One Night Love Presdir

One Night Love Presdir
Pertangung jawaban Farrel


__ADS_3

Setelah mengetahui Farrel, papa Natasya tidak tinggal diam. dia langsung mendatangi Rumah Farrel yang terlihat sepi.


"Mana Farrel?" tanya Hendrawan langsung pada security Rumah mewah tersebut.


"Belum pulang pak, Anda ini siapa?" ucap security.


"Kamu tidak perlu tahu siapa saya, saya kesini ingin meminta pertanggungjawaban Farrel." ucap Hendrawan emosi.


Tidak begitu lama mobil mewah berwarna hitam memasuki perkarangan Rumah Farrel, pemilik mobil yang sangat dikenal Hendrawan. yaitu mobilnya Husein rekan bisnis sekaligus teman masa SMA nya.


Mobil itu segera menepi, begitu yang punya melihat kedatangan Hendrawan dikediamannya.


"Hendrawan, apa kabar"


"Husein, kamu kenapa ada disini?"


"Ini Rumah ku." jawab Husein mereka bersalaman.


"Ayo masuk, kita ngobrol-ngobrol dulu didalam. sudah lama tidak bertemu." jawab Husein mengajak Hendrawan masuk.


"Mama bikin minuman segar dulu ya pa." ucap Sinta Mama Farrel.


"Boleh." jawab papa.

__ADS_1


Hendrawan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, nampak sebuah foto keluarga.


"Apa foto laki-laki yang ditengah-tengah itu anakmu?"


"Ya, namanya Farrel."


"Jadi anak bresengsek itu anakmu." Kemarahan Hendrawan kembali bangkit setelah melihat foto Farrel.


"Apa maksudmu?"


"Dia telah menodai putriku Natasya." ucap Hendrawan.


"Apa? Farrel benar-benar keterlaluan. dia selalu bikin masalah dan sudah tujuh kali pindah sekolah dengan kasus-kasus yang berbeda-beda. tapi masalah kasus perempuan ini baru pertama yang dilakukan nya." ucap Husein memijid pelipisnya pusing menghadapi kenakalan anaknya.


Tidak begitu lama, Farrel dengan santainya memasuki Rumah. dia tidak menyangka jika perbuatannya bejadnya sudah diketahui oleh kedua orang tuanya.


"Farrel dari mana saja kamu?" teriak papa mengenai, menghentikan langkah Farrel.


"Ada apa lagi sih pa, tiap bertemu selalu marah-marah." berjalan dengan santai nya.


"Apa yang telah kamu lakukan pada Natasya?" ucap Husein lagi.


"Natasya?"

__ADS_1


Farrel tercekat, dia tidak menyangka hal ini akan terungkap, dia pikir Natasya akan diam seribu basa dengan ancamannya.


"Ya, apa yang telah kamu perbuat pada putriku, kenapa kamu tega merusak nya hah?" Hendrawan maju.


"A...a...aku sama sekali tidak merusaknya Om, tapi kami melakukannya suka sama suka, dan tidak ada pemaksaan." ucap nya sambil tergagap.


"Apa maksudmu, jadi kamu anggap anakku wanita gampangan?" tangan Hendrawan terangkat, dia tidak mampu mengendalikan emosi dan kemarahan yang sudah mencapai level sepuluh tersebut.


"Bruuuaggkk.... bruuuaggkk." tangan Hendrawan membabi buta, sementara Husein hanya bisa pasrah menyaksikan kesalahan anaknya.


"Hentikan.... tolong hentikan, aku mohon hu...hu....jangan sakiti anakku." tangis Mama Farrel pecah sambil memeluk tubuh Farrel yang meringis kesakitan.


Hendrawan yang tengah melayangkan pukulan berikutnya terhenti di udara, begitu melihat Sinta yang memohon sambil menangis.


"Anakku Farrel, kamu kenapa bisa seperti ini nak. Mama mohon pertangung jawabkan lah perbuatan buruknya ini nak. demi Mama ya sayang." ucap Sinta sambil menangkup wajah Farrel yang lebam dengan kedua belah tangannya.


Farrel yang kesakitan, menatap nanar wajah wanita yang sangat disayanginya itu. sudah banyak Farrel melakukan perbuatan buruk dan kesalahan, tapi baru kali ini mamanya menangis dan memohon-mohon.


"Maafkan Farrel ma." menghambur memeluk mamanya.


"Farrel kamu bertanggung jawab ya nak."


"Iya ma." ucap Farrel.

__ADS_1


"Aku melakukan ini semua demi Mama, meskipun aku tidak mencintaimu sedikitpun Natasya, aku yakin kamu akan mudur dengan sendiri nantinya setelah tahu bagaimana perasaan ku yang sesungguhnya ." Gumam Farrel.


__ADS_2