PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Batu Hitam Laut Dalam


__ADS_3

Setelah tuduhan yang dilemparkan oleh Raja Alfred Eldragon panitia pun bergerak cepat untuk menemukan penyusup yang menyamar jadi panitia.


Dan ternyata benar ada dua orang panitia yang tewas karena di bunuh pakaian dan nemteg mereka ambil dan mayat panitia itu ditemukan di kamar mandi.


Di tempat pertarungan Willy, dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan serangan dari assassin tersebut merupakan orang orang yang berpengalaman.


Meskipun tidak menggunakan sihir Willy bisa mengatasi dan mengindari serangan mereka, tetapi tetap saja merepotkan karena senjata yang dia pakai sekarang hanya pisau belati saja.


"Aku harus mengalahkan assassin yang paling lemah dulu kemudian aku rebut senjatanya, aku sangat kewalahan kalau harus menggunakan belati saja"


Willy pun bergumam dalam hati dan dia pun mencerna perkataan dari ketua assassin yang bilang di gelangnya di pasangi batu hitam laut dalam.


Sambil bertarung Willy mengamati gelangnya karena dan ada peraturan apabila dia melepaskan gelang tersebut maka langsung di diskualifikasi.


Sehingga Willy tidak mau melepaskan gelang tersebut dan bukan hanya itu kristal kamera dron pun akan berhenti mengikuti Willy sehingga dia tidak akan muncul lagi di layar monitor sihir yang berada di stadion.


Willy mengamati gelang dan dia tidak fokus melawan musuhnya yang menyerang


Buk...


"Ugh...."


Willy terpental karena terkena tendangan dari salah satu assassin. Dan Willy pun terjatuh bukan hanya itu assassin lain berhasil mengenai punggung Willy dengan pedangnya.


Beruntung yang terkena hanya bajunya saja sehingga bajunya sobek oleh pedang musuh, ketika Willy terjatuh dan masih berbaring itu kesempatan untuk para assassin melancarkan serangan lagi


Hep....hiat....


Semua pedang assassin itu di hunuskan ke tubuh Willy.


Trang....


Willy menghindar cepat dengan berguling dan masuk ke selokan sehingga badan Willy basah kuyup.


Pedang dari para assassin itu pun mengenai lantai gorong-gorong, mereka dengan cepat menarik kembali pedang mereka dan kembali menyerang Willy.


Willy yang sudah berguling dan tertelungkup dia berlahan bangkit tetapi tidak berdiri, pisau belati yang dia pegang kemudian dia gigit.


Tangannya mencakar dan kakinya sedikit di tekuk, Willy sekarang menggunakan jurus harimau merunduk. Salah satu tekhnik dari jurus pencak silat.


Willy terfokus menyerang kaki dan alat vital dari musuhnya.


Trang....


Brak....


Sret....


"Agh...."


Salah satu kaki dari assassin yang menyerang Willy ada yang terkena sayatan dari pisau belati yang Willy gigit.


"Kurang ajar anak tidak tahu diri, mati saja susah banget....ayo cepat bunuh anak itu"


Hep...hiat...


Para assassin itu pun menerjang dan menyerang lagi.


Trang....


Brak....


Bruk....


"Ugh...."


"Agh...."


Willy mengenai salah seorang assassin sampai assassin itu jatuh dan senjatanya terlepas, sedangkan Willy pun terkena sabetan pedang di punggungnya sehingga darah menetes dari punggung Willy.


Sabetan pedang Assassin itu tidak dalam dan hanya menggores kulit luarnya saja tetapi tetap saja akibat sabetan itu darah hangat keluar.


"Hah....hah....hah....agh...."


Willy Engos engosan dan menahan rasa sakit.


"Andai saja aku dapat menggunakan sihir dan dapat mengambil pedang musuh yang sudah terjatuh, aku bisa sedikit unggul dari mereka.


Karena dari gerakan mereka, mereka hanya berada di level prajurit dan beberapa orang ada di level C1 dan C2.


Tetapi begitu sulit menghadapi mereka kalau tanpa senjata atau pun sihir, ah aku akan pura pura terdesak dan mendekati pedang musuh yang terjatuh itu.


Dan kemudian aku akan menggunakan jurus beladiri pedang tingkat tinggi dan skill bertarung ku di dunia asal ku, toh mereka juga tidak menggunakan sihir"

__ADS_1


Assassin itu pun menyerang lagi Willy pun mundur dan menghindari mereka.


"Serang...."


Hiuk....


Wuss....


Hiuk....


Willy menunuk, melompat melangkah kesamping dan berguling untuk menghindari semua sabetan pedang dari para assassin tersebut.


Willy pun berhasil mendekati pedang musuh yang terjatuh dia pun mengambilnya.


Hiuk....


Wuss....


Trang....


Sabetan pedang Assassin berhasil ditakis oleh Willy dengan pedang yang dia ambil.


Willy pun langsung balik menyerang dengan menggunakan jurus beladiri pedang tingkat tinggi.


Trang....


Trong....


Trang....


Sekarang Willy dapat mengimbangi mereka, suasana di stadium berubah menjadi bergemuruh melihat Willy yang balik menyerang dan dapat mengimbangi musuhnya.


"Hura....."


"Ayo balas putra Eldra ya.... bagus"


"Ya hajar si kurang ajar assassin itu"


"Betul begitu habisi mereka"


"Euh...kena...ya bagus kena...."


Para penonton pun menyoraki dan mendukung Willy meskipun mereka hanya melihat dari layar monitor sihir.


Mereka gereget melihat pertarungan Willy dan ikut berkata kata, seakan memberitahu dan menyemangati Willy.


