
Pasukan udara kerajaan Eldragon yang di pimpin oleh Raja Gibran, yang sedang melayang layang di udara mereka pun tidak tinggal diam melihat prajurit kerajaan Nebulosus Baru menyerang prajurit kerajaan Jovalavia.
Raja Gibran berteriak keseluruhan anak buahnya "Pasukan serang prajurit kerajaan Nebulosus itu"
Semua penunggang Wyvern berteriak semangat "ya serang....."
Kemudian penunggang Wyvern pun menukik satu persatu dan menyerang pasukan kerajaan Nebulosus Baru, mereka menyerang dengan panas dan bahkan Wyvern mencengkram tubuh mereka kemudian di bawa terbang dan di jatuhkan kebawah hingga tubuh mereka hancur.
Pemandangan yang sangat mengerikan di lakukan oleh pasukan penunggang Wyvern sehingga membuat pasukan kerajaan Nebulosus kena mental dan sebagian prajurit pun mundur berencana masuk kedalam kota.
Mereka mundur untuk menghindari terkaman kaki Wyvern yang mengincar mereka dan berniat bersembunyi di dalam kota, tetapi mereka di halagi oleh pasukan Dwarf.
Karena pasukan Dwarf bertubuh kecil seperti anak berusia 10 tahun, mereka mengira dapat mengalahkannya dengan mudah, tetapi perkiraan mereka salah.
Pasukan Dwarf yang ada di sana dilatih khusus oleh Willy dengan berbagai keahlian, mereka pun memegang senjata api.
Dan ketika pasukan Nebulosus Baru mundur dari pertempuran dan berniat memasuki kota, mereka langsung di tembaki oleh pasukan Dwarf.
Door....
Door....
Satu persatu prajurit kerajaan Nebulosus Baru terjatuh dan mati, meskipun mereka menahan tembakan dengan perisai dan sebagian ada yang menggunakan sihir pertahanan tetap saja bisa di tembus oleh peluru dari pasukan Dwarf.
Dan kejadian ini seperti pembantaian sepihak sehingga para prajurit yang akan menuju ke dalam kota kembali ke pasukan lainnya dan membentuk pertahanan dengan prajurit yang menggunakan perisai di depannya.
Pasukan udara pun bisa memecahkan formasi bertahan mereka sehingga bisa di tembus dan di serang oleh pasukan kerajaan Jovalavia.
Ratu Elisia yang duduk di atas punggung kuda dengan elegan menarik anak panah dan membunuh prajurit kerajaan Nebulosus.
Dan setelah semua anak panahnya habis Ratu Elisia mengeluarkan pedang dari sarungnya yang tergantung di pelana kuda.
Kemudian Ratu Elisia memacu kudanya ke arah musuh dan membabat semua prajurit musuh yang menghalanginya.
Ratu Vanessa pun tidak mau kalah dia mengambil kapak yang di simpan di punggungnya, dia pun memacu kudanya dan mengayunkan kapak tersebut kearah musuh.
Banyak prajurit musuh yang mati di bunuh oleh kedua Ratu Jovalavia yang membuat anak dan ayah Plakona geram.
Peperangan terus terjadi, meskipun di pihak kerajaan Jovalavia juga banyak korban jiwa tetapi mereka tetap bersemangat untuk mempertahankan kerajaan mereka dan tanah air mereka.
Melihat kedua Ratu membantai prajurit nya, Raja Adrian Plakona pun menjadi geram dan marah "Ratu Vanessa aku lah lawan mu, ayo kita bertarung, akan aku habisi kamu"
__ADS_1
Dengan marah Raja Adrian Plakona pun memacu kudanya ke arah Ratu Vanessa. Erik Plakona pun berteriak "Hai Ratu Elisia akan aku habisi kamu, akan aku cabik wajah cantik mu dan akan aku biarkan tubuh indah mu di nikmati oleh seluruh pasukan ku"
Ratu Elisia pun menjawab "heh Erik, jangan banyak bicara kamu, seperti emak emak rumpi saja, ayo kesini dan lawan aku, buktikan bahwa kamu memiliki kemampuan"
Erik Plakona pun memacu kudanya mendekati Ratu Elisia dan langsung mengayunkan pedangnya, Ratu Elisia tidak tinggal diam dia pun menahan pedang dari Erik Plakona.
Sehingga bentrok ke dua perdang tersebut menimbulkan percikan api, dan mereka pun bertarung dengan menunggangi kuda.
*
Di pertarungan Ratu Vanessa melawan Raja Adrian Plakona, pertarungan sangat sengit dan kebanyakan Raja Adrian Plakona yang menyerang dan Ratu Vanessa bertahan.
Biar pun begitu Ratu Vanessa sedikit unggul karena sesekali dia juga menebas prajurit musuh yang menyerang dan menghalangi dirinya.
