
Setelah para petualang itu Mendur dan menjauhi arena pertarungan, Willy pun merentangkan tangannya ke depan kemudian dia berteriak "Barier Kubah muncullah"
Wess.....
Seketika dinding energi mengelilingi arena tersebut, meskipun tipis tetapi sangat kuat dan yang lebih penting adalah para penonton bisa melihat Clovis dan Maria bertarung.
Barier yang dibentuk Willy meliputi semua area lapangan latih yang luas, dan juga barier tersebut sangat tinggi sehingga tidak akan mempengaruhi kalau salah satu petarung melompat dengan tinggi.
Di sana Willy langsung berbicara "Aku sudah selesai membuat pelindung supaya sihir pelepasan kalian berdua tidak menghancurkan benda lain di luar arena, sekarang kalian berdua bisa bertarung dengan leluasa tanpa harus menahan kekuatan asli kalian"
Mendengar perkataan dari Willy Clovis pun terkejut, karena Willy mengatakan kekuatan asli, sehingga dia pun bergumam "Apakah Dia tahu kekuatan asli ku, dan apakah dia yakin aku akan kalah sehingga dia pernah berbicara bahwa aku terlalu lemah untuk menjadi anak buahnya, aku akan buktikan bahwa aku akan menang dan aku kuat"
Di sisi yang lain Maria pun berteriak "Hey paman Clovis, apakah kita sudah bisa mulai untuk bertarung"
Clovis pun mengangguk "Ya ayo kita lakukan dengan cepat"
Clovis pun langsung memasang kuda kuda dan bersiap untuk menyerang, tetapi disana Maria langsung melesat sambil berbicara "Aku yang menyerang duluan ya"
Setelah terdengar suara tersebut Maria pun menghilang dari tempat dia berdiri, Maria melesat dengan cepat dan tanpa sadar tangan Maria sudah ada di depan wajah Clovis.
Buck.....
Tinju yang dilayangkan oleh Maria ke wajah Clovis langsung ditahan dengan cepat.
Wuss.....
Akibat benturan Clovis pun terlempar jauh hingga menubruk dinding barier.
Duwar.....
Akibat tubrukan itu terjadi lah ledakan.
"Uhuk....uhuk..... Sialan aku belum siap sudah terkena serangan, beruntung gerakan ku replek" ucap Clovis yang bangun dan terbatuk.
"Aku sudah katakan kepada mu paman, aku yang akan menyerang duluan, tetapi kamu malah diam saja" Maria sedikit meledak sambil menunjuk senyum jahat.
"Baiklah ini hanya permulaan sekarang giliran ku untuk menyerang, aku tidak akan sungkan lagi" Clovis mengerahkan kekuatannya.
Dia menggunakan sihir penguat tubuh dan melapisi dirinya dengan aura sehingga nampak seperti manusia Seiya, setelah itu dia berteriak "Barubah......"
Gerakan tangannya bergerak seperti orang yang sedang melakukan tranpormasi di serial film mask rider, berlahan lingkaran sihir terbuka di bawah kaki Clovis dan Full set armor keluar dari dalam lingkaran sihir tersebut dan menempel otomatis keseluruh tubuh Clovis.
__ADS_1
Dan senjatanya pun muncul berupa tongkat palu yang bagian palunya sedikit runcing, dengan memakai full set armor yang menutupi seluruh tubuhnya.
Para penonton pun bersorak gembira melihat tranpormasi dari Clovis yang sekarang sudah memakai full armor berwarna perpaduan coklat tua dan coklat muda.
Bisa dikatakan armor yang di pakai Clovis itu sama dengan warna tanah yang sedang dia pijak.
Maria tersenyum dan dia pun mengeluarkan tombak kilin dari dalam sihir dimensi item Book miliknya.
Maria tidak menggunakan armor baru miliknya, dia yang mengeluarkan senjata saja, di pikirkan Maria. Ini tidak akan terlalu sulit, tetapi apabila pertarungan sengit maka dia juga harus menggunakan armor miliknya.
Karena tidak adil saja kalau lawan di lindungi armor sedang dia sendiri hanya mengandalkan senjata berupa tombak.
