PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Membunuh Pangeran Heri Jovanka


__ADS_3

Di kerajaan Nebulosus


"Lihatlah dengan mata kepala mu sendiri, karena kamu berada di sini rencana kita gagal total dan di hari pernikahan si Clarisa kita mengetahui semua mata mata kita sudah di tangkap oleh si bodoh Hendrik Jovanka " Raja Adrian Plakona marah kepada Ratu Isabel.


"Tenang lah ayah, Isabel tidak salah, aku sudah memiliki rencana lain dan bahkan aku sudah menyiapkan para pembunuh bayaran, aku menyewa assassin Master dari lembah racun kita akan mengadu domba kerajaan Jovalavia dan Dungeon iblis Garuda" ucap Erik Plakona.


"Apa yang kamu rencanakan, cepat katakan kepadaku" pinta Raja Adrian Plakona.


"Aku sudah mendapatkan informasi dari anak buah ku yang menyamar di kerajaan Jovalavia, bahwa pangeran Heri Jovanka akan menjemput Isabel ke kerajaan ini" ucap Erik Plakona.


Kemudian Erik Plakona berbisik kepada ayahnya itu yaitu Raja Adrian Plakona, dan Raja Adrian Plakona pun mengangguk dan bibirnya merekah.


Kemudian Raja Adrian Plakona tertawa terbahak-bahak "Hahaha bagus bagus aku suka rencana mu, lanjutkan dan jangan ada kegagalan dan kita kumpulkan pasukan kita kemudian kita serang secara terbuka kerajaan Jovalavia itu"


Erik Plakona pun mengangkat gelasnya kemudian dia berkata "ayo kita bersulang untuk rencana kita dan keberhasilan kita yang akan kita capai"


Semua orang mengangkat gelasnya dan kemudian meminumnya, Erik Plakona pun merangkul tubuh Isabel dan berbisik "Sayang kamu harus memainkan peran mu kali ini, ini yang terakhir untuk mencapai kesuksesan rencana kita"


Isabel pun mencium pipinya Erik Plakona "Apa pun akan aku lakukan demi kamu sayang"


Isabel yang berada di kerajaan Nebulosus bukan seperti Ratu di kerajaan Jovalavia, dia hanya seperti wanita murah pemuas nafsu Erik Plakona.


Tingkah laku Isabel berubah 180 derajat, di kerajaan Jovalavia dia di perlakukan secara hormat karena dia adalah seorang Ratu ke 2, tetapi di kerajaan Nebulosus dia hanya sebagai Pel@c#r.


Entah apa yang ada di dalam isi otak perempuan bernama Isabel itu, dia di muliakan di kerajaan orang tetapi di perbudak di kerajaan sendiri.


Hanya demi satu tujuan yaitu merebut kerajaan Jovalavia dan menjadi Ratu utama istri dari Erik Plakona yang akan menjadi Raja di kerajaan Jovalavia kalau kerajaan itu sudah di rebus.


Setelah beberapa Minggu utusan dari kerajaan Jovalavia tiba di kerajaan Nebulosus tetapi utusan itu bukan Heri Jovanka tetapi anak buahnya.

__ADS_1


Ratu Isabel pun pergi dengan di kawal 500 prajurit kerajaan Nebulosus dan Heri Jovanka menunggu di kota perbatasan yang menjadi daerah kekuasaannya karena sebelum di angkat menjadi raja selanjutnya di kerajaan Jovalavia dia harus bisa mengurus suatu wilayah terlebih dahulu.


*


Para assassin master pun sudah siap melakukan eksekusi dan bersembunyi di tempat tempat yang strategis.


Heri Jovanka dan beberapa prajurit menyambut Ratu Isabel yang di kawal 500 prajurit sedangkan Heri Jovanka membawa 10 orang prajurit biasa.


Heri Jovanka tersenyum "Selamat datang kembali di wilayah kekuasaan kerajaan Jovalavia ibunda Ratu Isabel"


"Terima kasih sudah menyambut ku pangeran Heri Jovanka" ucap Ratu Isabel.


"Atas nama Ayahanda Raja aku minta maaf karena telat untuk menjemput anda dikarenakan kesibukan kami setelah pernikahan kak Clarisa dan menyambut kemenangan kakek Freevik yang baru menang perang" ucap Heri Jovanka.


Ratu Isabel sedikit memalingkan muka dan bergumam dalam hatinya "kurang ajar si tua Freevik Reagon itu tidak mati dan malah memenangkan peperangan melawan kerajaan Inggarsia, padahal semua tahu bahwa kerajaan Inggarsia tidak bisa di singgung "


Ratu Isabel belaga perhatian kepada Heri Jovanka dan kerajaan Lareagon, dia seolah olah senang akan kemenangan dari kerajaan Inggarsia tetapi jauh dari lubuk hati yang paling dalam Ratu Isabel menginginkan bahwa kerajaan Lareagon hancur oleh kerajaan Inggarsia.


Tetapi takdir berkata lain, kerajaan Lareagon memenangkan peperangan ini sehingga Ratu Isabel menjadi tidak senang


Tetapi yang pasti kekuatan tempur dari kerajaan Lareagon itu sudah melemah dan apabila kerajaan Jovalavia ada yang menyerang, kerajaan Lareagon tidak dapat membantu.


Heri Jovanka pun mengangguk dan menjawab pertanyaan dari ratu Isabel "aku bersyukur mereka dalam keadaan sehat itu semua berkat bantuan dari adik ku Willy dan Maria"


Ratu Isabel sedikit terkejut "oh pangeran Willy Jovanka juga ikut dalam peperangan itu "


Heri Jovanka mengangguk "iya berkat Willy, Maria dan Ferik yang memimpin pasukan di garis depan mereka bisa memukul mundur pasukan dari kerajaan Inggarsia dan mereka melarikan diri dari pertempuran"


Heri Jovanka membanggakan adiknya itu karena membantu memenangkan perang dan mereka pun kembali ke kota di mana Heri Jovanka berkualitas.

__ADS_1


Tetapi ketika mereka berjalan ada anak panah yang melesat entah dari mana dan langsung menembus Jirah dari Heri Jovanka dan masuk ke jantung.


Seketika Heri Jovanka menghembuskan nafas terakhirnya dan terkulai lemas jatuh ke tanah, semua prajurit menjadi panik.


Ratu Isabel pun segera memerintahkan kepada para prajurit untuk melindungi dirinya "prajurit lindungi aku dan bawa pangeran Heri Jovanka, s bagian lagi cari orang yang memanah pangeran Heri Jovanka"


Prajurit yang di bawa Heri Jovanka pun menjadi sangat sedih karena tidak bisa melindungi putra mahkota kerajaan Jovalavia dan Ratu Isabel pun langsung menangis melihat jantung dari Heri Jovanka tertusuk anak panah.


Salah satu kapten dari prajurit yang di bawa oleh ratu Isabel berkata "yang mulia Ratu, panah ini adalah milik prajurit Raja Iblis Garuda, lihat buku dari anak panah itu, bulu dari Ras monster burung Garuda"


Ratu Isabel pun meraung sedih "kurang ajar Raja iblis Garuda, kenapa kalian membunuh pangeran Heri Jovanka sedangkan kalian selalu berseteru dengan kerajaan Nebulosus"


Ratu Isabel pun menyuruh prajurit yang di bawa Heri Jovanka untuk berangkat terlebih dahulu dan mengabarkan kejadian ini kepada Raja Hendrik Jovanka.


Bahwa Heri Jovanka sudah terbunuh dengan anak panah di perbatasan dan yang membunuhnya adalah prajurit Raja Iblis Garuda.


Mayat Heri Jovanka pun dibawa oleh pasukan yang dipimpin oleh Ratu Isabel dan langsung bergerak ke arah kerajaan Jovalavia.


***


Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


__ADS_2