PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Tantangan Maria


__ADS_3

Disana Willy dan Maria kembali menghadap ke resepsionis dan menyerahkan surat pengantar.


Resepsionis itu pun bertanya kepada Willy dan Maria "Tolong perlihatkan tanda pengenal kalian sebagai petualang"


Willy pun menunjukan token mereka, dan betapa kagetnya resepsionis itu, karena tidak menyangka bahwa Willy dan Maria memiliki token emas yang berarti mereka berdua sudah berlevel gold.


Resepsionis itu pun menunjukan ekspresi terkejutnya dengan spontan berbicara "Apa Level Gold, kalian berdua level gold"


Mendengar perkataan resepsionis itu, sontak semua orang menatap kearah Willy dan Maria, mereka berdua pun menjadi pusat perhatian.


Willy pun mengangguk dan mengiyakan "Iya Mbak, kami berdua petualang level gold yang terdaftar di kota hitam, bahkan waktu kami berada di kota Legicia pun mereka meragukan level petualang kami dan menganggap master guild petualang kota hitam salah memberikan tingkatan kami.


Kami berdua pun sempat di turunkan level menjadi level pemula kembali di kota Legicia, tetapi kebetulan di kota tersebut sedang di serang monster kera maka kami berdua membuktikan bahwa level petualang kami benar di level gold.


Setelah mereka percaya dengan pembuktian, maka master guild petualang kota Legicia pun mengembalikan kembali tingkat petualang kami kembali ke level gold dengan tanda bukti surat pengantar yang ada di tangan anda"


Willy pun menjelaskan tentang level petualang dirinya dan Maria sehingga resepsionis itu tidak salah paham dan tidak memandang rendah dirinya.


Para petualang yang ada di dalam gedung guild petualang pun banyak yang tidak percaya karena mereka berdua masih sangat muda.


Memang di sana juga banyak para petualang pemula yang masih berlevel tembaga dan level perunggu semua memandang iri kepada Maria dan Willy.


Bahkan beberapa petualang yang sudah dewasa di sana masih banyak yang berlevel silver, dan hanya beberapa Party saja yang berlevel gold.


Bahkan sudah bertahun tahun mereka menjadi petualang tetapi mereka masih berlevel silver dan tidak menaikan levelnya ke level gold.


Disana Willy dan Maria pun sudah selesai memperifikasi level petualang mereka di kota ini dan kemudian mencari tempat duduk di gedung guild petualang ini.


Banyak orang memandang sinis kearah Willy dan Maria tetapi mereka berdua tidak perduli, Willy dan Maria pun memesan makanan dan minuman karena mereka baru sampai ke kota ini dan belum makan selama di perjalanan.


Mereka berdua makan dengan lahap, Dan tidak perduli tatapan orang di sekitarnya, bahkan banyak orang di party mereka membicarakan dan mencibir Willy dan Maria.


Bahkan terang terangan mencibir mereka berdua dengan menyebutkan bahwa mereka berdua membeli level petualang mereka kepada master guild di kota hitam.


Karena mereka tahu tidak mungkin untuk bocah seperti mereka mampu naik level sampai ke level gold, karena misi ingin naik tingkat menjadi level gold itu mereka harus mengambil quest yang sulit bahkan mempertaruhkan nyawa.

__ADS_1


Dan ujian kenaikan tingkat pun sangat sulit, bukan hanya harus menguasai cara bertarung, tetapi ilmu pengetahuan lain pun harus memadai, apa lagi di sihir serangan dan pengetahuan tentang dasar penyembuhan dengan healing.


Sesudah Willy dan Maria makan, cibiran tertus dilontarkan oleh para petualang, yang membuat Maria menjadi naik pitam.


Maria melangkah menuju area yang kosong disana tidak ada kursi maupun meja, mungkin guild petualang sengaja membuat tempat itu sebagai arena pertarungan antara para petualang.


Karena di guild petualang sering terjadi baku hantam antar petualang hanya karena berselisih paham, maka dari itu pihak guild petualang menjadi area itu sebagai arena pertarungan.


"Aku tahu kalian semua membenci ku, karena aku petualang dari luar kota yang levelnya lebih tinggi dari pada kalian, dan aku tahu kalian meragukan tingkat petualang ku karena aku lebih muda dari pada kalian semua.


Maka dari itu Aku tantang kalian semua untuk berduel melawan ku, jangan tanggung tanggung, maju saja kalian semua, aku akan memberikan kalian dalam beberapa kali hempasan" Maria dengan berani menantang semua orang.


Willy yang melihat kelakuan Maria hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Dan tempat itu pun menjadi riuh, semua orang terpancing emosinya.


Semua orang langsung berdiri dari tempat duduk mereka,. Mengambil senjata serta memaki-maki Maria.


Maria kembali berbicara "Jangan banyak bacot kalian ayo datang kemari dan lakukan pertarungan dengan ku, kalau tidak berani lebih baik pergi saja sana kerumah bordir, berdandan dan memakai rok lalu menjual diri"


Perkataan itu menusuk hati semua petualang yang ada di sana, salah satu dari mereka pun berbicara dengan lantang " Bajingan, jaga mulut mu itu dasar wanita ******"


Kemudian petualang itu melirik dan melambaikan tangannya ke arah teman satu Partynya "Apa yang kalian tunggu ayo kita kirim bocah itu ke neraka"


Mereka bertiga maju kemudian mengelilingi Maria, petualang lain bersorak mendukung ketiga petualang itu yang hendak menghajar Maria.


Maria tidak mengeluarkan senjatanya, dia hanya menggunakan tangan kosong, dan memakai ilmu beladiri taring serigala.


Karena untuk mengalahkan keroco seperti mereka, Maria tidak mau report mengeluarkan senjatanya.


Sorakan para petualang bergemuruh di dalam gedung guild petualang, semua memakai dan menghujat Maria serta teriakan teriakan yang memerintahkan untuk membunuh Maria.


Di sana Maria sudah menciptakan permusuhan dengan cara menantang semua petualang yang ada di kota ini, tetapi Maria tidak perduli dan tidak merasa takut.


Malahan kalau ada orang yang lebih kuat dari mereka dan bersedia bertarung dengan Maria, Maria akan sangat senang.


Karena tujuan mereka mengembara dan menjadi petualang adalah ingin menjadi lebih kuat, dan cara supaya lebih kuat adalah dengan melawan orang yang kuat juga.

__ADS_1


Di sana 3 Petualang yang berani melawan Maria pun memutar mutarkan senjata. Salah seorang petualang yang menggunakan pedang menyerang terlebih dahulu.


"Bocah tengik rasakan pedang tajam ku ini, hiat...." Petualang itu menerjang dengan menebaskan pedangnya kearah Maria.


Wuss....


Maria mengindari serangan itu dengan mudah, kemudian petualang yang menggunakan tombak menyerang juga. Dia menusukan tombaknya ke arah Maria.


Wuss....


Maria melangkah satu langkah kesamping sehingga terhindar dari tusukan ujung tombak yang tajam.


Kemudian petualang yang menggunakan senjata palu, mengayunkan palunya dari atas kebawah.


Yang di incar adalah kepala Maria, dan petualangan itu berteriak "Mati lah kamu bocah bau, hiat....."


Kalau sampai palu itu mengenai kepala Maria, mungkin saja kepala Maria akan hancur, karena palu itu apabila menempa batu, maka batu yang di hantamnya akan terbelah menjadi dua.


Apa lagi ini kepala seorang gadis kecil seperti Maria yang kerasnya tidak keras seperti batu, hanya sifat Maria saja yang keras, sehingga Maria bisa di bilang keras kepala.


Maria tidak menghindar dari hantaman palu itu, dan tinggal beberapa centimeter lagi palu itu membentur kepala Maria.


Tangan Maria dengan cepat menghentikan palu tersebut dengan menahan dan mencengkram kuat ujung palu tersebut.


Krak....


Palu itu di cengkram kuat tangan Maria, seolah palu itu sebuah sterofoam, Maria meremas palu itu sampai berubah bentuk.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2