*


Sebagian menuju tempat Willy dan yang lainnya pergi ketempat Maria mereka berangkat untuk menolong.


Di pertarungan Willy pun Willy masih berusaha menghalau musuh dan ada 2 orang assassin yang sudah Willy kalahkan dan terkapar mati.


8 assassin lainnya masih semangat menyerang Willy, dan dengan susah payah Willy dapat menangkis dan menghindari semua serangan.


Willy berusaha mengeluarkan sihir tetapi tetap saja tidak bisa dalam pertarungan itu pun si pemimpin assassin berbicara.


"Percuma kamu menggeluarkan sihir, kamu tidak akan bisa, karena batu hitam laut dalam itu bisa menghilangkan kekuatan sihir sampai level B,


Kamu yang hanya anak kecil paling juga berlevel C3 tidak akan mampu, maka terimalah kematian mu"


Assassin itu memberitahukan batas level yang bisa di kekang dan di tahan oleh batu hitam laut dalam hanya sampai level B saja.


Di sana Willy punya harapan kalau sampai mengerahkan semua kekuatanya karena selama ini Willy meredam kekuatannya supaya tidak di ketahui kekuatan asli dia berapa.


"Hahaha.... terima kasih sudah memberi tahu ku tentang batasan level gelang yang aku pakai"


Si pemimpin assassin menjadi binggung.


"Hai bocah ingusan kenapa kamu malah tertawa dan berterima kasih kepada ku apa kamu sudah siap untuk mati"


Willy pun tertawa lagi


"Hahaha.... justru kalian lah yang harus bersiap untuk mati, karena level aku sebenarnya bukan lah seperti level kalian"


"Hep...hiah...."


Willy mengeluarkan semua kekuatanya dan aura mendominasi pun terasa di lorong tersebut sehingga membuat bulu kuduk para assassin berdiri.


Mereka pun langsung mundur beberapa langkah dan tidak menyerang Willy.


"Apa yang kalian takut kan jangan berhenti menyerang sampai anak ingusan itu mati"


Pemimpin assassin itu menyuruh anak buahnya untuk kembali menyerang tanpa memberdulikan tekanan aura dominan yang di lancarkan oleh Willy.

__ADS_1


"Hep....hiat...."


"Hep....hiat...."


Semua assassin menyerang kembali Willy, Willy yang sedang berkonsentrasi untuk mengeluarkan seluruh kekuatannya pun sedikit menghindar dengan melompat beberapa langkah kebelakang.


Wuss....


Duwar....


Duwar....


Terjadi ledakan di tangan Willy tepatnya di gelang yang di pasangi dengan batu hitam laut dalam.


Karena ledakan tersebut membuat kristal kamera dron tidak berfungsi dan kamera tersebut mati jatuh kebawah.


Sehingga orang orang yang menonton di stadion tidak bisa lagi melihat pertarungan Willy dan layar monitor sihir yang menyiarkan Willy pun menghitam dan berlahan hilang.


Mereka kita Willy sudah mati dan gelangnya itu di cabut oleh assassin karena terakhir penonton melihat ada ledakan hebat di lorong tersebut dan kemudian kamera dron mati.


Di sisi lain yaitu dipertarungkan Willy para assassin menjadi kaget.


"Si...siapa kamu sebenarnya. Kenapa kamu bisa menghancurkan Batu hitam bawah laut dengan mudah"


Pemimpin assassin menjadi kena mental dan ciut karena Willy dapat menghancurkan batu hitam laut dalam yang ada di gelang yang Willy pake.


Tubuh Willy pun mengeluarkan cahaya kuning dan menerangi lorong tempat pertarungan tersebut.


Si pemimpin assassin itu pun berkata lagi.


"Sebenarnya kekuatan apa yang kamu miliki dan kenapa bisa menghancurkan Batu hitam bawah laut, apa kamu dewa atau Raja Iblis"


Willy menunjukan senyumannya yang membuat semua orang merinding.


"Mau tahu siapa aku sebenarnya, aku memang bukan dewa tapi aku bisa menghabisi nyawa kalian dengan sekali tebas"


Trang....


Brak....


Willy membuang pedang yang tadi dia pungut dan sekarang Willy mengeluarkan sihir dimensi item Book dan mengambil pedang Dewa Naga Agung.


Semua assassin melotot


"Apa ka....kamu pemilik pedang dewa naga agung yang di pake oleh pahlawan legendaris Edward El Dra.


Bu... bukanya pedang itu tertancap di batu kerajaan Lareagon kenapa bisa kamu memilikinya"


Willy pun menjawabnya


"Karena kematian kalian sebentar lagi maka aku akan memberi tahu kalian, aku adalah keturunan langsung dari Edward El Dra yang di kirim untuk membunuh kalian dan pedang ini aku cabut sendiri dari kerajaan Lareagon.


Sesudah Willy berbicara begitu kemudian Willy mengayunkan pedang dewa naga agung kesamping kanan dengan di pegang oleh kedua tangannya.


Wuss....


Willy pun menebaskan pedang tersebut kearah para assassin.


Crack....


Crack....


"Agh...."


"Agh...."


"Ugh...."


Semua assassin seketika terbelah menjadi dua bagian dan mereka pun mati.


Tebasan Willy ini meninggalkan goresan di dinding lorong yang lumayan dalam, kalau menggunakan pedang biasa walaupun di lapisi sihir tidak akan sedalam tebasan dari pedang dewa naga agung.


Setelah semua assassin mati Willy mengambil bungkusan dari mayat pemimpin assassin yang isinya 50 buah inti monster tikus bermata satu.


Willy pun melanjutkan perjalanan untuk membantai semua Monster tikus bermata satu menggunakan senjata pedang dewa naga agung.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇

__ADS_1


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2