
Willy terdesak karena pedang kayu nya sudah patah dia hanya bisa menghindari serangan dari Ferik Reagon.
"Kenapa kamu bocah, jurus andalan mu sudah habis dan pedang mu sudah patah, jurus apalagi yang bisa kamu keluarkan ayo tunjukan padaku"
Willy berpikir sejenak sambil bertahan dan menghindar, Willy mengingat beladiri pencak silat yang dia kuasai dulu di level atas.
Beladiri pencak silat ini berbeda dengan beladiri pencak silat lainnya, beladiri ini mengandung kekuatan mistis yang dapat menimbulkan penggunanya menjadi tambah kuat tetapi dengan membacakan sebuah mantra.
Willy pun mengingat ingat mantra tersebut, mantra itu kalau di dunia asalnya disebut dengan jangjawokan dalam bahasa Sunda.
Willy pun menggunakan jurus beladiri pencak silat tersebut dia bergerak sambil mengindari dan membaca mantra.
"Hong Barong Tumpak Didung, Garuda tumpak dimuka, badak tinu awak, lembu tinu suku"
Bacaan mantra tersebut memanggil mahluk atau binatang yang kuat untuk merasuk ke dalam dirinya sehingga tubuh dan kekuatan Willy seperti binatang binatang yang ada dalam mantra tersebut.
Willy pun dapat menahan dengan tangan serangan dari Ferik Reagon yang menggunakan jurus beladiri pedang tingkat tinggi tahap menengah.
Jurus pedang milik Ferik Reagon habis tetapi Willy masih bisa menahan serangan dari Ferik Reagon, bahkan Willy bisa membalikan keadaan.
Ferik Reagon mempelajari beladiri pedang tingkat tinggi sampai tahap menengah karena tidak ada yang pernah sampai ke tahap mahir.
Dikarenakan kitab beladiri pedang tingkat tinggi tersebut sudah lama hilang dan beladiri pedang itu pun diwariskan dari generasi ke generasi tanpa kitab panduan beladiri.
Sehingga orang yang mempelajari beladiri tersebut melakukannya dengan kasar beda dengan Willy yang mendapatkan bimbingan langsung dari kakek Fahetar dan kitab beladiri pedang tingkat tinggi yang ada di tangan kakek Fahetar.
Ferik Reagon semakin kesal karena dia sebagai pahlawan di kerajaan Lareagon ini bisa di imbangi kekuatan dan jurusnya oleh seorang bocah lemah seperti Willy.
Willy telah kehabisan jurus juga jurus pencak silatnya hanya bisa menahan jurus pedang tahap menengah, selanjutnya Willy sebisa mungkin menghindari tebasan tebasan pedang yang dilancarkan oleh Ferik Reagon.
Saking kesalnya Ferik Reagon menyerang Willy dengan membabi buta sehingga Willy terpojok dan mundur sampai ke batu besar dan di atasnya ada pedang yang sangat besar menancap di batu tersebut.
Willy melihat pedang besar itu didalam hatinya berkata.
"Apa ini pedang milik ayah Edwin, yang diceritakan kakek Fahetar, pedang Naga agung berlevel mistik"
gambar sebagai ilustrasi
Ya pedang itu adalah pedang dalam katagori mistik diatas pedang legenda, karena pedang itu hanya bisa di cabut oleh pemiliknya sendiri atau orang yang ditakdirkan untuk memilikinya.
Bahkan Raja dari kerajaan Dewagon tidak bisa mencabut pedang itu dari batu tersebut dan orang lain pun tidak ada yang bisa meskipun orang terkuat bangsa Dwarf sekalipun tetap tidak bisa mencabutnya.
Karena pedang itu di lapisi kekuatan yang misterius, bahkan bangsa Dwarf kerajaan Lareagon dan keturunan dari pahlawan Eldra kerajaan Dewagon telah berjanji apabila ada seseorang yang bisa mencabut pedang tersebut maka mereka akan mengabdikan diri kepada pemilik baru pedang tersebut.
*
__ADS_1
Willy di serang habis habisan oleh Ferik Reagon sampai terpojok di batu pedang besar.
Willy tidak berpikir panjang dia langsung kabur menghindar serangan yang membabi-buta naik keatas batu monumen pedang besar milik pahlawan Eldra.
Disana Ferik Reagon marah
"Turun kamu bocah bodoh jangan kamu menginjak harta suci bangsa Dwarf dengan kaki kotor mu"
Kemudian Raja Freevik Reagon dan Clarisa pun bergegas menghampiri Willy.
Anak anak yang tadi mengeroyok Willy pun terbengong melihat keberanian Willy naik keatas batu monumen pedang tersebut.
Karena siapa pun yang berani naik keatas batu itu akan mendapatkan hukuman yang sangat berat karena monumen batu pedang itu hanya boleh di injak di waktu waktu tertentu.
Willy membuat semua Dwarf yang ada disana sangat marah, bahkan prajurit Dwarf yang dari tadi hanya menonton dan tidak ikut campur sekarang mereka berlari ke arah Willy untuk membuat dia turun dari atas monumen batu pedang tersebut.
"Woy turun cepat turun"
Semua meneriaki Willy supaya Willy turun dari monumen tersebut. tetapi Willy menghiraukan semua teriakan itu.
Dia mencoba mencabut pedang yang berukuran besar dengan tubuh kecilnya, yang bahkan pedang itu lebih besar dan tinggi dari tubuh Willy.
"Eagh...."
Willy mengerang dan memegang bagian pedang besar itu dan berusaha mencabut pedangnya.
"Bodoh apa yang kamu lakukan, pedang itu bukan milik sembarangan orang cepat turun"
Willy menggerutu kepada pedang besar itu
"Aku adalah anak dari Edward El Dra, sekarang kamu adalah miliki dan ayahku sudah mewariskan miliknya kepada ku"
Willy mengerang
"Eagh...."
Kretak.....
Prarak.....
Tiba tiba muncul petir di langit, padahal hari itu cuaca sangat cerah, orang orang berpikir bahwa bangsa Dwarf telah di kutuk karena kejadian ini.
"Kurang ajar lihat kelakuan mu, sekarang kita dikutuk oleh langit"
Kemudian Ferik Reagon berteriak memohon kepada Lagi.
"Langit turun kan lah petir, dan hambar anak yang tidak tahu diri itu, dan jangan lupakan kemarahan mu kepada kami yang tidak bersalah"
__ADS_1
Langit pun berubah menjadi gelap.
Krekak....
Duwar....
Terdengar suara menggelegar petir
Krekak....
Duwar....
Petir itu pun menyambar Willy, tetapi Willy tidak merasakan apa apa bahkan dirinya merasa tenaganya lebih kuat.
Krekak....
Duwar....
Willy tersambar lagi petir tetapi sekarang energi petir yang telah menyambar Willy berubah seperti jubah yang menyelimuti Willy.
Krekak....
Krekak....
Wuss....
Pedang tersebut terangkat sedikit demi sedikit sampai pedang itu terangkat semuanya.
Krekak....
Duwar....
Orang orang melihat sosok yang mencabut pedang besar itu adalah orang dewasa kira kira berumur 18 tahunan.
Ya itu adalah sosok dari dalam tubuh Willy yaitu Wildan, sosok yang berdiri tegap dengan ketampanan maksimal.
Mengacungkan pedang tersebut ke atas langit dengan petir yang menyambar nyambar nyambar.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
__ADS_1
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.