
Willy tersenyum dan berkata "jangan khawatir lihat saja hasilnya"
Di sana para prajurit masih ragu untuk meninggalkan Golem yang mereka buat karena kalau mereka meninggalkannya Golem tersebut akan hancur.
Dan apa bila mereka harus membuat Golem kembali mungkin sihir yang mereka miliki akan habis, karena membuat Golem dengan sihir Roux-Rhume memerlukan sihir yang begitu banyak.
Jenderal divisi pertama pun berteriak kepada seluruh pasukan "prajurit lakukanlah apa yang di katakan putra Eldra dan berbaris kembali di luar barisan para Golem"
Mereka pun menuruti apa yang di katakan oleh jenderal divisi pertama dan berlari meninggalkan Golem yang mereka buat.
Betapa terkejutnya mereka ketika menginggalkan Golem Golem itu, "loh ko Golem nya tidak hancur" ucap salah satu prajurit.
Dan mereka pun bersorak gembira karena Golem yang mereka buat tidak hancur setelah mereka tinggalkan.
Jenderal divisi pertama bertanya lagi kepada Willy "apa yang mesti saya lakukan dengan Golem Golem ini"
"Tenang saja saya memiliki satu sihir yang disebut sihir program mereka bisa bergerak atas perintah satu orang, tapi siapa yang akan memerintahkan semua Golem ini" ucap Willy
"Biar saya saja yang memimpin para Golem itu" ucap wakil jenderal.
"Benar biarkan komandan Enes yang memimpin pasukan Golem" ucap jenderal divisi pertama.
Willy pun mengangguk "baik lah" kemudian Willy mengangkat tangannya dan membacakan mantra, lingkaran sihir pun terbentuk di seluruh area "Program patuhi segala perintah dari komandan Enes"
Brak....
Prajurit Golem pun mulai bergerak, mereka pun bersorak senang. "Terima kasih putra Eldra mungkin tanpa mu kita tidak akan bisa menambah pasukan kita, dan kami tidak kepikiran bahwa menggunakan inti monster bisa memadatkan Golem dan tidak membuat Golem yang kami buat hancur"
Kemudian jenderal divisi berbalik kearah komandan Enes "Besok pagi berangkatlah terlebih dahulu dengan 20.000 pasukan Golem ini sorenya baru kami dan divisi ketiga dan divisi kelima berangkat bersama"
"Baik jenderal" ucap komandan Enes
"Ya sudah aku berangkat dulu ke camp lain, masih banyak yang harus aku kerjakan" ucap Willy
Willy pun berjalan ke camp pasukan kavaleri mereka sudah berbaris rapi dengan menunggang kuda di sana Willy pun memerintahkan hal yang sama yaitu membuat dua Golem dari masing masing prajurit.
__ADS_1
Kemudian membagikan inti monster setelah itu menggunakan sihir program, Willy juga melakukan itu semua di divisi ke tiga dan divisi kelima.
Hanya divisi keempat yang tidak membuat Golem karena mereka pasukan udara dan tidak bisa menggunakan sihir Roux-Rhume.
Setelah Willy menyelesaikan tugas tugasnya dia kembali ke markas nya, di markas sudah ada 3.000 pasukan dan di sana juga Maria sudah membagikan mini bot kepada pasukannya dan pasukan Raja Ferik.
"Bagaimana apa semua sudah kebagian" tanya Willy kepada Maria.
"Mereka sudah dapat, termasuk senjatanya, tetapi cara kerja dari alat tersebut mereka belum tahu" jawab Maria.
Salah seorang dari pasukan Willy membawakan Willy satu mini bot sebagai alat peraga, di sana berbaris 2.000 pasukan hanya pasukan yang di pimpin oleh Willy yang tidak ikut berbaris karena sibuk di dalam markas menyiapkan semua alat.
Willy pun berkata kepada semua pasukan "perhatian semua, kita akan melakukan uji coba dan latihan menggunakan alat baru yang bernama mini bot, untuk pasukan perisai naga mohon lepaskan armor kalian karena itu tidak akan berguna lagi ketika memakai mini bot ini"
Semua pasukan perisai naga yang berjumlah 1.000 orang segera melepaskan armor mereka, kemudian Willy pun berkata lagi "semua pelindung yang kalian pakai harap dilepas"
Pasukan tombak naga pun melepaskan pelindung mereka, dan mereka pun hanya memakai pakaian dan celana ketat yang sering di pake di bagian dalam.
Setelah itu Willy mulai menaiki mini bot "semua perhatikan pertama naik ke atas sini, kemudian kencangkan dan pasang supaya sesuai dengan kaki kalian, setelah itu pakai perisai dada dan dengan bersandar ke belakang"
Willy pun menjelaskan semua cara memakai mini bot dan kemudian menjelaskan cara menggerakan mini bot tersebut, mereka pun langsung mencoba dan dengan mudah mereka mengerti cara kerja dari mini bot tersebut.
Kalian akan berangkat 2 hari lagi, sehingga hari ini kalian harus sudah bisa menggunakan mini bot ini apa kalian mengerti dan siap" ucap Willy.
Semua pasukan berkata dengan serempak "siap komandan.
*
Hari pemberangkatan pun tiba, pasukan Golem sudah berangkat pagi pagi yang di pimpin oleh wakil jenderal divisi masing masing.
Dan pasukan inti berangkat sore harinya kecuali pasukan udara pengendara Gripon yang akan berangkat terakhir bersama Raja Freevik Reagon dan Raja Ferik Reagon.
Semua pasukan pendukung sudah siap dan bisa memakai mini bot dengan lancar dan siap bertarung mereka pun berangkat besok harinya.
Pasukan yang di pimpin Willy menyiapkan diri untuk pertempuran, mereka menggunakan sihir dimensi item Room untuk memasukkan MecaBot dan memakai sihir dimensi item Book untuk memasukan mini bot.
__ADS_1
Dan mempersiapkan senjata lainnya, pasukan Fergus yang menjadi pasukan udara mempersiapkan Wyvern dan Gripon mereka dan dilengkapi dengan Armor yang khusus di buat untuk Wyvern dan Gripon.
Bukan hanya itu saja armor itu dilengkapi dengan senjata dan rudal balistik yang di lengkapi dengan bijih Fulham dan hanya meledak jika terkena benturan keras.
Semua bekerja keras hari ini dan akhirnya selesai mereka pun beristirahat untuk persiapan perjalanan besok pagi.
*
Keesokan harinya pasukan inti angkatan udara, Raja Freevik Reagon dan Raja Ferik Reagon berangkat dengan mengendarai Gripon, berangkat menuju Medan perang yang lokasinya di perbatasan kerajaan Gramostola dan kerajaan Lasiodora.
Tempat tersebut disebut ladang kematian suatu hamparan luas yang di kelilingi perbukitan, tempat itu adalah tanah tak bertuan karena tidak satupun kerajaan mengklaim daerah tersebut sebagai wilayah kekuasaan mereka.
Bukan hanya itu daerah itu sering di pakai untuk peperangan dan berburu monster, karena banyak monster buas yang mendiami daerah perbukitan tempat tersebut.
Perjalanan dari kerajaan Lareagon ke ladang kematian menempuh satu Minggu perjalan itu juga apabila mereka berjalan kaki, kalau mereka menaiki kuda dengan di paku secara normal maka akan sampai 4 hari.
Kalau lewat udara mereka bisa sampai ke daerah sana dengan hanya 1 hari saja, sehingga pasukan inti angkatan udara yang lebih sampai terlebih dahulu.
Mereka pun segera turun di salah satu bukti paling tinggi yang tidak jauh dari ladang kematian yang akan menjadi Medan perang nanti.
"Cepat semua turun dan segera dirikan camp" teriak jenderal divisi ke empat angkat Udara.
Mereka pun segera mendirikan tenda dan yang pertama kali mereka dirikan adalah tenda besar untuk Raja Freevik Reagon dan Raja Ferik Reagon serta berfungsi untuk ruang pertemuan.
Bukit yang paling tinggi dipilih sengaja supaya bisa mengawasi situasi daerah tersebut dari kejauhan dan tempat yang paling aman dari serangan darat.
Mereka mendirikan tenda camp untuk prajurit dan mengawasi daerah sekitar serta mengibarkan bendera kerajaan Lareagon.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna