
Meskipun kurang menyukai club malam, mau tidak mau Arya terpaksa menemani Rendi minum-minum. sambil mendengarkan curhatan hatinya yang masih berhap, bisa dipertemukan kembali dengan wanita yang dicintainya, Sanu.
"Apa kamu yakin Sanu mu berada dikota ini?" Tanya Arya memastikan.
"Yakin, entah kenapa hatiku berkata jika Sanu berada dikota ini. aku mersa kami akan dipertemukan lagi dikota ini." Rendi menatap lekat keluar kaca jendela, nampak hujan yang turun sangat deras, sehingga menyisakan embun pada jendela kaca dekat mereka duduk.
"Aku dan Sanu dipertemukan di kota ini, beberapa tahun silam hingga akhir nya kami memutuskan untuk bertunangan. setelah kami yakin dengan perasaan kami masing-masing, hingga Merisca mengacaukan Segalanya. hingga Sanu marah dan pergi meninggalkan ku." Ucap Rendi yang tiba-tiba mengusap sudut matanya.
"Apa kamu sudah mencarinya?"
"Sudah, namun dia menghilang begitu saja, termasuk orang tuanya. terakhir aku mendengar dia sudah pindah keluar kota." Ucap Rendi sambil mengusap wajahnya.
"Coba waktu itu aku tidak datang untuk memenuhi undangan pesta Merisca, mungkin kejadian buruk itu tidak menimpa ku. sehingga aku dan Sanu mungkin saja sekarang kami sudah hidup bahagia Dengan anak-anak kami." jawab Rendi yang ingin menumpahkan segala isi hatinya yang sedih pada sahabat baiknya Arya.
Tanpa Arya dan Rendi sadari, tiga orang remaja cewek tengah berdiskusi sedang taruhan melihat ketampanan mereka berdua. mereka sengaja duduk tidak terlalu jauh dari posisi Rendi dan Arya saat ini.
__ADS_1
Mereka adalah Agnes, Caca dan Salsha, mereka berasal dari keluarga yang brokend home. sehingga mereka Saling dekat bsatu sama lain. namun Agnes dan Caca tinggi bisa menjaga sesuatu yang berharga dari dirinya. sejumlah mereka pun ingin teman mereka Sasha yang masih suci mengikuti jejak mereka dengan alasan taruhan. siapa yang muncul sebagai pemenangnya akan menjadi wanita terhebat dan menjadi kepala grng mereka.
"Kalian tahu Ngak, kedua cowok tampan itu adalah CEO ternama dan berkuasa dikota ini, Sasha jika kamu berhasil mendapatkan dan tidur dengan salah satu dari mereka. maka kamu akan menjadi ketua geng kita, kami berdua akan menjadi pelayan mu. dan kamu juga bisa membuktikan pada kami jika kamu bukanlah wanita pecinta sesama jenis seperti isu yang pernah melekad pada dirimu," terang Caca.
"Okey saya takut." jawab Sasha maju sambil memperbaiki penampilan nya. dan berjalan mendekati Rendi dan Arya yang masih asyik bercerita.
"Hai Om tampan boleh aku temani?" Ucap Sasha mencoba memberanikan dirinya, sementara kedua temanya fokus memperhatikan.
"Silahkan," jawab Rendi, tiba-tiba karena senyuman remaja ini begitu mirip dengan senyum polos Sanum.
"Okey bro." balas Rendi.
Arya melajukan mobilnya pulang, dia sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan anak-anak nya, serta Sanum yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
Sementara Sasha dan Rendi, mereka berdua seperti pasangan yang sangat cocok dan serasi. karena mereka cepat sekali akrab dan terus meminum minuman beralkohol yang ada dihadapan mereka. mengingat Sasha yang sedang taruhan dan juga terluka oleh sikap kedua orang tuanya, sementara Rendi juga sedang galau kehilangan Sanum. sehingga mereka langsung cocok berjalan berangkulan menuju kamar hotel.
__ADS_1
Meskipun kondisi nya sedang mabuk, namun Rendi tidak melupakan sesuatu yang selalu dibawanya kemanapun pergi, pengaman ****** dikantong celananya. sehingga dia tidak mersa khawatir jika berhubungan karena mersa cukup aman.
Sasha dan Rendi seakan lupa diri, permasalahan berat yang sama-sama mereka rasakan seakan hilang. kedua nya bercumbu hingga mereka melakukan hubungan terlarang itu.
Paginya Sasha terbangun, dia sengaja meraba punya Rendi, namun dia tiba-tiba berteriak histeris. sehingga Rendi yang tidur disebelahnya ikut terbangun.
"Ada apa? suaramu membangun kan mimpi indah ku." bentak Rendi pada Sasha, karena dia yakin Sasha tidak mungkin meminta pertanggungjawaban Padanya, karena sebelum kehotel mereka sudah membuat kesepakatan untuk tidak saling menuntut.
"Apa semalam kamu mengunakan ******?"
"Ya," jawab Rendi singkat.
"Mana?" teriak Sasha.
Rendi menyibak selimut nya panik, dan mulai mencari-cari dibawah bantal, selimut bahkan kolong tempat tidur. namun kosong.
__ADS_1
"Jangan-jangan.... tidaaaakkk....tetiak Sasha begitu menyadari jika diperut bagian bawahnya, tertinggal ****** yang digunakan Rendi semalam. Kedua pasangan ini langsung panik.