Di sana Clovis pun sudah selesai bertranposmasi, dia pun tertawa terbahak-bahak "Hahaha.... lihatlah armor ku, keren bukan. Dengan ini aku akan mengalahkan mu dengan mudah"
Maria malah mencibir "Mudah bacot mu, belum juga menyerang sudah berkata akan mengalahkan ku, ayo sini serang jangan kayak emak emak rumpi yang banyak bicara sedikit bekerja"
Mendengar perkataan dari Maria, Clovis pun menjadi marah dan berniat menyerang "Dasar Wanita tidak tahu diri, kemampuan ku ada di atas mu, rasakan serangan ku ini...."
Wuss....
Pergerakan dari Clovis sekarang 3 kali lebih cepat dari biasanya, dan di sana juga Maria tidak tinggal diam, dia pun melesat menyongsong serangan dari Clovis.
Wuss....
Senjata mereka saling bertubrukan, mereka pun jual beli serangan, dan bahkan dari benturan benturan tersebut menimbulkan ledakan ledakan.
Disana sambil melakukan pertarungan Clovis pun mencoba memprovokasi Maria "Kau mulai membuat ku kecewa, nak! Kamu masih harus berlatih 10 tahun lagi untuk bisa mengalahkan ku"
Maria hanya menjawab ketus "Benar kah..."
Kemudian Clovis pun berkata kembali "Di bandingkan dengan ku, kamu hanyalah seekor serangga"
Clovis pun mengayunkan tombak palunya dengan semua kekuatannya, Maria pun menahan dengan tombak kilin, tetapi meskipun Maria menahan, karena kekuatan besar yang menghantamnya Maria terdorong jauh hingga harus menancapkan tombaknya ke tanah untuk menghentikan gerakan.
Setelah berhenti Maria menyeringai "Apakah itu sudah kekuatan penuh mu"
"Hahaha....apa kamu terkejut, itu baru 40 persen kekuatan ku" Clovis berkata dengan penuh kebanggaan.
Ujung tombak api milik Maria mengeluarkan apinya dan Maria sudah mulai serius, kemudian Maria mengayunkan tombak api tersebut, sehingga nampak Maria terbakar oleh sihir apinya sendiri.
Orang yang melihatnya mencibir "Apa yang dilakukan oleh anak itu, apakah dia sudah putus asa sehingga berniat untuk bunuh diri"
__ADS_1
Yang lainnya setuju "Iya sepertinya dia merasa takut dengan kekuatan tuan Clovis, sehingga menjadi putus asa"
Kemudian salah satu dari mereka meneriaki Willy " Hai bocah, lihat teman mu putus asa dan bunuh diri, sekarang mana uang taruhan ku 2 kali lipat"
Semua orang pun meneriaki Willy, meminta uang taruhannya karena mereka anggap mereka sudah menang.
Willy tersenyum dan berkata "Tunggu apa maksud kalian dengan teman ku kalah, lihatlah sendiri, buka mata kalian lebar lebar.
Di area pertandingan Maria yang di selimuti oleh api kemudian api itu menghilang dan terlihat Maria sudah memakai full armor merah yang Willy dapat dari pandai besi, waktu menyelamatkan anaknya.
Armor merah yang Maria pake nampak serasi dengan tombak api kilin yang berkobar, semua orang yang melihatnya langsung membelalakan matanya.
Salah seorang dari mereka langsung berkata dengan takjub "iblis api...."
"Iya benar, dia seperti Iblis api" petualang lain saling berbisik.
Disana Clovis pun tertawa "Hahaha..... sekarang pertarung kita akan lebih seru lagi, ayo maju aku akan tunjukkan kekuatan penuh ku"
Clovis pun mengeluarkan aura Mendominasi, begitu pula Maria sehingga kedua aura itu salah bertubrukan dan area pertarungan pun menjadi mencekam karena ada 2 aura yang menyelimuti.
Untuk para petualang lain yang menonton ada di luar arena dan di belakang dinding barier, sehingga mereka tidak terkena efek dari aura tersebut.
Kalau Willy tidak membentengi area pertarungan dengan barier, maka para petualang lain akan pingsan karena terkena aura dominasi yang begitu pekat.
Tubuh Clovis di selimuti aura coklat sedang tubuh Maria di selimuti aura merah, kemudian mereka berdua saling mengayunkan tombak mereka, kemudian melesat cepat dan saling menyerang.
Wuss....
Duwar....
Mereka berhadapan dan saling menghantamkan senjata mereka sehingga terjadi ledakan yang besar. Hasil ledakan itu membentu kawah yang terbakar oleh api Maria.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna