
Ke esokan harinya Willy dan Maria berpamitan kepada semua orang dan memulai kembali perjalanannya untuk menuju ke lembah keabadian.
Di perjalanan Willy mengeluarkan tombak dari sihir dimensi item Book yang dia ambil dari gudang harta di kota Heypan. Willy memberikan tombak tersebut kepada Maria "ini untuk mu"
Maria menerima tombak tersebut "Terima kasih, dari mana kamu dapat tombak sebagus ini" tanya Maria.
"Aku mengambilnya dari gudang harta kota Heypan" jawab Willy.
"Padahal aku sudah memiliki tombak petir, untuk apa aku memiliki tombak lainnya" ucap Maria.
"Anggap saja itu sebagai cadangan, karena tidak mungkin kamu selalu menggunakan tombak petir, suatu saat kita akan menyamar dan tidak akan memakai identitas asli kita, jadi tombak cadangan itu perlu untuk mu" jawab Willy.
"Benar juga ya, kalau aku selalu memakai tombak petir ku, orang orang akan langsung mengetahui bahwa aku si Iblis Petir, kalau dengan tombak ini aku tidak khawatir identitas ku terbongkar" ucap Maria yang tersadar dengan ucapan Willy.
Dia mengayun ayunkan tombaknya kemudia dia putar dan sesekali menyalurkan energi sihir ke tombak tersebut.
Yang pertama Maria menyalurkan energi sihir elemen api, tombak tidak merespon apapun dan seperti tombak tersebut tidak terpengaruh, kemudian Maria mengalirkan sihir elemen petir.
Tidak seperti tombak petir yang kalau di aliri sihir elemen petir langsung merespon tetapi tombak ini biasa biasa saja bahkan tidak terjadi rambatan energi yang merambat dari batang tombak tersebut.
Maria sedikit kesal "Tombak apa ini, di aliri energi sihir elemen tidak merespon, tombak biasa saja bisa merambatkan energi sihir tetapi tombak ini tidak bisa merambatkan energi sihir sama sekali"
"Sihir elemen apa saja yang kamu salurkan" tanya Willy.
"Aku menyalurkan energi sihir elemen api dan petir " jawab Maria.
"Kamu kan menguasai 3 elemen sihir, apa elemen angin sudah kamu coba" tanya lagi Willy.
"Kedua elemen yang aku salut kan saja tidak merespon apalagi sihir elemen angin, Ach tombak jelek" kesal Maria.
"Sini aku pinjam" pinta Willy sambil menyodorkan tangannya.
Maria pun dengan kesal memberikan tombak yang dia pegang kepada Willy "Ni..."
Willy mengambil tombak tersebut, karena Willy menguasai semua sihir elemen dasar seperti angin, api, air dan tanah. Willy pun mencoba menyalurkan sedikit energi sihir elemen angin.
Memang seperti tidak merespon walaupun sudah di aliri sihir elemen angin dan tidak terjadi rambatan energi. Tetapi tiba-tiba tombak itu menyedot langsung energi sihir angin dari alam.
__ADS_1
Willy merasakan ada tekanan berat dari ujung mata tombak kemudian Willy ayunkan tombak tersebut ke arah pepohonan yang rindang dengan tidak memakai tenaga.
Wuss....
Brak....
Angin kencang langsung keluar seperti membawa pisau yang menebas semua batang dan daun pohon yang ada di depannya sampai gundul tak tersisa
Maria langsung terkejut "wow...Tombak apakah ini bisa menghancurkan batas dan pohon dengan sekali ayunan tombak"
Willy pun mengembalikan tombak itu kepada Maria "Cobalah, aku hanya menyalurkan sedikit energi sihir elemen angin, kemudian tombak itu menyerap lebih banyak Sihir elemen angin dari alam"
Kemudian Maria pun mencoba menyalurkan sedikit energi sihir elemen angin, dan tombak itu pun merespon dengan menyerap sihir Maria sebagai pemicu dan tombak itu mengumpulkan sihir elemen angin di ujung tombaknya sehingga membentuk pusaran bola angin putih yang memadat
Maria melihat burung yang lumayan besar melintas dia pun mencoba menjadikan burung itu menjadi sasarannya, karena kalau sasarannya benda mati maka akan lebih mudah
Maria mencari sasaran yang sulit dan bergerak, sehingga menjadikan burung yang terbang menjadi sasarannya, Maria mengayunkan ujung tombak dari arah bawah ke atas supaya energi sihir elemen angin meluncur ke burung yang sedang terbang tersebut.
Hiuk....
Dengan cepat Maria mengayunkan tombak tersebut dan energi sihir angin meluncur.
Wuss....
Willy segera melompat dan menangkap burung tanpa bulu tersebut, dan memang benar burung tersebut masih hidup dan utuh hanya bulunya saja lah yang hilang.
"Lumayan dapat satu burung buat nanti makan siang" ucap Willy.
Maria bengong sambil berjalan dia nampak melihat aneh "Heh Willy kenapa burung itu masih hidup, kamu tadi mengayunkan ke pohon, pohon itu sampai tertebas bahkan daunnya sampai rontok semua, dan sekarang aku mengarahkan serangan ke burung itu, tetapi kenapa hanya bulunya saja yang terlepas tetapi burung nya tidak mati bahkan tidak tergores sedikit"
Willy pun menjadi menyadari dia mengangkat burung yang dia pegang tidak ada darah yang menetes sedikitpun padahal serangan tadi seharusnya membuat burung itu menjadi beberapa bagian.
"Iya benar burung ini masih utuh, tapi Bagus lah, jadi kita hanya tinggal menyembelihnya saja dan tidak repot harus mencabuti bulunya " ucap Willy.
"Bukan itu yang aku maksud, tetapi Tombang angin ini kenapa tidak bisa membunuh burung itu " tanya Maria.
Willy menjawab dengan asal "mungkin tombak itu tombak kebajikan, yang baik dan tidak bisa membunuh makhluk hidup dan hanya bisa di gunakan untuk benda mati, jadi bagus kan, kamu tidak harus membunuh orang dengan tombak itu"
__ADS_1
Maria pun tidak panjang lebar "Terserah kamu lah"
Karena perjalanan sangat jauh dan tidak mungkin mereka pun berjalan santai, mereka mulai mempercepat langkahnya dan kemudian mereka pun berlari serta menggunakan sihir elemen angin dan petir untuk mempercepat pergerakan mereka.
Sehingga dalam beberapa jam mereka sudah sangat jauh meninggalkan wilayah hutan yang mereka lewati dan sekarang mereka masuk ke wilayah ngarai dan pebukitan.
Maria yang sudah menyimpan tombak angin miliknya kedalam sihir dimensi item Book melompat dan berlari dengan bebas, Willy pun memasukan burung tersebut kedalam sihir dimensi item Book.
Hari menjelang siang mereka pun beristirahat di tepi sungai dan membakar burung yang tadi sudah ditangkap kemudian mereka makan.
Dengan sihir api mereka mudah membuat api untuk membakar daging burung, semuanya mudah kalau di lakukan dengan sihir.
Willy pun berbaring di atas batu di bawah pohon rindang di sampingnya ada Maria yang belum selesai memakan burung bakar.
"Andai di dunia ku yang dulu ada sihir seperti ini, mungkin hidup ku akan lebih mudah dan nyaman" ucap Willy pelan.
Maria menoleh ke arah Willy kemudian kembali pokus kepada makannya dan dia pun bertanya "Apakah dunia mu dulu seindah ini, dan kenapa tidak ada Sihir, ayo cerita kan aku ingin tahu dunia asal mu"
Willy tersenyum dan mulai bercerita "Di dunia ku tidak ada sihir, tetapi teknologi di dunia ku sangat maju, orang orang di dunia ku bisa membuat alat untuk terbang dan bisa menampung lebih dari 100 orang di dalamnya.
Bukan hanya itu saja, mereka juga menciptakan alat transportasi yang di namakan Mobil, bergerak dengan menggunakan mesin"
Maria kembali bertanya karena penasaran "apa di sana ada perang"
"Ya dulu di dunia ku sering terjadi perang antara negara dan perang di sana sangat mengerikan karena tidak memakai pedang atau pun panah, mereka menggunakan senjata api seperti senjata yang aku buat untuk bangsa Dwarf.
Itu adalah senjata perang yang sangat mengerikan bahkan anak kecil bisa membunuh orang dewa dalam sekali tembak" Jawab Willy.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna