumam Rendi.


"Aku mau menerima gadis ini merawat ku, karena aku mersa dia begitu tulus membantu ku, dan sepertinya, dia juga tidak mengenaliku lagi." gumam Rendi.

__ADS_1


Nampak Sasha sibuk mengurus nya dengan sangat cekatan, meskipun gadis ini tidak memiliki pengalaman khusus sebelumnya.


__ADS_2