
Willy bertanya kepada Raja Freevik Reagon,
"Tuan Raja sudah berapa lamakah Willy pingsan"
Raja Freevik tertawa
"Hahaha.... jangan panggil orang tua ini dengan sebutan Tuan Raja, panggil saja Kakek Freevik, nak Willy sudah pingsan selama 2 hari"
Willy pun terkejut
"Apa Willy sudah pingsan selama 2 hari, kalau begitu Willy harus segera pulang takut ibunda menghawatirkan Willy"
Ferik Reagon menenangkan Willy
"Tenang saja Kak Ferik akan mengantarkan Willy ke tempat Ratu ke 3 biar nanti kak Ferik yang bicara dengan Ratu ke 3 untuk alasan Willy menghilang selama ini"
Willy pun mengangguk dan setuju
"Tapi kak ingat jangan beri tahu ibunda tentang kejadian Willy mencabut pedang Dewa Naga agung ya.."
"Asiap, kak Ferik mengerti kok"
Kemudian Willy berpamitan kepada kak Clarisa dan semua yang ada disana, orang orang pun mengantarkan Willy sampai ke pintu istana.
Ternyata di depan pintu masuk istana para prajurit dan penduduk Kerajaan Lareagon termasuk 20 orang anak Dwarf itu telah menunggu Willy keluar istana.
Ketika Raja Freevik Reagon, Ferik Reagon, Clarisa Jovreagon dan Willy keluar dari istana semua orang serempak berlutut.
"Hormat kami kepada Putra Pahlawan Eldra"
"Hormat kami kepada Putra Pahlawan Eldra"
"Hormat kami kepada Putra Pahlawan Eldra"
Semua serempak berkata hormat kami kepada Putra Pahlawan Eldra sambil berlutut.
Willy mereka bingung, kemudian dia melirik kepada Raja Freevik Reagon.
"Bagai mana ini kek"
Raja Freevik Reagon pun berbicara kepada prajurit dan warga kerajaan Lareagon.
"Bangun lah, Putra Eldra menerima hormat kalian, tetapi ingat ini adalah rahasia kerajaan Lareagon, tidak boleh ada seorang pun yang membocorkan bahwa Pedang Dewa Naga agung telah dicabut oleh pemiliknya yaitu putra Eldra.
Karena nantinya bisa mengakibatkan pecah perang dengan kerajaan lain karena memperebutkan senjata legendaris milik pahlawan Eldra.
Dan ini juga bisa membuat nyawa dari Putra Eldra terancam bahaya kalau ada orang luar yang tahu bahwa pedang dewa naga agung dimiliki putra Eldra"
Semua orang berkata serentak
"Kami berjanji akan menjaga rahasia ini sampai kapan pun"
"Ya bagus lah, dan sekarang Putra Eldra akan pulang kembali ke kerajaan Jovalavia"
Kemudian Raja Freevik berkata kepada Willy.
"Nak apakah ada yang mau kamu sampaikan kepada semua rakyat Lareagon"
Willy pun mengangguk
__ADS_1
"Iya kek, hanya beberapa kata saja"
Kemudian Willy pun berbicara kepada semua warga Lareagon.
"Wahai Rakyat kerajaan Lareagon, Saya Willy Putra Eldra mohon kerjasama dan Bantuannya, dan anggap saya sebagai bagian dari keluarga kalian sendiri"
Semua orang bersorak
"Hidup Putra Eldra...."
"Hidup Putra Eldra...."
"Hidup Putra Eldra...."
Kemudian Willy pun berpamitan untuk pulang kerumahnya, Ferik Reagon meniup peluit memanggil binatang tunggangannya untuk mengantar Willy pulang
Pritttt......
Pritttt......
Datanglah Sosok makhluk yang terbang di atas langit kemudian turun ke bawah dan berjalan mendekati Ferik Reagon.
Mahluk itu adalah monster binatang jenis Gripon Ferik Reagon dan Willy pun naik keatas punggung Gripon tersebut kemudian terbang tinggi menuju kerajaan Jovalavia.
Di perjalanan pun Ferik Reagon dan Willy mengobrol dia meminta untuk dipertemukan dengan kakek Fahetar, karena dia ingin mempelajari beladiri pedang tingkat tinggi tahap akhir
Karena selama ini bangsa Dwarf hanya bisa menguasai beladiri pedang tingkat tinggi hanya sampai tahap menengah itu juga diajarkan turun temurun.
Dan terkadang di setiap latihan orang yang melatih ilmu pedang ini selalu mengurangi satu jurus dan bahkan kalau terus terjadi maka ilmu warisan turun-temurun ini akan hilang selamanya.
Maka dari itulah Ferik Reagon ingin bertemu dan berlatih ilmu beladiri pedang tingkat tinggi sampai akhir sehingga warisan beladiri dari Legia Lareagon bisa terus lestari di kalangan bangsa Dwarf seperti dia.
"Baik kak Willy janji akan mempertemukan kak Ferik dengan kakek Fahetar, kalau bisa Minggu depan kak Ferik ketempat Willy saja nanti kita bersama sama menemui kakek Fahetar"
Ferik Reagon pun meresa senang
"Terima kasih ya Willy kamu membantu kak Ferik, suatu hari kak Ferik akan membalas kebaikan Willy"
"Tidak usah dipikirkan kak, kak Ferik menganggap Willy sebagai adik pun Willy sudah merasa senang"
"Iya baiklah kita sekarang adalah saudara ya, kalau Willy ada apa apa jangan ragu bilang sama kakak aja, kakak akan bantu Willy semampu kakak"
Diperjalanan pulang mereka mengobrol dengan akrab, sampai tidak terasa mereka sudah hampir sampai ke menara pengawas karena dari kejauhan menera tempat Willy dan ibundanya tinggal sudah kelihatan.
"Kak lihat itu tempat tinngal Willy sudah kelihatan"
Ferik Reagon sedikit bersedih
"Maafkan kak Ferik ya Willy selama ini kamu menderita bersama Ratu ke 3 gara gara penilaian Bejana Ilahi yang kakak lakukan"
Willy tersenyum
"Itu bukan salah kak Ferik kok, semua pahlawan yang menilai bejana Ilahi Willy berkata sama seperti kak Ferik, ini mungkin sudah ditakdirkan oleh yang maha kuasa pencipta alam semesta ini.
Kalau dulu Willy diketahui bejana Ilahi nya terbalik mungkin Willy tidak akan bertemu kakek Fahetar dan tidak akan menjadi sehebat ini sekarang"
Ferik Reagon pun tertawa
"Hahaha...kamu benar Willy, kak Ferik senang kamu telah berhasil dan berubah menjadi sehebat ini"
__ADS_1
Di menara pengawas Maria yang sedang berada di halaman melihat kelangit, dia melihat monster terbang yang besar.
Fallion pun berisik Karena dia mencium bau yang sama dengan dirinya.
Cia...k
Cia...k
Fallion berlari keluar dari dalam menara pengawas yang diikuti oleh Ratu Elisia.
"Ada apa Fallion kenapa kamu menjadi gelisah dan mau kemana kamu"
Maria pun berteriak kepada Ratu Elisia
"Ratu lihat lah keatas ada monster yang terbang menuju kesini"
Fallion mengepak ngepakan sayapnya kemudian menyeret nyeret Maria sebagai tanda Maria harus naik keatas punggung dirinya.
Maria pun tahu maksudnya Fallion dia pun segera naik keatas punggung Fallion, kemudian Fallion pun terbang bersama Maria menuju ke monster terbang tersebut.
"Maria hati hati, jangan gegabah kalau itu musuh"
Ratu Elisia menghawatirkan Maria"
"Baik Ratu saya akan Hati hati"
Semakin dekat Monster terbang tersebut dan ternyata itu adalah Monster Gripon satu spesies dengan Fallion.
Maria berbicara sendiri
"Sepertinya Gripon itu ada yang menunggangi tapi siapa ya, musuhkah atau kawan kah"
Maria pun sudah bersiap-siap mengeluarkan senjatanya untuk menghadapi penunggang Gripon itu kalau mereka musuh.
Willy melihat Maria di punggungnya Fallion dia pun berteriak memanggil
"Maria..... Fallion....aku pulang...."
Maria menghela napas lega dia pun memasukkan kembali senjatanya.
Fallion dan Gripon yang ditunggangi Willy berputar putar satu sama lain di angkasa sampai kemudian Gripon itu mendarat di depan menara pengawas.
Willy turun dan berlari ke arah Ratu Elisia.
"Ibunda Willy pulang...."
Willy pun memeluk ibundanya
"Anak nakal Ibunda mencemaskan Willy, sudah satu Minggu Willy tidak pulang kemana saja kamu selama ini dasar anak nakal"
Ratu Elisia sambil menyeka air matanya karena bahagia melihat Willy sudah kembali.
***
Kadang sedikit malas untuk Upload karena Kaka pembaca tidak like dan komen lagi cerita ini.
Yuk untuk membuat saya semangat Kaka pembaca Jangan Lupa untuk Like, Komen dan Vote cerita ini supaya
*Rate**nya naik dan Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
__ADS_1