
Setelah berjalan beberapa lama tiba-tiba mereka di kaget kan dengan adanya suara raungan yang lebih nyaring dari pada raungan harimau taring pedang milik Libear.
" Goar.... Goar...." Suara raungan terdengar.
Harimau taring pedang yang awalnya berjalan dengan gagah berani, berjalan di samping Libear sekarang dia melipat ekornya ke bawah.
Posisi harimau taring pedang yang di beri nama Pepey itu sekarang berada di belakang tubuh Libear, dan dia bersembunyi di balik punggung Libear.
"Apa yang terjadi, kenapa Pepey nampak begitu ketakutan, padahal dia salah satu hewan buas di hutan kegelapan ini" tanya Willy yang spontan mereka pun berhenti karena mendengar raungan tersebut.
"Nampaknya ada makhluk yang lebih kuat dari pada Pepey di hutan ini" jawab Maria.
"Iya semakin masuk ke dalam hutan, maka semakin kuat makhluk yang ada dan akan kita temui, pantas Pepey begitu ketakutan" ucap Willy.
"A...apa kita harus pergi dan kembali, soalnya sekarang di depan kita akan muncul makhluk yang lebih kuat, bahkan bisa membunuh dan memakan kita, lihatlah Pepey begitu ketakutan" ucap Libear.
"Pepey dan kamu sama saja, sama sama penakut" ketus Maria.
"Aku tidak takut, tapi insting ku kuat, sehingga kalau bertemu makhluk yang lebih kuat aku selalu gemetaran seperti sekarang ini" bela Libear.
"Tetap saja itu namanya takut" ucap Maria.
"Sudah sudah jangan berteman, eh jangan bertengkar terus, kita belum tahu di depan kita ada makhluk apa yang menunggu " ucap Willy.
"Dari suara raungannya, mungkin itu adalah monster jenis troll, monster raksasa pemakan daging ini suka dengan manusia setengah binatang seperti Libear" ucap Maria.
"Heh.... cewek jutek, apa kamu mencoba menakut nakuti ku, aku anak besar tidak akan takut dengan namanya troll itu, dan yang aku tahu bahwa troll ini hidup di kedalaman hutan kegelapan ini. Dan ini baru masuk kilometer ke 4, kilometer ke 4 ini masih masuk katagori pinggiran hutan, jadi gak akan mungkin troll muncul di kilometer ke 4 ini" Libear menjelaskan panjang lebar.
Ya meskipun dia tahu monster yang kuat berada di dalam hutan, terkadang mereka suka muncul di pinggiran hutan dan ada juga yang masuk ke dalam kota untuk mencari makan.
Hutan ini kaya akan sumber makanan, tetapi apabila jumlah pemangsa lebih banyak dari pada hewan yang di buru, maka bukan tidak mungkin mereka memasuki pinggiran hutan dan masuk ke pemukiman penduduk.
Sudah sering terjadi di kota hitam ini di datangi hewan buas dari dalam hutan, karena kekurangan makanan, banyak korban jiwa dari warga dan petualangan yang ikut dalam menangkap serta mengusir hewan buas tersebut.
Dan sekarang Willy, Maria dan Libear mendengar suara Auman hewan buas yang bahkan membuat takut harimau taring pedang.
Dari jauh sudah kelihatan adanya kilatan api merah melompat dari satu pohon ke pohon yang lainnya,
Api yang menyala-nyala dan bergerak dengan cepat membentuk wujud seperti harimau yang terbakar api, sehingga kobaran api tersebut lumayan besar.
Melihat kobaran api tersebut Libear langsung terduduk lemas, di belakangnya, Pepey sedang bersembunyi, dia nampak ketakutan seperti anak kucing yang bertemu dengan anjing besar.
"I... itu adalah harimau api, kilin api, makhluk buas level Beast, yang bisa menghancurkan satu kota dengan mudah, sungguh sial hari ini bertemu dengan monster ini" ucap Libear yang duduk lemas.
Willy dan Maria tersenyum dan lebih bersemangat karena kedatangan Monster hewan yang lebih kuat dari pada Pepey yang masih di anggap lemah oleh mereka berdua.
__ADS_1
"Aku, aku tidak mau kalau harus bertarung melawan kilin api itu, lebih baik aku mati saja dari pada harus melawan makhluk itu, aku bahkan bisa mati sebelum menyentuh kulit kilin api itu" ucap Libear yang sudah menyerah sebelum berperang.
"Siap juga yang menyuruh mu bertarung melawan monster itu, kalau kamu mau mati ya mati saja, aku sendiri sudah cukup untuk melawan monster ini" ucap Maria.
"Heh cewek jutek jangan mentang-mentang kamu ini penyihir api bisa mengalahkan kilin api dengan mudah, bahkan beberapa orang petualang yang di tingkatan kesatria mereka semua mati, apa lagi kamu, bahkan sihir ledakan api mu tidak akan pernah bisa melukai kilin api ini" ucap Libear yang memandang rendah Maria.
Maria tersenyum menanggapi ocehan tidak penting dari Libear "Bahkan aku tidak akan menggunakan sihir elemen api ku, aku akan menepuk makhluk itu seperti aku menepuk seekor lalat"
"Maria ingat, jangan membunuh monster ini, mungkin suatu hari nanti monster ini bisa berguna untuk kita, kamu cukup taklukan saja dan jadikan peliharaan mu" pinta Willy.
Willy selalu memiliki rencana beberapa langkah kedepan, sehingga apa yang di katakan oleh Willy selalu di patuhi oleh Maria.
"Baiklah aku tidak akan membunuhnya, aku hanya akan menepuknya seperti lalat seperti apa yang pernah aku katakan" ucap enteng
Maria
Harimau kilin api itu pun melompat dan sudah sampai di depan Willy dan Maria, harimau itu langsung meraung.
"Goar...."
Wuss....
Gelombang suara dan elemen api menyatu sehingga membakar dan memelehkan semua yang ada di hadapannya.
Willy yang spontan menggunakan sihir barier pelindung, sehingga Maria dan Libear serta Pepey tidak terkena efek dari gelombang suara yang di pancarkan oleh harimau kilin api tersebut.
Pi dirinya mengompol di celana karena ketakutan.
Mendengar perkataan dari Libear Maria langsung tertawa terbahak-bahak "Hahaha....idih....udah gede masih ngompol sudah gede masih ngompol "
"Heh. Cewek jutek aku ini takut tahu, jadi tiba tiba saja aku ngompol di celana" ucap kesal Libear.
"Dasar gak berguna, gitu aja ngompol di celana, malu sama badan yang gede tapi kaya bocah" ucap Maria.
"Sudah sana lawan tu, kilin api, aku sangsi kamu bisa mengalahkannya" cibir Libear.
"Ayo kita bertaruh, aku akan mengalahkan harimau kilin api itu dengan satu kali serang" tantang Maria.
"Baik aku akan pertaruhkan hidup ku, aku akan menjadi anak buah mu, SE umur hidup ku kalau kamu bisa mengalahkan kilin api itu, dan jika kamu tidak bisa mengalahkannya, kamu yang harus menjadi anak buah ku" ucap Libear.
Maria tertawa "Hahaha.... baiklah kita sepakat, siap siap kamu akan menjadi anak buah ku selama sisa hidup mu, dan jangan membantah segala yang aku perintahkan"
Willy pun membuka barier Pelindung supaya Maria bisa menyerang harimau kilin api tersebut dengan sekali sentakan.
"Ingat jangan di bunuh, aku perlu harimau api itu hidup" Willy mengingatkan Maria.
__ADS_1
"Baiklah aku tahu itu" jawab Maria.
Wuss....
Maria langsung bergerak secepat kilat menghampiri harimau kilin api yang sedang meraung.
Setelah dekat Maria langsung menepuk tangannya seperti menepuk seekor lalat dengan kecepatan tinggi.
Plak....
Tepuk tangan itu menghasilkan angin yang berhembus kencang mengarah kepada harimau kilin api itu sehingga api yang ada di tubuh harimau itu menjadi padam.
Akibat dari padamnya api di sekujur tubuh harimau kilin api, membuat harimau itu kehilangan kekuatannya dan harimau itu pun menjadi lemas.
Maria langsung menggunakan sihir kontrak untuk membuat harimau kilin api menjadi peliharaan dirinya.
"Sihir Kontrak lakukan dan patuhilah segala perintah ku" ucap Maria.
Harimau kilin api yang lemah itu pun langsung duduk di atas tanah, Maria langsung mengeluarkan sihir elemen api dan membakar dirinya sendiri.
Hingga harimau kilin api yang sudah kehilangan apinya langsung ikut terbakar, harimau kilin api itu menyerap esensi api milik Maria yang berwarna biru sehingga sekarang harimau kilin api tidak berwarna merah lagi.
Karena sudah menyerap esensi api biru Maria, harimau kilin api sekarang berubah warna dan berevolusi menjadi kilin biru.
"Akan aku beri nama kamu Blue Fire, atau aku panggil kamu blue" ucap Maria.
Harimau kilin api biru yang di panggil Blue itu pun meraung senang "Goar....Goar.... Goar...."
"Hahaha.... bagus Blue, apa kamu senang sekarang" ucap Maria yang masih di selimuti api biru bersama blue di sekujur tubuhnya.
Maria pun kembali ke wujud semula dan harimau kilin api biru kini sudah menjadi peliharaannya yang akan setia kepada Maria.
Maria pun menunjuk kearah Libear "lihatlah beruang sirkus, aku sudah menaklukan harimau kilin api. Dan sekarang kamu akan menjadi anak buah ku selamanya, Hahaha....."
Maria ketawa jahat melihat kekalahan taruhan dari Libear yang bersedia menjadi anak buah dari Maria se sisa hidupnya.
Libear pun bangkit kemudian dia berlutut kepada Maria "Hormat kepada Master, aku akan menjadi pelayan mu yang setia"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna