
#100
Setelah makan dan mengobrol tiba tiba Raja Hendrik Jovanka, Ratu Vanessa dan Heri Jovanka datang keledai tersebut.
Disana pelayanan langsung mencegat mereka.
"Maaf tuan kedai ini sudah di sewa oleh kerajaan Lareagon dan Eldragon jadi silahkan anda ke kedai yang lain"
Kemudian Heri Jovanka pun berbicara kepada pelayan itu.
"Kita kesini memang untuk menemui kakek ku Maharaja Freevik Reagon dan kami dengar mereka ada di kedai makan ini"
"Oh anda cucunya tuan Maharaja Freevik Reagon kalau begitu silahkan anda masuk"
Mereka pun masuk kedalam kedai tersebut, disana orang orang dari Eldragon dan Lareagon berdiri dan membungkukan badan.
"Selamat datang Raja Hendrik Jovanka selama datang Ratu Vanessa dan selamat datang pangeran pertama"
Kemudian Clarisa yang melihat kedatangan mereka pun melambaikan tangannnya.
"Ayahanda Raja, ibunda Ratu ayo kesini"
Willy pun melihat kakaknya yaitu Heri Jovanka. Dia langsung berdiri dari tempat duduknya dan kemudian bergegas menyambut kakaknya itu.
"Ayo kak kesini duduk dekat aku"
"Wah adiku sudah bertambah besar dan kuat sekarang, kamu juga sekarang menjadi perbincangan orang orang yang kemarin menonton pertandingan terakhir mu"
Willy merendah
"Hehehe...aku tidak sehebat apa yang kak Heri bicarakan itu mungkin keberuntungan ku saya bisa mengalahkan Vico karena pertandingan kemarin tidak memakai sihir jadi aku bisa bertahan"
Kemudian Willy pun menarik Heri Jovanka untuk mengikutinya ketempat duduk.
Disana Ratu Elisia pun menghampiri Ratu Vanessa kemudian dia berpelukan.
"Syukurlah, adiku Ratu Elisia kamu selamat dari kejadian di hutan itu, kami kira kalian semua tewas terbakar di menara pengawas tersebut"
Ratu Elisia pun menjawab Ratu Vanessa.
"Ini adalah keberuntungan dan berkat adanya Willy dan Maria aku masih bisa hidup"
Mereka pun melepaskan pelukannya kemudian berjalan ketempat duduk, Raja Hendrik Jovanka tidak ada yang menyambut dia dianggurin sendirian.
Kemudian Ratu Vanessa pun bertanya lagi kepada Ratu Elisia.
"Apa benar, Ratu Elisia terkena racun yang mematikan ketika menara pengawas itu terbakar"
Ratu Elisia pun mengangguk dan menjelaskan kejadiannya.
"Iya saya terkena racun penghancur organ dan hati, sebelum kebakaran itu terjadi ada 20 orang Assassin yang menyerang kami dengan tujuan membunuh kami bertiga.
__ADS_1
Entah siapa orang yang memerintahkan mereka, beruntung Willy dan Maria bisa mengalahkan para assassin itu dan aku pun terluka terkena lemparan Pisau terbang yang mengandung Racun mematikan itu.
Setelah itu Willy membawa ku ke kerajaan Lareagon untuk meminta bantuan dan aku pun dirawat beberapa hari oleh putri Clarisa"
Ketika Ratu Vanessa dan Ratu Elisia sedang mengobrol barulah Raja Hendrik Jovanka mendekat kemeja mereka dan membungkukan badannya.
"Ayah mertua Maharaja Freevik Reagon dan Ayah mertua Maharaja Alfred Eldragon"
Kemudian Raja Hendrik Jovanka pun membukukan badannya ke Ratu Elisia,
"Ratu Elisia maafkan aku karena telah menyia-nyiakan mu selama ini dan maafkan aku karena keegoisan ku kamu menjadi menderita"
Ratu Elisia dengan sikap acuh tak acuh berbicara kepada Raja Hendrik Jovanka.
"Tidak perlu meminta maaf kepada ku, minta maaf lah kepada Willy, kalau dia memberikan maaf kepada mu maka aku juga akan memaafkan dan melupakan semua kejadian yang lalu"
Kemudian Raja Hendrik Jovanka pun meminta maaf kepada Willy.
"Nak kamu adalah anak kandung ku, dan Aku adalah ayah mu, tolong maafkan lah aku"
Raja Hendrik Jovanka sebenarnya tidak mau meminta maaf kepada Willy karena akan hilang wibawa dia di depan semua orang.
Tetapi demi mendapatkan kembali Ratu Elisia dia pun memohon maaf kepada Willy, Raja Hendrik Jovanka orang yang sangat keras kepala.
