PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Putra Dari Ratu Elisia


__ADS_3

Semua yang telah mengobati Ratu Elisia keluar dari kamar tempat perawatan, tersisa Clarisa dan para pelayannya.


Di aula depan semua sudah berkumpul para pelayan sedang menyiapkan jamuan makan malam karena hari sudah gelap dan menjelang malam.


Raja Alfred yang sudah keluar dari kamar dan berjalan menuju aula dia berteriak kepada Raja Freevik.


"Hai Freevik siapakah kami kamar hari ini kita akan menginap di kerajaan mu ini"


"Hahaha...baik lah baik lah, akan aku suruh pelayan untuk menyiapkan kamar dan keperluannya untuk mu dan pengawal pribadi mu"


Raja Freevik Reagon memerintahkan pelayannya untuk menyiapkan kamar untuk Raja Alfred dan anak buahnya.


Raja Alfred berbicara kepada Raja Freevik Reagon.


"Hai tua Bangka, kenapa kamu belum pensiun menjadi Raja Lareagon, biarlah kerajaan ini di pimpin oleh anak anak muda"


"Hahaha....Cucu ku masih betuh banyak bimbingan dia masih belum layak menjadi Raja Lareagon biarlah dulu nanti juga dia akan menjadi Raja Lareagon, sekarang kami ada putra Eldra disini dan akan bergabung bersama keluarga kerajaan Lareagon"


"Siapa yang kamu maksud putra Eldra"


Raja Freevik Reagon menunjuk Willy


"Ini adalah putra Eldra"


Kemudian Willy pun memperkenalkan diri.


"Nama saya Willy Jovanka, ibunda saya Ratu Elisia Dan ayah saya Raja Hendrik Jovanka"


Raja Alfred bertanya kepada Raja Freevik Reagon.


"Dia adalah anak dari Raja Hendrik Jovanka kenapa kamu sebutkan dia putra Eldra"


Kemudian Raja Freevik Reagon menjelaskan kejadian dulu ketika Willy berteleportasi ke kerajaan Lareagon dan mereka di anggap penyusup oleh para Dwarf dan berhasil mencabut pedang Dewa Naga agung di monumen pedang karena terdesak oleh Ferik Reagon


"Dialah yang telah mencabut Pedang Dewa Naga agung ketika Ferik melawannya dan pedang kayunya patah maka itu dia berada disini dan kami pun sudah berjanji akan melayani siapapun yang bisa mencabut pedang Dewa Naga agung tersebut"


"Aneh sekali padahal kami saja yang keturunan dari Pahlawan Legenda Edward El Dra tidak ada yang pernah bisa mencabut pedang Dewa Naga agung bahkan menggoyangkan pedang nya saja tidak ada yang sanggup dan sudah puluhan bahkan Ratusan Generasi Dari Eldragon.


Kenapa seorang anak kecil yang baru berusia 8 tahun bisa mencabut pedang Dewa Naga agung apa dia ada hubungannya dengan Pahlawan Edward El Dra leluhur kami apakah dia juga memiliki darah Eldragon"


Raja Freevik Reagon tertawa dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Raja Alfred yang pertanyaan itu dianggap Bodoh oleh Raja Freevik Reagon.

__ADS_1


"Haha....Dasar Bodoh, Kamu sebagai Raja Eldragon yang sudah lama malang melintang di dunia ini apakah Kamu pernah bercermin"


Raja Alfred binggung


"Apa maksud mu bercermin"


Raja Freevik Reagon menggelengkan kepalanya kemudian tanganya menyentuh jidat


"Dasar Raja Bodoh, lihat Putra Eldra. Dia mirip dengan mu di waktu masih kecil, bahkan aku sudah mengenalmu waktu kamu masih merangkak"


Raja Alfred kaget dengan pernyataan dari Raja Freevik Reagon, kemudian raja Freevik Reagon melanjutkan bicaranya lagi.


"Dia adalah putra dari Ratu Elisia dan ada kemungkinan Ratu Elisia itu adalah anak mu anak dari Elvia"


Maria memberanikan diri untuk bicara dihadapan mereka.


"Maaf lancang ijinkan saya untuk berbicara, saya Maria pengawal pribadinya pengeran ke 3.


