
Willy dan Maria menunggu dengan sabar orang orang yang masuk ke dalam kuil, dan setelah itu mereka pun keluar dari dalam kuil.
Willy dan Maria pun keluar dari persembunyian yaitu di gang dekat kuil yang tidak banyak orang berkerumun.
Setelah itu mereka pergi bersama sama, dan rencana mereka selanjutnya adalah makan siang di penginapan awal setelah itu mereka akan melanjutkan perjalanan menuju lembah keabadian.
Setelah selesai makan dan mereka pun naik ke kerata kuda masing masing, setelah hampir melewati gerbang kota mereka di hadang oleh para penganut ajaran dewa.
Sekitar 200 orang yang menghadang di gerbang kota mereka berteriak "Serahkan orang tersesat kepada kami, hukum orang yang tidak mengikuti ajaran dewa kami ..."
Mereka pun di lengkapi dengan senjata seperti pedang dan tombak, sepertinya mereka para kesatria kuil, karena mereka memakai Armor pelindung.
Kesatria elf pun menghampiri mereka "Biarkan kami lewat, mereka semua tamu kehormatan lembah keabadian"
Orang yang memimpin mereka pun maju paling depan "Ya aku tahu, tetapi kami tidak menerima para pendosa di baktis di lembah keabadian, serahkan dua orang anak dari Jovalavia itu maka kalian semua boleh pergi"
Lagi lagi orang orang di kerajaan dewagon mempersulit Willy dan Maria supaya mereka berdua menyerah dan memiliki pulang ke federasi bebas.
Willy dan Maria sudah tidak peduli lagi dengan para kesatria kuil, karena sebelumnya kakek wolf Feng sudah bercerita bahwa akan banyak masalah yang akan timbul di sana, dan sekarang benar benar terjadi.
Willy pun turun dari kereta kuda dan berjalan menghampiri mereka semua, kemudian dia berbicara "Apakah kalian benar benar para penganut ajaran dewa, apa yang di ajarkan dewa kepada kalian, apakah dewa kalian mengajarkan kebencian kepada anak kecil yang berusia 12 tahun seperti ku ini"
Mendengar perkataan dari Willy sontak semua orang merasa terhina, pemimpin mereka pun langsung mengeluarkan pedang dari sarungnya, kemudian menunjuk ke arah Willy.
"Lancang kamu bocah, bicara apa kamu, cepat berlutut dan minta maaf kepada semua orang dan hadapilah hukuman mu sebagai pendosa"
Willy malah menyeringai "Oh jadi itu yang di ajarkan dewa kepada kalian, yaitu menindas anak kecil, yang aku tahu suatu ajaran agama mengajarkan kebaikan bukan keburukan seperti yang kalian lakukan sekarang ini"
"Diam apa yang kamu tahu tentang ajaran dewa " bentak pemimpin itu
Willy malah mencibir "Lah itu buktinya, kalian semua sengaja berkerumun di sini karena aku dan Maria yang berasal dari keluarga Jovanka. di kerajaan ku bahkan lebih baik, para penganut ajaran dewa seperti kalian di berikan kota khusus, supaya mereka bisa menjalankan ibadah dengan hikmat, di sini kalian malah menindas kami yang bukan penganut ajaran dewa, itu berarti apa yang di ajarkan dewa kepada kalian bukan hal yang baik bukan"
Orang itu pun tidak bisa berkata kata apapun lagi, mereka mendengarkan cibiran dari Willy yang menurut hati nurani mereka, perkataan dari Willy itu benar.
Bahkan ajaran dewa menyuruh mereka membenci ras monster dan menjadi mereka budak yang bisa di tindas kapan saja.
Bahkan orang orang yang tidak seakidah dengan mereka, dianggap sebagai musuh yang harus di perangi.
Wawasan mereka sedikit terbuka tentang dunia ini dan ajaran yang mereka anut, tetapi mereka masih takut karena menurut mereka ajarkan dewa itu adalah mutlak dan hukum dewa itu sangat menakutkan.
Kemudian Willy melanjutkan "Para Sekutu Dewa Naga Agung bukan tidak memiliki kepercayaan seperti kalian, cuman mereka tidak fanatik seperti kalian semua, Dewa naga agung adalah makhluk Ras terkuat di dunia ini yang selalu melindungi dunia ini dari kehancuran, Dewa naga agung tidak minta dirinya di sembah oleh para pengikutnya seperti dewa yang kalian ikuti"
Mereka yang awalnya geram kepada Willy, setelah mendapatkan pencerahan, mereka pun sekarang mendengarkan perkataan Willy tanpa menyela sedikit pun.
__ADS_1
"Kami percaya bahwa ada kekuatan mutlak yang menciptakan alam semesta ini, menciptakan langit dan bumi beserta isinya, dan kami menyebutnya Sang hiyang tunggal, atau sang maha Satu" lanjut Willy.
Willy pun mengoceh tentang perbedaan antara para penganut ajaran dewa dan sekutu dewa naga agung.
Tetapi tetap saja di akhir pembicaraan Willy pemimpin mereka yang fanatik, dan demi keuntungan pribadi serta menghalalkan segala cara untuk bisa menempatkan Willy dalam masalah.
"Jangan dengarkan bocah bau kencur ini, apa kalian semua percaya kepada seorang anak yang baru berusia 12 tahun an, jangan bodoh kalian semua ayo kita seret anak ini dan kita adili di pusat kota" teriak pemimpin yang menyadarkan mereka dengan tujuan mereka sebenarnya.
Kemudian mereka pun mengangkat senjata dan mengarahkan senjata mereka ke arah Willy dan mereka pun mengepung Willy supaya dia tidak kabur.
Para penganut ajaran dewa itu juga di dukung oleh para kesatria kuil karena mereka juga ikut dalam kelompok para penganut ajaran dewa.
Tetapi tiba-tiba langit menjadi gelap, mereka pun sontak menatap ke atas dan terdengar suara alarm peringatan bahaya pun di nyalakan.
Para prajurit kerajaan Dewagon dan para kesatria kuil pun berkumpul dengan persenjataan yang lengkap.
Si istana kerajaan salah satu prajurit pun melaporkan hal tersebut "Lapor Yang mulia Raja, Di langit kerajaan Dewagon kita banyak penunggang wyvern berjirah, sepertinya mereka berasal dari kerajaan Eldragon"
Raja pun sontak terkejut, tetapi ekspresi wajah tetap datar "Berapa banyak mereka ?"
"Ada sekitar 1.200 wyvern yang terbang di langit kota dan mereka tidak dalam jangkauan anak panah kita" jawab prajurit.
Raja tahu bahwa hanya pasukan angkatan udara kerajaan Eldragon yang menunggangi mahluk terbang seperti wyvern, jumlah 1.200 pasukan udara itu sangat banyak untuk pasukan udara sehingga raja dewagon pun sedikit gemetaran.
Raja itu sebenarnya ketakutan dengan pasukan udara kerajaan Eldragon, karena satu penunggang wyvern saja bisa sebanding dengan 100 prajurit.
Itu berarti dengan yang pasukan udara saja kerajaan Eldragon bisa meluluhlantakkan satu kota atau kerajaan kecil.
Raja itu pun pergi dengan di pandu oleh prajurit menemui pendata agung kuil dewa cahaya, karena di kerajaan dewagon ini mayoritas penduduk menganut ajaran dewa Ra atau dewa cahaya.
Meskipun ada sebagian yang menganut ajaran dewa Astra dan dewa kegelapan Garin tetapi jumlahnya tidak sebanyak penganut ajaran dewa cahaya.
Sesampainya di tempat pendeta agung mereka pun bersepakat untuk melakukan negosiasi kepada pemimpin pasukan udara kerajaan Eldragon.
Dengan menggunakan alat komunikasi sihir pendeta itu pun memproyeksikan dirinya menjadi hologram yang besar dan berbicara kepada pemimpin mereka.
"Aku Pendeta Tertinggi Kuil Dewa Cahaya memperkenalkan diri, siapa pemimpin dari pasukan wyvern ini, dan kenapa terbang di langit kota suci kami" ucap pendeta agung.
Kemudian pemimpin dari pasukan wyvern pun menggunakan alat komunikasi sihir dan memproyeksikan dirinya.
"Perkenalkan Aku jenderal Travis, komandan pasukan udara kerajaan Eldragon, datang kemari hanya untuk memastikan keselamatan putra mahkota kerajaan Eldragon anak dari yang mulia Raja Hendrik Jovanka dan Ratu Elisia dari kerajaan Jovalavia dan cucu dari Maharaja Alfred Eldragon" ucap jenderal Travis.
Sontak mereka pun kaget mendengar perkataan dari jenderal Travis, karena mereka tidak tahu tentang informasi adanya berita bahwa ada putra mahkota kerajaan Eldragon di kerajaan Eldragon.
__ADS_1
Jenderal Travis pun melanjutkan bicaranya "Putra mahkota kami sedang di undang untuk pembaktisan pemenang kejuaraan sebenua bagian Utara ini beliau pergi dan di jemput oleh prajurit bangsa Elf dari federasi bebas dan transit di ibukota kerajaan ini"
Jenderal Travis sedikit mengancam "Dari semenjak beliau akan menuju federasi bebas, beliau sudah banyak ditargetkan oleh banyak pembunuh bayaran, dan aku khawatir kalian juga menargetkan putra mahkota kami, untuk itu kami datang kemari, siapa pun yang melukai apalagi hendak membunuh putra mahkota kami, maka kami tidak akan segan meluluhlantakan kerajaan ini, meskipun taruhannya perang besar yang akan terjadi"
Mendengar ancaman itu raja dewagon pun menjadi takut, meskipun seorang raja tetapi dia hanyalah raja boneka, karena sebenarnya kekuasaan kerajaan dewagon tertinggi di pegang oleh pendeta agung.
"Bagai mana ini pendeta agung, kita memang membenci kerajaan Eldragon, tetapi selama ini kita tidak pernah berkonflik dengan mereka" ucap raja dengan sedikit ketakutan.
"Orang bodoh mana yang berani memprovokasi putra mahkota kerajaan Eldragon, meskipun Raja agung Smith Flander tidak menyukai cucunya itu tetapi putra mahkota kerajaan Eldragon masih memiliki darah keturunan dari raja agung kerajaan Elf" ucap pendeta agung.
Pendeta agung merujuk kepada Ratu Elisia, karena dia cucu dari Raja Agung Smith Flander dari keluarga Elf dan Willy setidaknya memiliki 25 persen darah Raja elf.
Pendeta agung pun berseru kepada jenderal Travis "Tidak Akan ada yang berani menyinggung putra mahkota kalian aku jamin itu, siapa pun yang berani memprovokasi maka kami tidak akan segan menghukum mereka, Aku akan menjamin keselamatan putra mahkota kalian di kota ini"
Obrolan mereka terdengar jelas dan terlihat oleh semua penduduk kota karena mereka berkomunikasi dengan menggunakan alat komunikasi sihir dan membentuk hologram besar yang terlihat oleh para penduduk kota.
Kemudian pendeta agung kembali berbicara yang di tujukan kepada seluruh penduduk kota "Warga Ibukota suci kerajaan dewagon, siapa pun yang berniat menyinggung dan mencelakai putra mahkota kerajaan Eldragon, maka pihak kuil tidak akan segan menghukum kalian dengan hukuman yang sangat berat"
Kemudian pendeta agung berbicara kepada jenderal Travis "Bagai mana jenderal Travis, apakah kamu percaya kepada kami"
Jenderal Travis pun menjawab "Baiklah aku akan mempercayakan keselamatan putra mahkota ku kepada kalian semua"
Jenderal Travis pun pergi dan di ikuti oleh semua anak buahnya meninggalkan kerajaan Dewagon dan kembali ke federasi bebas.
Pendeta agung pun mengutuk dirinya sendiri "Sialan hampir saja aku berbuat kesalahan, tidak ku sangka mereka berani sampai sejauh ini"
Pendeta agung menyeringai jahat "Ya putra mahkota kalian akan aku jamin keselamatannya di kota ini, tetapi keluar dari kerajaan ini aku tidak menjaminnya"
Sebenarnya Pendeta agung tahu dari awal karena sebenarnya dia lah yang merencanakan untuk membunuh Willy melalui tangan aliansi penganut ajaran dewa dan memerintahkan kedai pembunuh untuk melakukan eksekusi tersebut.
Tetapi selama melakukan tugasnya mereka gagal membunuh Willy, dan pendeta agung pun cuci tangan dengan menyalahkan guild Assassin kedai pembunuh .
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1