
Willy memegang ekor anak panah kemudian, dengan sekuat tenaga langsung mencabut anak panah itu.
"Aaaa....."
Krekak....
Gadis itu berteriak dan kemudian menggigit tangan Willy dengan keras, darah mengalir dari punggung gadis kecil itu, dia menahan air matanya sambil menggigit tangan Willy.
Kemudian Willy mengambil potion dan membuka tutup dari botol potion itu dengan cara menggigit nya, lalu Willy menyiram kan potion itu ke luka gadis kecil itu.
Seketika luka itu tertutup dengan sendirinya, tetapi gadis kecil itu sudah banyak kehilangan darah dan Willy pun memberikan Potion berbahan dasar Rumput ShinTrong untuk menambah darah dan memulihkan stamina gadis itu.
Willy pun meminta maaf kepada gadis kecil itu.
"Maaf ya dek, gara gara aku kamu jadi terluka terkena anak panah miliku, perkenalkan namaku Willy siapa namamu"
Gadis kecil itu tidak menjawab perkenalan Willy dia hanya diam saja dan memalingkan wajahnya.
"Sekali lagi maafkan aku ya, aku tidak sengaja. Pasti kamu marah kepadaku tapi setidaknya jawab pertanyaan ku siapa namamu"
Gadis kecil itu masih tidak menjawabnya tetapi perut gadis kecil itu berbunyi.
Euks....
"Kamu lapar ya kebetulan aku bawa roti kalau kamu mau"
Willy mengambil roti di tas yang dia bawa kemudian diberikan kepada gadis kecil itu, gadis kecil itu pun tanpa ragu mengambil roti ditangan Willy dan langsung memakannya.
Willy tersenyum melihat dia mekan dengan lahap dia pun mengambil satu roti lagi untuk diberikan kepada gadis kecil itu.
"Ini ada roti satu lagi tapi jawab bertanya ku, Siapa nama mu"
Kemudian gadis kecil itu menyambar roti yang ada di tangan Willy kemudian gadis kecil itu berbicara Dengan nada dingin.
"Panggil saja sesukamu"
Willy mengangguk karena wajah gadis kecil itu mengingatkan dia dengan pacarnya dulu yang dia cintai di dunia asalnya waktu dia masih menjadi Wildan.
Karena gadis kecil itu mirip dengan Elvina di waktu kecil, karena dahulu Wildan pernah melihat Poto keluarga Elvina saat dia masih kecil jadi dia pun memberikan nama kepada gadis kecil itu Elvina.
"Baiklah kamu akan aku panggil dengan nama Elvina atau Vina bagai mana bagus bukan nama itu"
Gadis itu pun berdiri kemudian berkata
"Terserah kamu saja, terima kasih Rotinya maaf kakak ku katanya menunggu aku takut dia khawatir"
Kemudian gadis kecil itu berlari meninggalkan Willy dan masuk kedalam hutan setelah itu menghilang.
__ADS_1
Maria yang berbeda tugasnya dengan Willy dia tadi mendengar teriakan kesakitan seorang gadis kecil diapun tergesa-gesa menuju sumber suara.
Sumber suara itu berasal dari arah dekat sungai dan setelah tiba ternyata disana hanya ada Willy seorang.
"Hai tuan muda apa yang terjadi tadi saya dengar ada teriakan seorang gadis"
Maria menyebut Willy dengan nama tuan muda karena pada waktu di kerajaan Lareagon Willy tidak mau dipanggil sebagai pangeran ke 3 lagi.
Dan Ratu Elisia juga minta dipanggil bunda ratu oleh Maria. Jadi untuk masih menghormati Willy maka Maria tidak memanggil dengan sebutan nama tetapi dia memanggil dengan panggilan tuan muda.
Willy berdiri tubuhnya terasa panas dan kepalanya pusing dia berjalan ke arah Maria.
"Tidak ada apa-apa, itu hanya masalah ke....cil"
Brak....
Willy pingsan, dan untungnya Maria langsung memeluk Willy sehingga tidak jatuh ketanah, Maria pun bingung dan berkata sendiri.
"Hai tuan muda bangunlah jangan bercanda begini, ayo bangun"
Maria pun memanggil Fallion, sebelum Fallion tiba dia mengambil hasil buruan Willy yang berserakan setelah itu Maria membawa Willy dengan menaiki Fallion sampai ke Goa tempat kakek Fahetar tinggal.
Sesampainya di sana Maria berteriak.
"Kakek tolong Tuan muda pingsan..."
"Kek apa yang terjadi dengan tuan muda, dia tadi di pinggir sungai tiba tiba pingsan"
Kakek Fahetar memeriksa keadaan tubuh Willy dengan sihir pengobatan, kemudian kakek Fahetar melihat keadaan Fisik dan energi sihir milik Willy dengan sihir penilaian mata emas.
Kakek Fahetar tertawa.
"Hahaha....ini tidak apa apa, ini efek dari energi sihir yang terkuras dan pembesaran bejana Ilahi"
Ferik Reagon heran dan bertanya kepada kakek Fahetar.
"Putra Eldra kenapa bisa energi sihir nya terkuras kek, dan kenapa bejana Ilahi bisa tambah besar"
Maria pun ikut berkata.
"Bukanya kalau energi sihir tiba tiba terkuras itu bisa menyebabkan kematian ya kek"
Kakek Fahetar mengangguk kemudian menjelaskan.
"Iya kalau Willy manusia dengan level biasa itu bisa mengakibatkan kematian, tetapi Willy memiliki energi sihir yang besar dan bejana Ilahi yang besar juga.
Dilihat dari bejana Ilahi yang bertambah dan energi sihir yang terkuras kayaknya Willy baru saja memberikan nama kepada monster tingkat tinggi"
__ADS_1
Maria kaget dan heran.
"Memangnya memberikan nama kepada monster bisa membesarkan bejana Ilahi gitu kek"
Kakek Fahetar mengangguk.
"Iya bisa tapi resiko nya begitu besar juga dan bisa berakibat kematian kerena monster yang diberi nama oleh kita akan menyerap sebagian energi sihir kita untuk membuat mereka berevolusi.
Dan kalau energi sihir kita tidak memenuhi syarat maka energi yang kita miliki akan terkuras habis kemudian meninggal dunia.
Kalau si monster sudah berhasil berevolusi dan kita si pemberi nama bisa selamat dan tidak meninggalkan maka keuntungannya adalah pertama bejana Ilahi kita akan bertambah besar berarti level kita pun bisa terus naik.
Kedua Monster yang kita berikan nama akan mengabdi dan setia kepada orang yang memberikannya nama"
Ferik Reagon penasaran.
"Kek kalau aku diberikan nama kembali apakah aku bisa berevolusi, kalau bisa biarkan putra Eldra memberiku nama ulang biar dia bisa tambah kuat dan aku jadi pelayan setianya putra Eldra"
Kakek Fahetar tertawa
"Hahaha... Ferik.... Ferik....Memang bangsa Dwarf itu dikatagorikan sebagai Ras Monster oleh manusia tetapi sama halnya dengan Ras Manusia setengah Binatang, dia sudah diberikan nama dari dia lahir, jadi penamaan ulang tidak akan berpengaruh.
Tetapi kalau jenis monster lain seperti Goblin dan monster yang bisa berubah kebentuk Hewan dia bisa berevolusi menjadi Ras lebih tinggi dengan contoh Goblin mereka bisa berevolusi menjadi HobGoblin untuk laki-lakinya dan Goblina untuk perempuannya"
Kakek Fahetar menjelaskan panjang lebar tentang penamaan monster dan hasil evolusi dari setiap ras Monster, dan mereka pun mengerti.
Kemudian Maria bertanya kepada kakek Fahetar.
"Kek apa kakek dulu pernah menamai seorang monster"
Kakek Fahetar mengangguk.
"Iya kakek pernah dahulu waktu masih muda, bukan hanya kakek tetapi juga Dumpi Sunne dan kakek Buyutnya Ferik Reagon juga pernah memberikan nama kepada monster.
Itu bertujuan karena kita dahulu tidak puas dengan kekuatan seorang pahlawan maka solusi untuk menambah bejana Ilahi menjadi lebih besar dan mencapai level Dewa maka kami memberikan nama kepada beberapa monster dan kami pun bisa mencapai puncak Dewa"
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like and Komen dan juga Vote
*Kakak pembaca bisa juga traktir kopi atau Sawer Author dengan Link di bawah ini.
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
__ADS_1