Kuda Raja Adrian Plakona di pacu kencang dan mengarahkan pedangnya kedepan, berniat untuk menusuk Ratu Vanessa.
Ratu Vanessa menyampingkan kampaknya kemudian dia memacu kudanya dengan cepat ke arah Raja Adrian Plakona.
Di sana Raja Adrian Plakona tersenyum "bodoh dengan posisi itu kamu tidak memiliki pertahanan" gumam nya.
Memang posisi yang dilakukan Ratu Vanessa itu menguntungkan musuh karena pertahanannya terbuka dan dapat di tembus dengan mudah.
Bahkan bila Ratu Vanessa mendapatkan serangan langsung ke perutnya maka bisa jadi Ratu Vanessa akan meninggal seketika.
Dan ketika kedua kuda berhadapan secara berlawanan arah Pedang Raja Adrian Plakona di hunuskan ke arah perut Ratu Vanessa.
Tetapi Ratu Vanessa segera menggeliat dan menebaskan kapaknya dengan cepat, timing yang tepat menjadikan Ratu Vanessa bisa menebas punggung leher dari kuda yang raja Adrian Plakona naiki.
Pedang yang di hunuskan ke perut Ratu Vanessa pun tinggal 10 centimeter lagi, untungnya kapak ratu Vanessa mendarat dengan tepat.
Sehingga pedang Raja Adrian Plakona pun terjatuh dan dia pun terjungkir karena kuda yang dia naiki mati di penggal kapak Ratu Vanessa.
Ratu Vanessa turun dari punggung kuda dan segera menghampiri Raja Adrian Plakona yang terjatuh, melihat Ratu Vanessa turun dari punggung kuda dan menghampiri dirinya, Raja Adrian Plakona pun segera bangkit dan mengambil kembali pedangnya dengan sedikit ringisan
Badannya terasa sakit karena terjatuh, tetapi tidak ada luka serius pada dirinya dan hanya luka goresan saja, Raja Adrian Plakona segera mengambil pedangnya yang terjatuh.
Terlihat dari Aura yang mereka berdua miliki banyak perbedaan, Ratu Vanessa lebih unggul karena Ratu Vanessa ada di tingkat kesatria suci Level B3 sedangkan Raja Adrian Plakona ada di tingkat kesatria biasa level C3.
Perbedaan yang sangat jauh, tetapi karena kelicikan dari Raja Adrian Plakona sehingga dia bisa menjadi Raja kerajaan Nebulosus Baru dan memanfaatkan orang orang kuat untuk membantu mencapai tujuannya.
Ratu Vanessa mendekati Raja Adrian Plakona dengan mengangkat kapaknya kemudian dia ayunkan kearah Raja Adrian Plakona.
__ADS_1
Wuss....
Raja Adrian Plakona segera menggunakan sihir pertahanan untuk menahan serangan dari Ratu Vanessa, tetapi apalah daya karena pertahanan Raja Adrian Plakona sangat lemah sehingga dapat di hancurkan oleh serangan Ratu Vanessa.
Brak....
Duwar....
Ledakan terjadi dan Raja Adrian Plakona terlempar sejauh 10 meter dari tempat dia berdiri, "uhuk... uhuk..."
Raja Adrian Plakona memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Kemudian Raja Adrian Plakona bangun dan mengumpat Ratu Vanessa "Dasar wanita ****** sialan, Aku akan segera membunuh mu dan akan aku hancurkan wajah cantik mu itu"
Ratu Vanessa berjalan dengan anggun dia tidak perduli dengan perkataan dari Raja Adrian Plakona yang mengina dirinya.
Raja Adrian Plakona semakin marah dia berteriak kepada anak buahnya "Serangan wanita ****** itu siapa pun yang bisa membunuhnya aku akan memberi hadiah tinggi kepada kalian"
Banyak prajurit kerajaan Nebulosus Baru yang mendengar perkataan dari Raja Adrian Plakona kemudian melirik ke arah Ratu Vanessa mereka pun berlari dan menyerang Ratu Vanessa dengan brutal.
Ratu Vanessa mengibaskan kapaknya ke arah prajurit yang menghadang dan menyerang dirinya, dengan di lapisi Sihir elemen tanah sehingga gibasan itu seperti badai pasir yang membuat mata para prajurit musuh kelikipan.
Ratu Vanessa terus berjalan dengan anggun, Para prajurit kerajaan Jovalavia melihat ratunya itu seperti seorang bidadari tetapi Raja Adrian Plakona melihat Ratu Vanessa bagaikan malaikat maut yang akan mencabut nyawanya.
Raja Adrian Plakona yang telah berdiri dan memengang pedangnya, dia mengerahkan semua kekuatanya dan menerjang Ratu Vanessa yang mendekat.
"Hiat....."
Wuss....
Ratu Vanessa hanya mengangkat kapaknya ringan untuk menahan serangan dari Raja Adrian Plakona.
Brang....
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna