One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Menyukai Davina


__ADS_3

Farrel melemparkan anak panah dengan kekesalan yang memuncak, sekian lama dia mengincar Davina, namun tidak pernah mendapatkan balasan, bahkan Davina terlihat enggan untuk melirik nya.


"Kurang apa aku coba, tampan, mapan dan lebih dari anak baru itu?, tapi malah Davina lebih memilih dekat dengan nya." Umpat Farrel meluapkan kekesalannya.


"Aku ada ide brilian" suara bariton sahabat sekaligus ajudan nya Gilang, mengagetkan Farrel yang tengah galau tingkat dewa, memikirkan cara bagaimana menaklukkan Davina.


"Ide apaan sih, palingan idemu itu makan gorengan lima, tapi ngakunya dua buah kepada ibu pemilik kantin sekolah ?" Dirga ikut menimpali percakapan Farrel dan Gilang itu.


"Kali ini ideku benar-benar markotop, dan beda dengan sebelumnya, yang selalu Gagal" ujar Gilang tida mau disalahkan.


"Banyak omong Lo dari tadi, cepat katakan idemu itu" Farrel melonggos kesal melihat kedua sahabatnya yang seakan ingin memperolok nya saja.


"Begini...loe dekatin cewek temannya Davina itu, dengan begitu loe bakal dapat banyak informasi mengenai gadis pujaan hati loe itu, sekalian jadi jembatan hubungan mu nanti" ucap Gilang.


Farrel manggut-manggut mendengar ucapan Gilang, yang kali ini masuk akal juga.

__ADS_1


"Okey aku terima idemu itu, besok aku akan mulai dekatin tuch cewek" ucap Farrel sambil tersenyum penuh misteri


Paginya Farrel sengaja tenar pesona namun kali ini lebih ditujukan kepada Vita, sambil tersenyum memasang wajah ramah, menyapa Vita menatap takjub ketampanan nya. dan juga melongo melihat perubahan sikap Farrel yang terlihat begitu tiba-tiba.


Farrel sengaja mempercepat langkahnya, saat melihat Davina dan Aldo datang. dan tiba-tiba ..... brugghhh...dia menabrak sesuatu dihadapannya.


"Aduuuuuh," Farrel refleks memegangi jidatnya yang terdapat benjol, akibat kecerobohan nya berjalan tanpa fokus dengan benda yang berada dihadapannya, sehingga Farrel menabrak tiang yang sudah berdiri selama puluhan tahun itu.


"Ha...Ha....Ha..." semua mata tertuju pada Farrel sambil mentertawakan kecerobohan nya tersebut. muka Farrel memerah, kedua tangannya mengepal menahan gejolak emosinya.


Jam pelajaran matematika yang sangat membosankan bagi sebagian murid, berlalu begitu saja. hingga bel jam istrahat membuat semangat mereka kembali menggebu-gebu berebut meninggalkan kelas.


"Davina, cepetan aku udah haus banget gara-gara ngerjain tugas matematika yang sulit ketulungan, sampai kepalaku rasanya masih mutar-mutar ditempat ini karena ngak nemuin jalan untuk kabur." ucap Natasya asal.


"Kalau kepala mu kabur, kelas ini pasti heboh karena ketakutan, mengira kamu itu sejenis makhluk astral iiihs takuuut." Davina dan Vita langsung bergidik ngeri membayangkan.

__ADS_1


"Sudah-sudah jangan ngomong yang serem lagi," Natasya bergidik sendiri. mereka berjalan menuju kantin. sementara Aldo dan Jojo sudah sampai duluan di kantin.


"Davina, ngak nyangka ya Kamu bisa dekat gitu sama Aldo, sumpah...gue merasa masih gemas banget sama tuch Cowok, mana gue sempat-sempatnya meraba benda keramatnya" ucap Vita salah satu teman Davina yang paling genit di antara mereka bertiga.


"Hu...hu..ha...ha...ha...." suara tawa Davina dan teman-temannya pecah, mengisi keheningan kantin tempat para penghuni sekolah maupun asrama untuk sarapan pagi sebelum proses belajar dimulai.


"Gila lu Ca...otakmu benar-benar mesum" Celetuk Davina menggelengkan kepalanya pelan.


"Habis dia tuch yang mulai, main masuk-masuk saja ke toilet wanita. rasain dikeroyok cewek-cewek cantik kayak kita" Natasha teringat kembali kejadian pertemuan pertama mereka dengan Aldo. sambil memainkan anak rambut nya


"Tapi kasian banget dech, liat wajah tuch Cowok habis kita lukis, seperti badut Pancoran saja" mereka kembali tertawa.


"Kita? loe berdua kali. aku nggak ikut-ikutan ya." ucap Davina terlihat kesal.


***

__ADS_1


__ADS_2