
Di belakang Willy dan Maria ada beberapa orang senior yang berjalan, salah satunya adalah seorang lelaki yang terus menatap Willy dan Maria dengan tatapan yang ingin membunuh.
Teman satunya lagi menepuk orang itu dengan berbicara sambil berbisik "Hai John, kendalikan nafsu membunuh mu, aku tahu kamu ingin membunuh mereka berdua, tetapi ini adalah kerajaan Elf, kita di sini tidak bisa semena mena"
"Aku sudah tidak tahan lagi ingin mencabik-cabik mereka berdua, mereka orang yang telah menghancurkan kerajaan inggarsia ku, dan wanita iblis itu sudah membunuh adik ku tercinta" ucap John.
Ternyata orang yang dari awal mencuri curi pandang dan mengeluarkan aura membunuh itu, adalah John dari kerajaan inggarsia, yang waktu itu berperang melawan kerajaan Lareagon.
Adiknya yang bernama putri Elena tewas mengenaskan di tangan Maria, serta Maharani kerajaan inggarsia pun melarikan diri tetapi dia mati di sergap oleh kerajaan apalon yang bekerjasama dengan kerajaan philia.
Dia adalah satu satunya keluarga kerajaan yang selamat, karena selama ini dia berada di kerajaan dewagon dan keluar masuk ke lembah keabadian.
Sehingga dia tidak tahu apa yang terjadi dengan kerajaan dan keluarganya, hanya saja dia tahu berita itu dari prajurit selamat dari perang.
Tetapi berita lain Maharani roselia berhasil selamat dan berlindung di kerajaan lain di sebelah timur.
"Kendalikan diri mu, keluar dari sini para prajurit aliansi penganut ajaran dewa sudah bersiap untuk menyerang dan membunuh kedua anak itu" ucap orang di sebelahnya.
Mereka pun mengangguk "ya benar setelah mereka keluar dari kerajaan ini, itu berarti para prajurit aliansi kita sudah siap untuk membunuh anak itu, mereka sangat berbahaya kalau di biarkan, bahkan kedai pembunuh pun tidak sanggup untuk membunuh orang ini"
"Sepertinya wanita itu tidak mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melawan Miles tadi, dan sengaja kalah, tidak mungkin dia kalah begitu saja, kalau dia mengerahkan seluruh kemampuannya, kedai pembunuh pun tidak bisa menghabisi mereka" ucap teman satunya lagi.
Mereka pun bersiap sewajarnya karena ini masih di kerajaan Elf yang dimana di sini tidak pernah ada konflik selain dengan monster laut yang menyerang.
Dan masalah antar ras manusia bila di selesaikan di kerajaan Elf, maka keduanya akan di berikan sangsi hukuman yang berat sehingga mereka tidak berani membuat masalah.
Setelah mereka di traktir makan oleh Miles, mereka pun membubarkan diri dan masuk ke dalam penginapan mereka masing masing.
**
Setelah beberapa hari para kontestan pun bersiap untuk pulang dan kembali ke titik awal yaitu mereka menuju federasi bebas.
Seperti biasanya mereka singgah terlebih dahulu di kerajaan Dewagon.
Tidak ada hal yang terjadi di kerajaan ini seperti waktu Willy dan Maria datang.
__ADS_1
Seolah kerajaan ini sedang sepi dan hanya terlihat para pedagang dan beberapa orang saja, mungkin karena mereka takut dengan ancaman jenderal Travis dengan ratusan pasukan wyvernnya.
Atau mereka sedang menyusun strategi untuk menyergap kereta kuda yang di naiki Willy dan Maria..
Karena dari kerajaan Elf Willy dan Maria menaiki kereta kuda yang berbeda dengan yang lainnya.
Willy dan Maria di tempatkan di kereta kuda yang hanya muat untuk penumpang 2 orang saja dan yang lainnya di kereta kuda yang muat 4 hingga 6 orang.
Dan kereta kuda yang membawa Willy berada di paling depan rombongan. Meskipun di bagian samping kiri dan kanan di kawal prajurit elf yang mengendarai kuda. Tetap saja ini merasa sedikit aneh, dan tidak seperti biasanya.
Meskipun sudah sampai di kerajaan Dewagon dengan selamat, prajurit elf malah berpamitan kepada seluruh rombongan dan mengantarkan mereka hanya sampai kerajaan Dewagon saja.
Itu tidak membuat Willy dan Maria curiga karena hari ini mereka lebih nyaman, karena tidak di ganggu penduduk dan penganut ajaran dewa yang berdemo dan menuduh Willy dan Maria sebagai pendosa.
Kejadian ini padahal kalau Dalam istilah disebut cuaca panas sebelum badai menerjang.
Keadaan yang adem ayem yang tidak membuat Willy dan Maria curiga dengan kejadian yang akan datang.
Willy dan Maria menginap satu hari di kerajaan Dewagon sebelum melanjutkan perjalanan menuju federasi bebas.
Willy pun bertanya kepada pelayan yang menyediakan sarapan untuk Willy dan Maria "Mbak kemana teman teman ku, kenapa mereka tidak ada di sini ?"
"Oh mereka dari sejak tadi sudah berangkat, katanya ada acara di kuil dewa cahaya, entah acara apa, yang pasti sangat penting dan mereka menitipkan pesan bahwa anda berdua bisa berangkat terlebih dahulu dan nanti mereka menyusul" jawab pelayan itu.
Kemudian dia pun melanjutkan "Kereta kuda sudah di siapkan berserta pak kusir yang akan mengantarkan anda berdua, dan sekarang berada di depan penginapan ini"
Si pelayan itu sedikit berbisik "Ngomong ngomong di kerajaan ini ada tradisi berburu Pendosa, yang tepat hari ini yang akan di lakukan nanti siang, aku sarankan anda cepat pergi dari sini karena anda berasal dari Utara yang notabene disana adalah sekutu dewa naga agung, aku khawatir anda yang akan menjadi target buruan warga kerajaan ini"
Willy tersenyum dan menanggapi "oh begitu, tenang saja mbak, aku tidak akan membuat masalah ko, setelah sarapan pun akan pergi dari kerajaan ini"
"Ya bagus lah kalau begitu" si pelayan itu pun pergi meninggalkan Willy dan Maria.
Di sana terlihat Maria sangat marah "Mau apa sih kerajaan ini, aku bisa saja menghancurkan kerajaan ini dengan kekuatan ku seorang diri, sudah mencoba sabar dan tidak membuat masalah, tetapi mereka malah membuat masalah terhadap kita"
"Sudahlah, habiskan makanan mu dan ayo kita pergi dari sini, lebih baik cari aman dari pada terkena masalah" ucap Willy.
__ADS_1
Mereka pun sarapan pagi dan setelah itu mereka pun naik ke kereta kuda untuk pergi meninggalkan kerajaan Dewagon ini.
"Pak kusir, kami sudah siap, ayo kita berangkat" ucap Willy.
Kusir itu pun mengangguk kemudian mengayunkan tali kekang kuda, dan kuda pun berlahan berjalan hingga menggerakan kereta yang di tarik oleh kuda tersebut.
Hingga kemudian kuda itu berlari kencang dan meninggalkan gerbang kota kerajaan Dewagon.
"Aku memiliki firasat yang buruk setelah kita meninggalkan kerajaan Dewagon" ucap Maria.
"Ya aku juga sama, kita harus hati-hati saja kalau bisa kita menyelinap dari kereta kuda ini tanpa ketahuan oleh pak kusir" ucap Willy.
Mereka berbicara sambil berbisik karena takut terdengar oleh kusir yang ada di depan yang sedang mengendalikan kuda.
Kebetulan kerta kuda yang di naiki oleh Willy dan Maria adalah tife gerobak yang memiliki pintu masuk dan keluar dari belakang.
Bukan seperti kereta kuda milik bangsawan pada umumnya, yang pintunya berada di samping.
Sebelum mereka melompat mereka pun menggunakan sihir untuk membuat Golem yang mirip dengan dirinya.
Kebetulan di sana ada 2 bongkah kayu yang digunakan untuk tempat duduk, sehingga kayu itulah yang di sihir supaya menyerupai Willy dan juga Maria.
Kemudian mereka pun melompat dan langsung bersembunyi di balik semak semak supaya si kusir tidak curiga.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1