
Ketika Willy menjadi pusat perhatian Raja Freevik Reagon pun mengangguk kemudian berbicara "apakah putra Eldra memiliki rencana"
Willy mengangguk kemudian mulai berbicara "sebenarnya apa yang dikatakan oleh para jenderal senior adalah perbuatan yang sangat berani, mereka berani mati di Medan perang sebagai kesatria"
Kemudian jenderal divisi pertama memotong pembicaraan dari Willy "ya karena mari di Medan perang adalah suatu kebanggaan bagi para kesatria seperti kami"
Jenderal lain pun mengangguk "iya itu benar"
Kemudian Willy pun melanjutkan bicaranya "jujur saja aku bukan lah kesatria dan aku paling takut akan kematian karena aku sudah mengalaminya mati itu sangat mengerikan"
Semua orang menatap Willy heran dengan menyebutkan Willy pernah mengalami kematian tersebut, dari perkataan Willy hanya Maria dan Raja Freevik Reagon lah yang tahu bahwa Willy adalah seorang Rengkarnasi jadi tahu bahwa Willy pernah mengalami kematian.
Salah seorang dari mereka pun bertanya "apa benar anda putra Eldra sudah pernah mati"
Willy pun tersenyum dan mencari alasan yang tepat untuk menjawabnya "apa kalian melihat waktu aku mencabut pedang Dewa Naga Agung dan berubah menjadi sosok dewasa"
Semua orang menganguk, dan Willy pun melanjutkan ceritanya "ya itulah sosok pendamping ku, jiwa lain yang ada di dalam tubuh ku yang pernah mengalami kematian dan merasuk dan bersatu dengan ku.
Orang itu yang mengajari ku dan bercerita bahwa kematian itu sangat menyeramkan dan aku pun jadi takut akan kematian.
Sehingga aku berpikir bahwa kalau aku takut mati maka aku harus hidup, dan kalau aku ingin hidup maka aku harus menang di setiap pertarungan Dengan apa pun cara yang harus kita lakukan untuk bertahan hidup.
Sehingga kalau aku berpikiran seperti para jenderal senior maka menurut ku itu hanya bunuh diri saja, berperang tanpa strategi itu namanya cari mati"
Semua orang tidak ada yang berkata apapun mereka mencerna apa yang di katakan oleh Willy, beberapa saat mereka terdiam membisu.
Kemudian Raja Ferik Reagon bertanya kepada Willy "putra Eldra aku percaya kepada mu, coba kemukakan bagai mana kita bisa memenangkan peperangan ini dengan jumlah 55.000 pasukan, kalau kita sampai kalah mungkin ini akan jadi akhir dari bangsa Dwarf dan kita akan musnah"
Mendengar kata musnah dari Raja Ferik Reagon semua jenderal mengangguk "iya mungkin kita bangsa Dwarf yang pemberani dan rela mati sebagai kesatria, tapi benar kata raja muda kalau kita kalah dalam perang ini bangsa Dwarf akan musnah"
Mereka baru tersadar bahwa keberanian itu memang perlu tetapi bila tanpa adanya strategi mereka hanya akan menjalankan misi bunuh diri saja.
Raja Gibran yang biasanya di undang kalau bangsa Dwarf dalam masalah seperti perang, dia di jadikan penasehat perang dan menjadi ahli strategi tetapi saat ini dia pun bingung dan tidak bisa berkata apapun karena sekarang bangsa Dwarf menghadapi perang dengan kerajaan besar seperti kerajaan Inggarsia.
Willy pun berbicara "maaf mau tanya berapa prajurit yang bisa menggunakan sihir Roux-Rhume"
Jenderal divisi pertama berkata "Kami semua bisa menggunakan sihir seperti itu, tetapi kami memiliki kekurangan yaitu Golem yang kami buat akan hancur bila jauh dari kami, maksimal 10 meter bisa bertahan dari kami"
Jenderal lain pun mengangguk "iya semua pasukan kami bisa menggunakan mantra Roux-Rhume untuk membuat dan menggerakan Golem"
Willy tersenyum dan berkata "mungkin kita akan menggunakan itu saja"
__ADS_1
Jenderal divisi ketiga berkata dengan heran "apa maksud putra Eldra kita menggunakan Golem"
Willy mengangguk "ya kita gunakan Golem"
"Ta...tapi Golem yang kita buat...." Jenderal divisi ketiga berbicara lagi tetapi dia tidak melanjutkannya.
"Tenang aku punya ide dan bisa membuat Golem yang senior buat menjadi permanen" ucap Willy.
Semua orang tersentak kaget dan berkata secara bersamaan "apa bisa"
Willy mengangguk " tentu bisa, besok kita membuktikannya"
Raja Ferik Reagon bertanya lagi "kalau semua Golem bisa di buat permanen mungkin kita dengan otomatis menambah kekuatan kita setidaknya bisa mengimbangi jumlah pasukan musuh, tetapi ketika di Medan perang strategi apa yang harus kita pakai"
Willy langsung berdiri kemudian dia menjelaskan strategi yang akan di pakai di dalam peperangan nanti dia menjelaskan dengan panjang lebar dan semua orang mengerti dengan strategi Willy.
Untuk mengurangi korban jiwa maka pasukan Golem yang maju terlebih dahulu dan kalau pasukan Golem sudah hancur barulah membuat Formasi bertahan karena bangsa Dwarf ahli dalam sihir pertahanan.
Semua sudah di sepakati dan besok penentuan apakah Golem yang di buat oleh para prajurit dengan sihir Roux-Rhume akan berhasil menjadi permanen atau tidak.
Semua penentu kemenangan dari bangsa Dwarf tergantung dari strategi yang di terapkan oleh Willy dan bahkan Raja Gibran yang sebagai ahli strategi pun mengagumi usulan dan pola strategi yang di lakukan oleh Willy.
"Paman salut kepada mu, kamu memang yang terbaik, mudah mudahan strategi mu berjalan dengan lancar dan kemenangan besar ada di tangan bangsa Dwarf"
Ya memang benar bangsa Dwarf sudah bersumpah setia kepada Willy dan mereka sudah bersumpah siapa pun yang bisa mencabut pedang Dewa Naga Agung dan menggunakan nya maka mereka akan menjadi pengikut setia nya.
Karena itu juga pendapat dari Willy didengar oleh bangsa Dwarf dan Willy adalah sebagai panutan atau pahlawannya bangsa Dwarf.
*
Keesokan harinya pasukan yang sudah siap ada di beberapa camp sesuai dengan divisi yang mereka ikuti. Di sana ada 5 lokasi camp sesuai dengan divisi mereka.
Sedangkan pasukan yang di pimpin Raja Ferik Reagon sebagian berkumpul di markas pasukan Willy bersama dengan pasukan yang di pimpin oleh Maria.
Di dalam markas tersebut sekarang sudah ada sekitar 3.000 pasukan gabungan. Mereka yang baru pertama kali masuk kemarkas tersebut merasa takjub.
Dan banyak prajurit yang sudah menyelesaikan perintah dari Willy yaitu merancang bagian bagian mini bot menjadi sempurna.
Dan mereka pun tinggal menunggu perintah dari Willy selanjutnya, karena Willy sekarang sedang ada di camp divisi pertama.
Pasukan divisi pertama sudah berbaris rapi dan kemudian jenderal divisi pertama memerintahkan mereka untuk membuat duplikat mereka yaitu membuat Golem dengan sihir Roux-Rhume.
__ADS_1
Mereka membuat Golem tersebut masing-masing 2 buah "pasukan segera buat Golem duplikat sebanyak 2 buah " teriak jenderal divisi pertama.
Para prajurit pun berteriak bersama sama "siap jenderal...."
Mereka pun mengatur jarak yang awalnya rapat menjadi renggang dan berlahan getaran mulai terasa, ya karena mereka sedang membuat Golem dari tanah dan Golem tersebut berlahan muncul dari kiri dan kanan mereka.
Perlahan-lahan membentuk wujud yang mirip dengan pembuatannya, wujud yang sangat mirip dan tidak dapat di bedakan bahkan tidak terlihat terbuat dari tanah di sekitarnya.
Dengan menggunakan sihir Roux-Rhume pembuatan Golem termasuk sihir perubahan yang mirip seperti pembuatannya.
Willy tersenyum senang melihat mereka dan Willy memastikan bahwa di peperangan ini pasti akan menang.
"Bagai mana kekuatan tempur dari Golem yang mereka buat" tanya Willy kepada jenderal divisi pertama.
"Mereka semua berada di level E, satu level di bawah prajurit" jawab jenderal divisi pertama.
Willy mengangguk " baiklah kalau begitu yang penting mereka bisa bertarung dan di atas level F" ucap Willy.
"Sekarang apa yang mesti kami lakukan karena jika prajurit meninggalkan Golem mereka, Golem itu akan hancur dengan sendirinya" ucap jenderal divisi pertama.
Kemudian Willy menggunakan sihir dimensi item Book dan mengeluarkan banyak inti monster hasil berburu di federasi bebas.
Inti monster itu berasal dari monster tikus bermata satu yang di minta dari panitia penyelenggara turnamen sebenua bagian Utara.
Kemudian Willy menggunakan sihir elemen angin dan menerbangkan semua inti monster ke semua prajurit. "Tangkap inti monster tersebut dan kemudian pasang di Golem yang kalian buat di mana inti monster itu sudah untuk di hancurkan" teriak Willy.
Mereka pun menangkap inti monster tersebut dan satu orang prajurit menangkap 2 buah inti monster. Mereka bingung di mana harus menancapkan inti monster tersebut.
Sebagai prajurit sudah memutuskan ada yang menempelkannya di belakang ada juga yang menempelkannya di ubun ubuk kepala Golem dan ada juga yang memasukan inti monster tersebut ke lubang belakang.
Setelah mereka selesai Willy pun berteriak kepada mereka "seluruh pasukan dengar kan lah segera tinggalkan tempat kalian berbaris dan tinggal kan Golem yang kalian buat"
Jenderal divisi pertama langsung tersentak kaget "putra Eldra, Golem itu bisa hancur kalau mereka tinggalkan"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna