
Willy sengaja berlari dan memeluk Maria karena dia tahu dan merasakan ada anak panah yang melesat ke arah Maria sehingga Willy mendorong dan memeluk Maria hingga jatuh untuk menghindari dari terkena anak panah.
Setelah mereka terjatuh dan anak panah menancap di tanah, ada orang yang keluar dari balik semak semak mereka adalah prajurit awan gelap yang tersisa yang pergi untuk berperang melawan Centaurus.
Dan ada prajurit lain yang memakai seragam militer yang berbeda seperinya mereka bersekutu.
"Kamu beruntung Bocah, karena terhindar dari bidikan anak panah dari anak buah ku" ucap pemimpin yang memakai seragam prajurit putih.
"Hai kapten Marco, dia mereka mangsa ku" ucap pemimpin prajurit awan gelap.
"Tenang saja Komandan Doraisen, aku hanya membantu kamu melumpuhkan mereka" ucap pemimpin yang di panggil Marco.
"Tenang bagai mana, anak buah mu berniat mencelakai wanita cantik itu, kalau dia terluka harga jualnya akan berkurang bila di jual menjadi budak" ucap komandan Doraisen.
Kedua kelompok ini ternyata tentara bayaran dan penjual budak, mereka menyerang desa kecil dan menangkap anak anak, wanita dan lainnya untuk di jual sebagai budak, bahkan Ras monster juga tidak luput menjadi sasaran mereka.
"Hahaha....Itu hanya kecelakaan kecil, toh mereka juga tidak terkena anak panah dari anak buah ku" ucap kapten Marco.
"Sudah jangan berdebat kepung mereka dan tangkap" perintah dari komandan Doraisen.
Willy dan Maria pun di kepung oleh sekitar 30 orang, 20 orang prajurit awan gelap dan 10 orang prajurit berjirah putih.
Willy dan Maria pun saling membelakangi dan mereka siap bertempur melawan 30 orang prajurit yang mengepung mereka berdua.
Ketika Willy dan Maria terkepung datang banyak prajurit yang menaiki kuda ada sekitar 60 penunggang kuda dan 100 prajurit yang berjalan kaki.
Ada prajurit berkuda membawa kuda tunggangan yang kosong kemudian dia menghampiri komandan Doraisen.
Komandan Doraisen pun menaiki kuda tersebut kemudian berbicara kepada kapten Marco "Kapten Marco, kamu urus anak anak ini, aku akan mengejar para Centaurus yang tadi kabur"
"Baiklah jangan khawatir, serahkan ke dua anak ini kepadaku" ucap kapten Marco.
"Prajurit Awan Gelap, ayo ikuti aku..."perintah komandan Doraisen.
Mereka pun berlari meninggalkan Willy dan Maria untuk mengejar para Centaurus yang tadi lari dengan membawa gerobak.
Di atas punggung kuda komandan Doraisen tertawa terbahak-bahak "Hahahaha....Dasar Centaurus Otak udang, mereka tidak tahu bahwa arah kabur mereka adalah markas pasukan awan gelap ku"
Komandan Doraisen juga tidak mengetahui bahwa benteng kota markas pasukan awan gelap sudah di kuasai oleh pejuang Orc.
*
__ADS_1
Willy dan Maria sekarang di kepung oleh 10 orang prajurit berjirah putih dan satu orang kapten mereka sehingga jumlah yang mengepung Willy dan Maria 11 orang.
"Menyerah lah kalau kalian berdua ingin selamat" ucap kapten Marco.
Willy dan Maria menyeringai, kemudian Willy bertanya "Siapa kalian, dan mengapa kalian ingin menangkap kami berdua"
Mendengar pertanyaan dari Willy, kapten Marco tertawa "hahaha....Dasar anak bodoh, tidak lihat pada dari seragam kami, kami ini tentara bayaran Armor Putih, kami menangkap kalian untuk kami jual dan di jadikan budak"
Maria tertawa terbahak-bahak "Hahaha....apa kalian yakin ingin menangkap kami berdua, kalian mencari mangsa yang salah, kami berdua ini harimau bukan kelinci yang kalian kira"
Maria memakai istilah harimau untuk dirinya sendiri yang menyatakan dirinya kuat dan istilah kelinci itu untuk manusia yang lemah dan akan menyerah apabila di kepung seperti sekarang ini.
"Kebetulan aku akan menguji senjata baru ku" ucap Maria sambil mengeluarkan tombak angin dalam sihir dimensi item Book.
Begitu pula Willy dia mengeluarkan pedang yang belum pernah dia pakai, dan pedang itu dia ambil bersama tombak yang di berikan kepada Maria di gudang penyimpanan harta Tentara bayaran awan gelap.
"Aku juga ingin menguji pedang baru ku ini, kalau bagus akan aku gunakan, dan kalau jelek maka akan aku jual saja" ucap Willy.
Kapten Marco langsung memerintahkan ke 10 anak buahnya, "Tangkap mereka berdua kalau melawan jangan ragu habisi saja mereka"
Perintah yang di berikan oleh kapten Marco begitu kejam siapa pun yang melawan pasti dia bunuh, dan tanpa berpikir panjang lagi ke 10 prajurit Armor putih itu menyerang Maria dan Willy.
Maria berteriak "Rasakan gibasan tombak angin....."
Wuss....
Energi sihir elemen angin berbentuk cahaya berwarna putih pekat berubah menjadi mirip tombak hologram dan kemudian meluncur ke arah prajurit armor putih.
Brak....
Crak....
Sihir elemen angin yang meluncur merusak semua armor yang di pakai prajurit tersebut, bahkan baju mereka sobek sampai menjadi potongan kecil, tetapi anehnya prajurit armor putih tidak terluka sedikitpun.
Hanya armor baju dan senjata yang mereka pakai hancur berkeping keping, tetapi orangnya tidak terluka dan mereka pun menjadi Bugil tanpa sehelai benang pun yang mereka pakai.
Melihat itu Maria tertawa terbahak-bahak "Hahaha.....Kalian seperti ayam yang sudah di cabut bulunya dan hendak di bakar di perapian"
Mereka merasa di pecundangi dan kedua tangan mereka menutupi batang ***********, dengan rasa yang amat sangat memalukan apalagi di depan gadis cantik seperti Maria.
Mereka ber 5 pun langsung melarikan diri dari pengepungan itu, tetapi Maria tidak tinggal diam dia kemudian mengambil tombak petir dan mengganti tombak angin.
__ADS_1
Maria menyalurkan energi sihir elemen petir kemudian melepaskan energi sihir petir untuk menyerang ke 5 orang yang melarikan diri itu "Kilatan Serigala Petir......"
Wuss....
Crak....
Duwar....
Mereka berlima langsung tersambar petir yang berbentuk serigala sehingga mereka semua berubah menjadi hitam seperti ayam yang sudah matang di bakar.
Maria memasukan kembali semua tombaknya ke sihir dimensi item Book dan kemudian bersilang dada di depan kapten Marco.
Kapten Marco yang lihat kejadian itu menjadi takut dan dia mundur secara berlahan, Maria tersenyum dan berkata "Sekarang giliran mu untuk Mati"
Di sisi lain Willy sedang melawan kelima prajurit armor putih lainnya, dia tidak sempat menyalurkan energi sihir ke pedang yang dia pegang karena keburu di serang, sehingga Willy melawan mereka dengan kekuatan fisiknya saja, dan menggunakan jurus beladiri pedang tingkat tinggi.
Sehingga dalam waktu singkat Willy sudah mengalahkan kelima prajurit armor putih tersebut, dan mereka pun bersimbah darah.
Setelah selesai Willy mengacungkan pedangnya ke arah kapten Marco "Mau mati dengan cara apa, di tebas dengan pedang ku, atau mati di sambar petirnya Maria"
Ancaman Willy membuat kapten Marco gemetaran, kakinya menjadi lemas dan tidak bisa di gerakan.
Kapten Marco pun bersimpuh dengan cara berlutut "Mohon berbelas kasih lah, ampuni nyawa ku, aku akan memberikan uang dan informasi yang kalian mau"
Kapten Marco memohon dan mengajak bernegosiasi dengan Willy supaya dia bisa di ampuni dan di biarkan untuk hidup.
Willy pun mengangguk "Baiklah, aku ingin bertanya cerita tentang Tentara bayaran Armor Putih dan kenapa kamu bekerja Sama Dengan tentara bayaran awan gelap"
"Baiklah akan aku ceritakan dan beritahu semua yang aku tahu tetapi kalian harus berjanji untuk melepaskan ku dan mengampuni nyawaku" ucap kapten Marco sedikit memohon.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1