
Kehangatan diruangan kelas kembali riuh, ada yang bercanda. dan kejar-kejaran sibuk dengan keceriaan mereka masing-masing mengingat guru kelas datang terlambat. terutama Vita dan Natasha, yang sekolah karena uang banyak orang tua mereka, bukan karena pintar atau prestasi mereka berdua.
Mereka berdua sibuk mencatat salinan PR yang dikerjakan oleh Jonathan, sehingga Mereka tidak menyadari kedatangan wali kelas Bu Rani.
"Tenang,.....tenang kenapa kelas ini begitu ribut" bentak Bu Rani
Semua murid kembali menuju kursi masing-masing, Bu Rani mengabsen satu persatu diantara mereka, seyum manis mengembang dari sudut bibir Bu Rani saat menyebutkan nama Jonathan Alfa Ridzi, sambil menatap nya mesra.
Vita melonggos kesal melihat tatapan Bu Rani pada sang pacar Jonathan, dan menendang keras kaki Jo dari balik meja, yang ikut cengar-cengir tak jelas membalas tatapan mata Bu Rani tersebut.
"Aaduhhh..... sakit Yang" ucap Jo spontan mengurut betisnya, sambil kembali cengar-cengir nya jelas.
"Lagian kamu membalas tatapan nya, nanti Bu Rani tambah ke GeEr dan salah paham lagi" bisik Vita sambil menyimpan buku karena telah selesai menyalin pr Jonatan.
"Iya... ngak lagi" mereka terlihat saling berbisik membuat yang lain gagal fokus, saat Bu Rani mulai menerangkan pelajaran.
"Vita ada apa dengan mu, jangan ganggu Jonathan dalam belajar, serta tingkahmu itu membuat yang lain terganggu" bentak Bu Rani
__ADS_1
"I....iya Bu" ucap Vita yang masih dongkol.
"Oya kemaren ibu membeti tugas untuk dikerjakan dirumah, Vita cepat selesaikan soal ini, yang sama persis dengan pr yang ibu berikan kemaren." ucap Bu Rani.
"Aduuuuuh mati aku." Vita maju namun dia tidak mampu menjawab soal-soal tersebut.
"Bagaimana ini Vita, kenapa kamu tidak bisa mengerjakan nya? padahal semua yang tertulis di buku mu ini benar semuanya." ucap Bu Rani menatap Vita ta sudah ketakutan.
Sementara Aldo dan Davina saling lempar senyum, karena tidak ada lagi masalah yang mengganjal di hati keduanya. Bu Rani memberikan mereka tugas kelompok masing-masing murid bebas memilih kelompok mereka.
Sedangkan Vita mendapatkan hukuman, keluar dari jam bu Rani sampai dia benar-benar mampu mengerjakan tugas-tugas itu sendirian tanpa menyontek, tidak lama setelah Vita mendapatkan hukuman menyusul dengan Natasya dan beberapa orang teman mereka yang lainnya. yang lebih suka menyontek dri pada berusaha sendiri.
"Lagi galau mungkin." jawab yang sau lagi.
Davina memilih kelompok belajar mereka yang terdiri dari Aldo, Jonathan, Vita, Natasya dan jumlah mereka sudah pas lima, mereka membentuk kelompok dengan semangat, yang akan diadakan dirumah Davina setia sorenya.
Murid yang lain berebut ingin bergabung dengan Aldo, namun karena kelompok belajar mereka sudah pas, terpaksa Aldo menolak mereka dengan lembut.
__ADS_1
Farrel menatap kesal kearah Aldo dan Jonathan, saat jam pulang dia sengaja menghadang langkah Aldo dan mendorong kasar tubuh Aldo hingga terbentur dinding belakang sekolah.
"Hey apa-apaan kamu Farrel." ucap Aldo melepaskan tarikan tangan kuat Farrel pada kerah bajunya.
"Aku peringatkan, jangan coba-coba dekatin Davina lagi, jauhi dia." ancam Farrel sambil memperlihatkan sejumlah uang.
"Tidak bisa, dan apa urusanmu melarang ku." ucap Aldo.
"Di wanita gebetan ku, jauh sebelum kedatangan mu disekolah ini." bentak Farrel.
"Davina, adalah putri yang harus aku jaga dan lindungi. terutama dari laki-laki seperti mu ini." tunjuk Aldo dihadapan wajah Farrel
"Bajingan kamu." Farrel melayangkan tinju tepat ke wajah Aldo, namun dengan sigap Aldo berhasil menghindar.
"Pengecut kamu." teriak Farrel.
"Okey, jika kamu menantang ku. tapi tidak ditempat ini..beasiswa ku bisa hancur termasuk dengan sekolah mu., aku tunggu kamu besok dorong tinju." ucap Aldo.
__ADS_1
"Okey sapa takut." tantang Farrel.