Dia tidak akan mengakui kesalahannya tetapi ketika melihat kecantikan dari Ratu Elisia yang sangat mempesona dia pun merendahkan diri di hadapan semua orang dan meminta maaf kepada Willy.
Kemudian Willy pun berbicara.
Untuk di akui sebagai anaknya dulu dia memberikan syarat mutlak. Yaitu aku harus memenangkan kompetisi yang sekarang aku ikuti ini.
Untuk sebagian orang syarat ini adalah ujian yang terberat termasuk juga diriku yang lemah dan hanya memiliki level D yang hanya sekedar mimpi saja untuk memenangkan kompetisi ini.
Jadi tidak perlu meminta maaf kepadaku karena aku bukan lah anak mu sebelum aku memenangkan kompetisi ini"
Willy berkata begitu karena sakit hati nya kepada Raja Hendrik Jovanka yang telah memperlakukan dirinya dulu lebih rendah dari pada pelayanan.
Dan sakit hati Willy bukan itu saja, setiap ibunya memohon kepada Raja Hendrik Jovanka supaya Willy kembali ke istana, ibunya Willy selalu dipukuli oleh Raja Hendrik Jovanka.
Sehingga Willy pun menyimpan kebencian yang amat sangat kepada ayahnya sendiri yaitu Raja Hendrik Jovanka.
Ratu Elisia pun berkata
"Kalau itu keputusan Anaku, berarti itu juga sudah menjadi keputusan ku"
Raja Hendrik Jovanka pun merapatkan tangannya dia memohon kepada Willy.
"Anaku, Ayahanda Raja memohon kepada mu, maafkan lah aku selama kamu dan ibu mu sudah dinyatakan meninggal aku pun menyesali perbuatan ku kepada mu dan ibu mu"
Hati Willy tetap keras saking bencinya kepada ayahnya.
"Sekarang aku bukan siapa siapa mu sebelum aku memenangkan kompetisi ini dan mungkin aku tidak akan lagi menjadi anak mu karena mustahil bagiku memenangkan kompetisi ini.
__ADS_1
Dan jangan panggil aku dengan nama Willy Jovanka lagi, Sekarang namaku Putra Eldra keturunan dari Pahlawan Legenda Edward El Dra dan cucu Maharaja Alfred Eldragon dan penerus kerajaan Eldragon"
Raja Hendrik Jovanka pun tidak bisa berkata apa-apa lagi selain diam membisu dan terlihat seperti orang bodoh yang terus berdiri karena bangku tempat duduk di meja itu sudah terisi penuh.
Kemudian Raja Alfred Eldragon pun menunjuk ke arah Raja Freevik Reagon.
"Hai Tua Bangka kenapa Raja sombong ini datang kemari, di mana Ratu yang sangat menyebalkan itu"
Kemudian Raja Alfred Eldragon menengok ke arah Raja Hendrik Jovanka.
"Apa kamu tidak membawa dia kemari, ingin rasanya aku mempelintir mulutnya yang ember itu, yang telah mengata ngatai putri ku sebagai seorang budak.
Raja Hendrik Jovanka tidak bisa berkata apa-apa, kemudian Ratu Vanessa lah yang berbicara kepada Raja Alfred Eldragon.
"Ayah angkat, Ratu Isabel tidak ikut bersama kita katanya ada urusan bersama ayahnya Raja Adrian Plakona"
Raja Alfred Eldragon pun memalingkan muka sambil meludah
"Cuih...Ayahnya apa Aku tidak pernah tahu Si Adrian Plakona kurang ajar itu memiliki anak perempuan"
Kemudian Raja Freevik Reagon menenangkan mereka.
"Sudahlah Alfred jangan di bahas disini, Biar begitu dia menantu ku, dan suami dari anak mu juga, dia aku yang suruh datang kesini.
Ayo kita pindah keatas karena ada yang harus kita bahas karena ini sangat penting dan rahasia"
Raja Freevik Reagon, Raja Alfred Eldragon, Raja Gibran, Raja Hendrik Jovanka dan Clarisa pindah ke ruangan atas untuk membahas hal yang sangat penting.
Sedangkan yang lainnya mengobrol dibawah bercerita dan bercanda ria melepas kerinduan yang sudah lama tidak terjalin.
Di atas mereka pun duduk di meja yang sudah di persiapkan dan para kapten pun menggeser meja mereka ke arah tengah tangga supaya tidak ada orang lain yang naik keatas.
Di meja itu sudah di sediakan satu teko teh langka yang mahal dan makanan ringan.
Raja Hendrik Jovanka pun memulai percakapan dengan bertanya kepada Raja Alfred Eldragon.
"Ayah mertua, Apa benar Raja Adrian Plakona itu tidak memiliki anak perempuan"
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
*Jangan lupa juga Untuk Mampir ke Novel Lainnya seperti Dikira Kastil Iblis.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.