Sebelum kami diserang oleh assassin dan Ratu ke 3 terluka dan kena racun, beliau pernah bercerita bahwa nenek nya pengeran ke 3 adalah bangsa Elf.


Dan nama nenek nya pengeran ke 3 adalah Elvia, Ratu ke 3 bercerita bahwa dia dibesarkan oleh ibunya yang bernama Elvia selama 10 tahun dan kemudian, kakek dari Ratu ke 3 membuangnya kemudian di adopsi oleh petani.


Ratu ke 3 sendiri di tangkap dan dijadikan budak hingga akhirnya diselamatkan oleh Raja Hendrik Jovanka kemudian mereka menikah.


Itu kira kira cerita masa kecil Ratu ke 3 yang pernah di ceritakan oleh Ratu kepada saya dan pangeran ke 3"


(Ket: Para Raja seperti Raja Freevik Reagon, Raja Alfred dan Author menyebut Elisia dengan nama Ratu Elisia sedangkan yang lainnya menyebut dengan Ratu Ke 3)


Willy sebutan Author, Bangsa Dwarf memanggilnya Putra Eldra, dan selain itu memanggil Willy dengan sebutan Pangeran ke 3)


Raja Alfred pun bahagia mendengar bahwa Ratu Elisia adalah anak dari Elvia tetapi raja Alfred juga sedih mendengar kisah pilu Ratu Elisia yang tragis yaitu ditangkap dan dijadikan sebagai budak.


"Jadi Benar Orang yang aku obati itu adalah putri ku sendiri dan bocah tampan ini adalah cucu ku,


Ah ..dewa naga agung kau anugrahi aku cucu yang tampan dan berbakat seperti ini dan aku sangat bersyukur.


Sini nak Peluk kakek mu ini, siapa nama kamu tadi, Willy benar kan"


Willy mengangguk kemudian mendekati Raja Alfred dan memeluknya.


"Sungguh kebahagiaan yang amat indah bisa dipertemukan dengan anak dan cucu ku, panggil aku kakek nak aku benar benar kakek Mu"

__ADS_1


Raja Alfred meneteskan air kebahagiaan, kemudian Willy duduk disampingnya Raja Alfred. Semua orang merasa bahagia dan Raja Alfred pun berterima kasih kepada Raja Freevik Reagon.


"Kamu memang sahabat terbaikku, meskipun kita sering bertengkar dan berselisih paham tetapi kamu tetap yang terbaik bahkan hari ini sudah mempertemukan ku dengan anak dan cucu ku"


"Hahaha....kita sudah berteman sejak kita masih kecil bahkan anak mu Gibran telah aku anggap sebagai Anaku sendiri, tetapi kalau tidak aku ancam dirimu dengan nama Elvia mungkin kamu tidak akan kesini dan terus mengurung diri dalam kamar"


Raja Alfred merasa bersalah sambil garuk-garuk kepala dia pun meminta maaf.


"Maaf kan aku karena prustasi mendengar kabar Elvia sudah meninggal dan istriku yaitu ibunya Gibran pun meninggal karena penyakit untuk menenangkan diri aku selalu mengurung diri dan menyesali takdir yang diberikan kepadaku.


Tetapi sekarang aku jadi bersemangat, aku akan mengabulkan semua keinginan dari anak dan cucu ku selama aku mampu untuk mengganti dosa dosa yang telah ku perbuat kepada mereka"


Mereka pun merayakan kebahagiaan ini dengan makanan malam bersama.


Disela-sela makan malam, Raja Alfred melihat kearah Clarisa kemudian berkata kepada Raja Freevik Reagon.


"Dia cucu mu yah, Apa dia sudah bersuami atau sudah bertunangan"


"Hahaha....mau apa kamu bertanya begitu, dia masih gadis dan belum ada yang punya karena bangsa Dwarf tidak cocok dinikahkan dengan cucu ku yang cantik ini"


"Anaku Gibran dia masih Jomblo, bagai mana kalau cucu mu ini kita jodohkan dengan Anaku Gibran, itung itung kita memperkuat lagi persaudaraan kita"


***


Untuk kakak yang ingin mengetahui Tentang Level Di Dunia dalam Cerita ini kakak bisa membacanya di Cerita saya yang satu lagi yaitu Dikira Kastil Iblis Chapter 114.



*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Terima Kasih*

__ADS_1


__ADS_2