
Libear benar benar berlutut dan menganggap Maria sebagai tuannya, dan itu juga di manfaatkan oleh Maria.
"Hahaha....kamu benar benar berlutut dan menganggap aku master mu, ini sangat konyol" ucap maria sambil tertawa terbahak-bahak.
"Taruhan adalah taruhan, aku mengakui kamu sebagai master ku, Karena aku ini lemah dan kamu kuat, yang terbukti dengan menjinakkan harimau kilin api itu, dan aku tidak menyesalinya" ucap Libear
"Sudahlah cepat bangun, kita ini satu party bukan tuan dan majikan" ucap Maria.
Biar pun Maria jutek dan suka memarahi Libear tetapi Maria memang baik, dia hanya tidak suka melihat orang yang lamban seperti Libear.
"Baiklah memang kita satu party tetapi aku akan tetap menganggap mu sebagai Master ku" ucap Libear sambil bangkit dari berlutut.
Willy tersenyum dia pun ikut berbicara sambil mendekati harimau kilin api yang sudah Maria taklukan. "Jujur saja Maria tidak membutuhkan anak buah yang lemah seperti mu, kalau kamu memang ingin menjadi anak buahnya, jadi lah lebih kuat lagi, karena suatu hari nanti kamu bisa berguna untuk kami"
Setelah berkata seperti itu Willy langsung mengelus kepala harimau kilin api, dia bukan sekedar mengelus tetapi Willy juga sebenarnya sedang mengeluarkan esensi inti api dari tubuh kilin api yang tersisa.
Wuss....
Api merah keluar dari kepala harimau kilin api yang di balut dengan keristal kaca bening sebesar bola tenis, itu adalah esensi inti api murni dari harimau kilin api.
Orang lain menyebut juga dengan inti api abadi, karena berasal dari sumber kehidupan harimau Kilin Api.
Harimau kilin api itu tidak mati ketika di ambil inti apinya, karena harimau kilin api itu sudah di berikan esensi api biru oleh Maria sehingga Maria dan harimau kilin api itu bisa saling bersinergi.
"Kenapa aku menyuruh mu untuk tidak membunuh Blue, Karena aku membutuhkan inti api ini, aku melihat quest di dinding dan seseorang membutuhkan inti api ini, bukan hanya bayaran yang lumayan besar tetapi juga menjadi syarat naik level dari silver menjadi gold. Dan aku mengambil quest ini supaya kita mengumpulkan benda benda lain untuk kita langsung bisa naik level" jelas Willy.
Maria pun menepuk pundak Willy "Kamu memang selalu berpikir beberapa langkah ke depan dari ku, aku senang selalu mendampingi kamu"
Maria pun mengecup pipi Willy di depan Libear, yang membuat Libear menjadi salah tingkah.
"Aduh, malah bermesraan di depan ku, hey ingat ada aku di sini woy, aku bukan kambing conge" teriak Libear.
Willy dan Maria pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku dari Libear yang menjadi salah tingkah.
Willy pun mengajak mereka untuk melanjutkan perjalanan "Ayo kita lanjutkan perjalanan kita, sebentar lagi kita akan sampai, hanya tinggal beberapa Ratu meter lagi dari sini"
Kemudian Willy pun menunjuk gapura yang berwarna merah dari kejauhan "Lihatlah itu pintu masuk menuju rumah penyihir, gapura merah dari sini sudah kelihatan"
Melihat itu Libear pun menjadi sangat senang, "Hore Quest kita berhasil dan kita sampai dengan selamat"
Mereka pun pergi, Libear menaiki Pepey dan Maria menaiki blue, sedangkan Willy berjalan kaki sendirian.
__ADS_1
"Apa kamu tidak ikut menaiki Blue bersama ku" ajak Maria.
Willy pun menolak "Tidak perlu, aku lebih suka jalan kaki seperti ini, kamu perlu beristirahat dengan menaiki blue, karena kamu sudah bekerja keras selama perjalanan"
"Hai Willy, apa aku tidak kamu puji juga, aku juga sudah bekerja keras" ucap Libear.
"Iya aku juga berterima kasih kepada mu, karena kamu sudah bekerja keras dan sampai hampir mati karena melawan Giant Rabbit dan Pepey mu itu" puji Willy.
"Hahaha....aku tersanjung dengan pujian mu, tapi sungguh kamu benar benar pintar memuji" ucap Libear.
Kemudian Libear pun bertanya kepada Maria "Hai master, apa sebenarnya hubungan mu dengan Willy, apa kalian benar benar sepasang kekasih"
Panggilan Libear berubah yang asalnya cewek jutek menjadi memanggil master kepada Maria.
"Ya kami berdua memang sepasang kekasih, kami sudah bertunangan semenjak kami masih kecil, dan aku bukan hanya tunangannya, tetapi juga penjaganya" jelas Maria.
Mendengar penjelasan dari Maria, Libear menjadi garuk-garuk kepala "apa maksud mu, tunangan sekaligus penjaga"
Maria pun mulai bercerita "Aku dulu Mantan Budak yang di selamatkan oleh kakaknya Willy, dan aku di berikan kepada Willy untuk menjadi temannya, dan karena dia sering di rundung oleh anak sebayanya, aku sekaligus menjadi pengawalnya juga karena sebelum aku menjadi budak aku anak seorang assassin"
"Apa Master dulu seorang budak dan anak seorang assassin, terus Willy di bully oleh anak sebayanya, ach itu mengingatkan ku kepada cerita yang di bawa para pengembara tentang Pangeran Sampah Yang tidak memiliki kekuatan dan dia suka di bully serta di asingkan oleh ayahnya yang seorang raja" ucap Libear.
