PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Membabi Buta


__ADS_3

Setelah ledakan terjadi, semua jebakan yang ada di desa itu hancur karena ikut terbakar bersama ledakan besar itu.


Beberapa rumah warga pun ikut hancur karena dampak ledakan dan beberapa lagi ada yang kebakar, beruntung warga di desa itu sudah Mengungsi, sehingga tidak ada korban jiwa.


Api berlahan mengecil dan asap pun menghilang, dua orang kemudian muncul melesat seperti bayangan dan bertengkar di atas genteng bangunan yang paling tinggi.


Kemudian muncul ratusan orang berjubah hitam mengikuti kedua orang tersebut dan bertengger di atas genteng.


"Hahaha.... ternyata sangat mudah membunuh kedua bocah itu, mereka memang orang yang bodoh bisa masuk ke dalam jebakan kita" ucap pemimpin mereka.


Kemudian orang yang di dekatnya pun berbicara dengan membungkukkan badannya "Tuan delapan belas, kita tidak boleh menyimpulkan bahwa mereka berdua sudah mati, kita harus memastikan terlebih dahulu apakah itu benar mereka berdua yang masuk ke desa ini dan kena jebakan itu, karena aku tahu siapa Willy Jovanka itu, dia orang yang tidak sebodoh itu"


Kemudian pemimpin yang disebut tuan delapan belas itu melirik ke arah orang yang barusan bicara "apa yang kamu ragukan sembilan belas"


Kemudian tuan delapan belas memerintahkan kepada anak buahnya "anak anak, lihat dan pastikan apakah ada yang mati dalam ledakan itu"


Beberapa orang assassin mengangguk dan menjawab "siap ketua...."


Beberapa orang turun dari atas genteng dengan cara melompat dan mendarat mulus di atas tanah kemudian mereka mencari sisa sisa potongan tubuh, setidaknya mereka menemukan potongan daging atau bercak darah.


Tetapi mereka tidak menemukan apapun yang menyatakan bahwa ada yang mati dalam ledakan itu, mereka pun melaporkan bahwa tidak ada jejak kematian.


"Sialan siapa, yang meledakkan semua jebakan kita, tidak mungkin jebakan kita meledak begitu saja" ucap tuan delapan belas.


"Aku dengar dia di didik oleh bangsa Dwarf, dan prajurit Dwarf sangat pintar membuat tiruannya sendiri, mungkin Willy menggunakan kemampuan itu untuk mengaktifkan jebakan kita" ucap sembilan belas.


"Maksud mu dengan membuat Golem tiruan seperti yang di lakukan si Rooney bodoh itu ?" Tanya tuan delapan belas.


Sembilan belas pun mengangguk "benar tuan"


Tuan delapan belas pun meninju tangannya sendiri "Sialan, kemana anak itu sekarang, kalau yang meledakan kebanyakan kita hanya Golem tiruan saja"


Di gerbang kota berdiri laki laki dan perempuan dengan memakai pulset armor, yang perempuan mengenakan armor mereh dan yang laki laki mengenakan armor Putih.


Mereka berdua berdiri di atas gerbang masuk desa dan berbicara kepada mereka semua "Apakah kalian mencari kami"


Semua orang serempak menoleh kearah Willy dan menatap dengan tidak percaya.


Kemudian Willy pun melanjutkan bicaranya "jebakan yang sama tidak akan mempan kepada kami, kalian itu orang orang yang bodoh, dengan menggunakan jebakan yang sama, seperti menjebak hewan di hutan "


"Kurang ajar dasar bocah tidak tahu diri, kamu lah yang bodoh sebenarnya, karena berani muncul di tempat ini" ucap tuan delapan belas.


Kemudian tuan delapan belas menunjuk kearah Willy dan Maria "Bunuh.... Bunuh kedua Bocah itu...."


Sreng....


Semua assassin itu langsung mengeluarkan senjata mereka.


Wuss....

__ADS_1


Mereka pun melompat dan menyerang Willy dan juga manusia.


Di sana Willy menoleh kearah Maria dan tersenyum "Bantai semua manusia rendahan yang menginginkan kita mati, jangan memberikan mereka ampuh sedikit pun"


"Baiklah kalau begitu, dengan ini aku akan bersenang-senang dengan mereka semua" jawab Maria.


Maria yang sedang memegang tombak petir pun mengayunkannya kemudian dia hempaskan sambil berteriak.


"Jurus naga petir penghakiman...."


Krekak....


Energi sihir elemen petir keluar dari ujung tombak dan membentuk naga yang melesat langsung ke arah para assassin yang hendak menyerang Maria.


Wuss....


Duwar....


Assassin yang terkena naga petir itu langsung gosong dan meledak seketika, di area itu pun menjadi hujan darah yang di akibatkan ledakan tubuh assassin yang terkena serangan Maria.


"Pantas di sebut Iblis petir, wanita itu sangat kejam terhadap musuhnya" ucap tuan delapan belas.


"Anak buah anda terlalu lemah, tuan delapan belas, biarkan aku yang menghadapi Maria dan anda yang menghadapi Willy" ujar sembilan belas.


"Terserah kamu saja, tetapi hadiah yang aku terima lebih besar dari kamu karena aku yang akan membunuh putra Eldra" jawab tuan delapan belas.


Assassin yang lain, menyerang Willy secara bersamaan, Willy tidak mau repot, dia menggunakan senjata pedang dewa naga agung.


Willy pun mengayunkan pedangnya, kearah para assassin itu "vertikal slash...."


Energi pedang dewa naga agung melesat cepat ke arah para assassin itu.


Crack....


Semua assassin yang menyerang Willy langsung terbelah menjadi dua bagian.


Sisa assassin yang masih hidup sangat ketakutan karena dengan sekali ayunan pedang Willy bisa menebas begitu banyak assassin, begitu pula Maria.


Di belakang mereka tuan delapan belas berteriak "Dasar Bodoh, pakai pelindung sihir kalau mau menyerang, kalau tanpa menggunakan pelindung sihir kalian hanya akan mati konyol"


Mereka pun mengangguk dan langsung memasang Barier Pelindung di tubuh mereka dan kemudian mereka pun kembali menyerang Willy dan juga Maria.


Wuss....


Wuss....


Wuss....


Serangan sihir elemen petir dan Tebasan pedang dewa naga agung Willy tidak banyak berefek, tetapi mereka masih terluka tetapi tidak langsung mati di tempat.

__ADS_1


Mereka bisa menyerang Willy dan Maria dengan serangan jarak dekat, tetapi ketika mereka berhadapan mereka pun langsung di tebas Willy dan di tusuk Maria. Tetap saja mereka mati mengenaskan di tangan Willy dan Maria.


Beberapa assassin yang mengandalkan kekuatan sihir, mereka menyerang dari jarak jauh dengan sihir elemen api yang di gabungkan dengan sihir ledakan.


Willy dan Maria pun menghindari setiap serangan dari para assassin magi tersebut, dan tempat tempat yang di hinggapi Willy dan Maria di serang dan terbakar.


Seluruh desa itu pun menjadi lautan api, karena ulah dari assassin magi yang menyerang Willy dan Maria dengan membabi buta.


Willy dan Maria pun menggunakan jurus mereka, Willy menggabungkan pedang dewa naga agung dan beladiri taring serigala, begitu Maria mereka berdua menganggukan jurus beladiri taring serigala.


"Tarian perang serigala....." Willy berteriak sambil mengayunkan pedangnya.


Wuss....


Muncul sosok serigala yang sangat besar yang keluar dari energi pedang dewa naga agung, serigala itu pun meraung dan kemudian menerjang.


Auu.....


Maria juga menghempaskan tombak petir dan berteriak "Tarian Perang Serigala...."


Wuss....


Muncul sosok serigala dari tombak milik Maria yang diselimuti oleh petir yang menyambar nyambar, serigala itu pun meraung dan kemudian menerjang.


Auu....


Wuss....


Duwar....


Kedua serangan yang berbentuk serigala itu menerjang semua assassin magi dan terjadi ledakan yang sangat besar sehingga desa itu pun porak poranda.


Semua assassin anak buah tuan delapan belas musnah, yang tersisa hanyalah mereka berdua saja untuk melawan Willy dan Maria.


"Apa kamu takut sembilan belas ?" Tanya tuan delapan belas.


"Sebenarnya, melihat kekuatan mereka aku sedikit gemetar, tetapi mereka kuat karena senjata yang mereka miliki, selebihnya mereka sama lemahnya seperti yang lain" jawab sembilan belas.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


__ADS_2