
Maltia menarik busurnya ke arah anak buah komandan Doraisen, dan anak panah pun meluncur menembus kepala dari anak buahnya komandan Doraisen.
Wuss....
Crak....
Doraisen heran karena kenapa ada orang dari atas benteng yang membidik anak buahnya, dan dia pun menyadari bahwa prajurit di bawah pimpinan kapten Bardon tidak ada yang menggunakan senjata busur.
"Mundur ini jebakan" ucap Doraisen panik
Setelah Maltia membunuh satu orang prajurit, pejuang Orc lain pun melepaskan anak panah sehingga prajurit awan gelap di hujani anak panah.
Wuss....
Wuss....
Crack....
Crack....
Puluhan prajurit awan gelap langsung mati terkena anak panah, dan prajurit berkuda langsung membalikkan kudanya untuk melarikan diri dari tempat tersebut.
Setelah puluhan prajurit awan gelap mati digerbang kota Haypan Salaria bersiap untuk menyerang dan Blades memerintahkan untuk membuka gerbang,
"Buka gerbang...." perintah Blades.
Gerbang pun terbuka lebar kemudian Salaria mengangkat tombaknya ke arah depan "Maju dan serang...."
Para pejuang Orc berlari untuk membunuh prajurit awan gelap yang tersisa di ikuti pasukan Centaurus.
Pasukan berkuda dari prajurit awan gelap sebagian melarikan diri, tetapi mereka sangat naas ketika sampai di ujung jalan mereka pun di hadang oleh 300 pasukan Centaurus yang tadi menyusul pasukan yang di bawa oleh pemimpin Alfa.
"Ketemu kalian, jangan harap bisa melarikan diri dari sini, kalian akan mati tidak akan tersisa" ucap pemimpin Centaurus yang menghadang.
Komandan Doraisen pun panik karena arah mereka melarikan diri dihadang pasukan Centaurus sehingga mereka terkepung, maju kena mundur kena, sehingga mereka pun ada dalam keputus asaan.
"Bersiap Hunuskan tombak kalian, dan serang...." Perintah pemimpin Centaurus.
Pertempuran pun terjadi kembali antara penunggang kuda dari prajurit awan gelap dengan 300 pasukan Centaurus, di sisi lain pasukan infantri awan gelap bertempur dengan pejuang Orc.
__ADS_1
Pertempuran ini hanya berjalan sebentar karena pejuang Orc dan pasukan Centaurus lebih banyak sehingga prajurit awan gelap semuanya mati dalam pertempuran ini, tidak ada seorang pun yang tersisa dari prajurit awan gelap.
Sorak Sorai kegembiraan di teriakan oleh pejuang Orc karena memenangkan pertempuran ke 2 kalinya, dan kali ini tanpa korban jiwa seorang pun, hanya luka ringan saja yang di alami para pejuang Orc dan itu sembuh seketika, ketika mereka meminum potion yang pernah di berikan Willy kepada mereka.
Ke 300 Centaurus pun ikut bergabung dengan pejuang Orc setelah mereka semua membersihkan mayat dari prajurit awan gelap.
Pasukan Centaurus dan para pejuang Orc pun akhirnya bersekutu, dan hari ini prajurit awan gelap musnah total, dan markas mereka telah resmi di duduki oleh para pejuang Orc yang di pimpin oleh Bagoy setra mengangkat jenderal mereka yang bernama Blades serta 2 komanda yaitu Maltia dan Salaria, serta 2 penasihat baba dan babu.
*
Di tempat yang lain Willy dan Maria yang melesat dengan kecepatan tinggi kemudian berhenti di salah satu desa yang hancur.
Di sana mayat penduduk bergelimpangan di mana mana, bahkan mayat anak anak, bayi dan orang tua tidak luput dari pembunuhan.
Di sana Willy merasa hatinya sakit terasa teriris tipis oleh pisau tajam tetapi tidak berdarah, melihat kekejaman orang yang tega membantai penduduk yang tidak bersalah.
Willy pun membuat lubang dengan menggunakan sihir elemen tanah dan Maria membantu mengangkat mayat mayat yang tergeletak dan di masukan kedalam lubang untuk di kuburkan masal.
Maria menggunakan sihir elemen angin untuk mengangkat mayat mayat tersebut supaya lebih cepat.
Setelah semua di masukan kedalam lubang kuburan Willy pun menutup dengan tanah dan memasang tugu batu, Willy dan Maria pun berlutut di tugu batu tersebut mendoakan arwah mereka supaya tenang di alam sana.
Untuk tidak membuat desa tersebut menjadi desa mati Maria berinisiatif memusnahkan seluruh bangunan desa tersebut dengan menggemaskannya Menggunakan tombak angin.
Maria mengeluarkan tombak angin dari dalam sihir dimensi item Book kemudian mentransfer energi sihir angin dan menghempasnya.
"Tombak angin penghancur Gunung berhembus lah....." Teriak Maria.
Wuss....
Angin kencang menghancurkan semua bangunan yang masih berdiri menjadi bagian bagian kecil.
Maria memberi nama jurus hembusan angin itu tombak angin penghancur Gunung karena daya hancurnya begitu kuat.
Tadinya Maria menamakan serangan itu sebagai tombak pisau angin karena memotong apa saja tetapi serangan tombak ini tidak cocok di beri nama tombak pisau angin karena serangannya hanya merusak benda mati saja.
Setelah semua terpotong kecil Willy membantu dengan menggunakan pedang angin yang dia miliki untuk mengumpulkan puing puing dan serpihan kecil dari bangunan yang sudah rusak.
Karena bangunan di desa itu kebanyakan di bangun dari bambu dan kayu sehingga Willy dengan sihir elemen angin yang dia miliki dengan mudah mengumpulkan puing puing tersebut.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai Maria menggunakan sihir elemen api untuk membakar semua sisa dari pungi puing bangunan itu sehingga hangus terbakar.
Dan sekarang terlihat sebagai lapangan yang luas dan hanya terlihat tugu batu besar bertanda itu adalah makam kuburan masal dari warga desa tersebut.
Setelah beres Willy dan Maria pun melanjutkan perjalanan.
"Apa itu ulah dari prajurit awan gelap" tanya Maria sambil berlari menginggalkan tempat itu.
Willy mengangguk "Iya, setiap mereka melewati desa kecil mereka selalu menyerang, merampok, memperkosa dan membawa tahanan untuk di jadikan budak dan di jual"
"Kayaknya masih banyak budak yang di selundupkan dan di bawa oleh pedagang budak" tanya kembali Maria.
"Dalam pengakuan kapten Marco, dia di sewa pedagang budak untuk membeli budak dari daerah sini dan di bawa ke kota Boginia" jawab Willy.
"Kamu tahu kota Boginia itu di mana" tanya kembali Maria
Willy pun menganggukan kepalanya "ya aku pernah melihat peta benua bagian Utara ini, kota Boginia di kelilingi oleh perbukitan dan ada gunung besar yang disebut dengan gunung Bogi, Daerah itu sebenarnya Tanah tak bertuan karena di kuasai oleh Klan dan sakte serta para tentara bayaran.
Gunung bogi sendiri adalah markas besar dari tentara bayaran prajurit Armor putih dan Kota Boginia sendiri kota tanpa hukum, banyak penjahat, perampok dan pembunuh bayaran yang berada di sana"
Willy dan Maria pun terus berlari dengan kecepatan kilat sambil berberdiskusi dan di setiap desa yang hancur mereka berhenti, kemudian melakukan kegiatan seperti di desa sebelumnya yaitu memakamkan mayat dan menghancurkan desa menjadi puing puing, setelah itu membakarnya kemudian kembali melanjutkan perjalanan.
Sesekali berhenti untuk beristirahat dan makan kemudian kembali berlari, 2 sampai 3 hari tanpa tidur terus melanjutkan perjalanan dan di setiap desa yang hancur selalu berhenti.
Willy dan Maria masih berada di kawasan perbatasan kerajaan Gramostola, meskipun jalur yang Willy dan Maria adalah wilayah tak bertuan karena hutan dan pegunungan di daerah sini begitu luas dan jarak antara ibukota kerajaan dan kerajaan lain sangat jauh.
Setelah mencapai batasnya Willy dan Maria pun berhenti berlari dan kebetulan di depan mereka ada benteng yang menjulang tinggi, yang berarti di balik benteng kokoh itu ada sebuah kota.
Gerbang kota itu di jaga oleh prajurit penjaga dan setiap orang yang masuk kedalam benteng itu harus melakukan pemeriksaan.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna