One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Pulau


__ADS_3

Zein mengucek matanya yang tersa begitu silau, dia mersa enggan untuk membuka matanya. namun rasa silau serta hembusan dan bunyi ombak yang terdengar begitu nyata. membuat nya mau tidak mau memaksakan membuka mata yang semula hanya menyipit, namun tiba-tiba terbelalak membesar, seakan-akan ingin loncat dari sarangnya.


"Tidaaaakkk....... tidaaaakkk......ini gila, tidak mungkin...aku pasti bermimpi." teriak Zein panik dan kebingungan. begitu sadar dan terbangun dia dihadapan nya terbentang luas lautan lepas.


Zein mencoba mengingat-ingat kejadian yang membawanya sampai seperti ini.


"Ya aku ingat semua nya, semua ini gara-gara gadis ingusan ini. sekarang aku dimana?" umpat nya panik mengingat dia dan Jeniffer berda disebuah perahu karet yang berukuran kecil.


"Pasti benda ini yang membuatku semalam tiba-tiba pingsan." menatap pengayuh sampan lalu mengambilnya, dan mengasuhnya pelan menuju sebuah pulau.


"Ada apa ini ribut-ribut membangunkan tidur ku saja.." bentak Jeniffer dengan mata yang masih terpejam gadis itu memperbaiki posisi tidur nya.


"Hey banguuuun kamu, ini semua gara-gara kamu gadis sial." umpat Zein sambil menguncang tubuh Jeni dengan kakinya, karena masih kesal.


Mersa tidur nya terganggu, Jeniffer membuka matanya. namun diluar dugaan Zein gadis itu berteriak penuh kekaguman.


"Aaaaawww indahnya, aku pasti bermimpi." teriaknya menatap takjub pemandangan indah disekitar nya,

__ADS_1


"Hey banguuuun kamu dari mimpi sialmu itu," bentak Zein sambil menciprakan air ke wajah Jeniffer.


"Dingin tau."


"Makanya sadarrr... lihatlah dimana kita sekarang.?" teriak Zein kembali.


Jeniffer duduk terhenyak dan menangis sambil terisak-isak.


"Mami....Papi..tolong Jeni...hu....hu....." Ucap nya disela isak tangis.


Melihat hal itu membuat Zein bertambah kesal, dan melompat turun menuju pulau.


"Dasar gadis bodxxx kamu Jeni, " tetiak Zein marah begitu mengetahui sampan mereka yang sudah menjauh.


"Aku takut sendirian, jadi aku mengikuti Om." Ucap nya tanpa rasa bersalah.


Zein Akirnya melepas kemeja yang dikenakan nya, dan mengikatnya pada sebuah kayu panjang, berharap segera mendapatkan pertolongan. dari orang yang lewat.

__ADS_1


"Hidupku benar-benar buruk dan selalu sial setelah bertemu dengan gadis seperti mu ini." umpat Zein.


"Aku menyesal menolong dan mengikuti mu." kembali marah.


"Siapa suruh Om untuk mengikuti dan menolong ku hu...hu..." Jeni kembali menangis.


Zein Akirnya tidak tega terus memarahi gadis itu, dia Akirnya luluh dan berusaha sabar untuk menghadapi sikap kekanak-kanakan Jeniffer yang terbiasa manja semenjak kecilnya.


"Kita harus segera mencari pertolongan, sapa tahu pulau ini ada penduduk nya." Zein melangkah masuk hutan diikuti Jeniffer yang ketakutan.


"Om, lihat itu ada pondok kecil." tetiak Jeniffer antusias. Zein pun mengikuti arah pandang Jeniffer.


"Sebaiknya kita kesana, sapa tahu berpenghuni dan mereka mau membantu kita keluar dari sini." harapan Zein


"Ternyata ini gubuk kosong, tapi tidak masalah untuk sementara kita bisa istrahat disini." Ucap Zein.


"Om aku lapar." tprengek Jeniffer sambil memegangi perutnya yang sudah berperang, karena dari kemaren mereka berdua belum makan apapun.

__ADS_1


"Okey kamu tunggu disini, aku akan mencari bahan-bahan makanan yang bisa kita gunakan untuk mengganjal perut kita." Ucap Zein.


"Baiklah Om, hati-hati." Ucap Jeniffer.


__ADS_2