Willy tersenyum "Cerita tentang Pangeran Sampah bisa kah kamu ceritakan kisah itu, aku sangat menyukai cerita"
Maria pun menanggapi "Ya Beruntung aku di selamatkan oleh kakaknya Willy dan di anggap anak oleh ibunya Willy, sehingga aku pun di bebaskan dari perbudakan, karena kerajaan tempat aku tinggal melarang adanya perbudakan, aku sudah di anggap keluarga oleh ibunda dan juga Willy dan aku pun berjanji akan setia melayani Willy selama hidup ku, dan aku pun di tunangkan oleh ibunda dengan Willy"
Maria bercerita panjang lebar tentang ibunya Willy yang sudah di anggap ibunya sendiri, Maria pun memanggil ibunya Willy dengan sebutan Ibunda tetapi tidak menambahkan kata Ratu, karena memang Willy dan Maria sedang menutupi jatidirinya sebagai seorang pangeran dan jenderal dari kerajaan Lareagon.
"Maria sudah bercerita tentang kita, sekarang giliran mu bercerita dongeng pangeran sampah" pinta Willy kepada Libear.
"Ya baiklah, aku akan bercerita tetapi jawab satu pertanyaan ku terlebih dahulu" ucap Libear.
"Apa yang harus aku jawab" tanya Willy.
"kayaknya Kamu adalah anak dari seorang bangsawan, karena tidak mungkin kalau seorang yang biasa saja bisa membelikan ku peralatan tempur di toko senjata yang harganya sangat mahal" ucap Libear.
"Ya aku memang anak seorang bangsawan, apa ada yang salah" jawab Willy.
Libear pun menggelengkan kepalanya "Tidak, tidak ada yang salah. Tapi aku heran kenapa anak seorang bangsawan memilih menjadi petualang dan menempuh bahaya seperti ini, apa kamu melarikan diri dari keluarga mu"
Willy pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Aku tidak melarikan diri dari rumah ku, aku sengaja berkelana karena ingin menjadi kuat, tubuh ku ini lemah dan hanya mengandalkan Maria di sisiku, aku ingin menjadi bertambah kuat, sehingga kalau menjadi pengembara dan berpetualang seperti ini aku akan kuat seiring waktu berjalan"
__ADS_1
"Kamu memang anak bodoh, orang lain inginkan menjadi anak seorang bangsawan dan menghabiskan hidupnya untuk bersenang senang, ini malah pergi mengembara dan menjadi seorang petualang" Libear tidak habis pikir dengan Willy yang di anggap sebagai anak bangsawan.
"Hahaha....Kamu tidak tahu saja, menjadi anak seorang bangsawan itu sangat menjengkelkan, hidup ku di atur kemana mana serba di kawal mau makan di siapin mau apa aku di jagain, apa bedanya aku dengan hewan ternak kalau begitu, aku ini manusia yang kebebasannya aku yang tentukan sendiri" ucap Willy sambil merentangkan kedua tangannya.
Maria pun menimpali "Terkadang ada orang yang melihat bangsawan itu keren dan serba berkecukupan, tetapi ada juga bangsawan yang iri kepada rakyat jelata yang hidup dengan bebas tanpa di kekang aturan"
"Hidup itu saling berprasangka, aku yang terlahir dari keluarga miskin bercita-cita ingin menjadi orang kaya, dan anak orang kaya iri melihat ku yang bebas. Hidup itu memang unik aku kira menjadi kaya bisa berbuat semaunya, ternyata mereka banyak di kekang oleh aturan, lebih baik aku hidup menjadi diriku sendiri saja" ucap Libear.
Maria dan Willy pun tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan dari Libear.
"Hai kenapa kalian berdua menertawakan aku" tanya Libear.
"Tidak, aku tidak menertawakan mu" ucap Willy.
"Nah itu tadi" tanya Libear.
"Sudah jangan di pikirkan, kami hanya melihat mu lucu saja" timpal Maria.
Di perjalanan mereka mengobrol dan tidak terasa sudah di depan gapura, blue dan Pepey berhenti di gapura itu dan mereka tidak bisa melewati sekeliling gapura itu, karena sekeliling gapura dipasang segel Sihir pertahanan, untuk melindungi dari monster yang masuk ke tempat penyihir yang berada di hutan kegelapan ini.
"Blue dan Pepey tidak akan bisa masuk, kita harus meninggalkan mereka di sini" ucap Willy.
Maria pun turun dari punggung blue "baiklah blue sekarang kamu pergi bermain, nanti kalau aku butuh aku akan memanggil kamu" perintah Maria.
Libear pun melakukan hal yang sama kepada Pepey dia turun dari punggung Pepey dan memberikan perintah "Pepey pergilah bermain, nanti kalau aku kembali aku akan memanggil mu"
Pepey dan blue pun meraung "Goar....Goar...."
Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu dengan berlari. Maria dan Libear pun melambaikan tangannnya.
"Ayo kita masuk" ajak Willy.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna