
Maria tidak menyangkalnya, karena itulah yang terjadi, bahwa leluhurnya berasal dari dunia lain.
Maria pun mulai bercerita "Leluhur ku di panggil oleh kekaisaran Chalutac, dan kekaisaran itu memanggil 2 orang, leluhur ku bernama Akegawa Yuga, dan satu lagi bernama Hacibi Koga.
Dari cerita turun temurun, Akegawa Yuga dan Hacibi Koga adalah orang yang saling bermusuhan, dan mereka sedang bertarung satu dengan yang lainnya, lalu kemudian mereka berdua terpanggil ke dunia ini...."
Maria terus bercerita tentang leluhurnya yang pada akhirnya Akegawa Yuga dan Hacibi Koga berdamai dan mengabdi kepada kekaisaran Chalutac.
Akegawa Yuga di berikan wilayah kekuasaan begitu juga Hacibi Koga dan mereka pun membentuk keluarga assassin pertama di kekaisaran Chalutac.
Akegawa Yuga memilih mengasingkan diri dan tidak lagi berkaitan dengan pemerintah. Generasi kedua dan ketiga hanya fokus di wilayah kekuasaan saja dan membuat desa tersembunyi.
Pernikahan pun di atur, supaya darah murni dari klan Yuga terjaga sehingga darah dan kekuatan tempur kita seperti halnya para pahlawan yang di panggil yaitu paling rendah mereka memiliki level B.
Sedangkan para assassin di bawah level B akan di tempatkan di luar desa tersembunyi. Barulah pada generasi kelima mereka memilih keluar dari pengasingan karena banyaknya permintaan dari para bangsawan untuk menjadikan assassin sebagai pelindung mereka.
Willy sudah mengerti tentang keluarga Yuga dari cerita Maria, kemudian Maria pun melanjutkan "aku pernah bercerita tentang keluarga ku dan kenapa aku di selamatkan oleh pangeran Heri Jovanka"
Willy mengangguk "Ya Karena kalian gagal menjalankan misi, kamu di tangkap dan di jual sebagai budak lalu di selamatkan oleh kakak ku kemudian di berikan kepada ku"
Willy yang tadinya duduk pun kemudian berbaring di paha Maria "Aku tidak menyangka bahwa kamu dari keturunan keluarga yang berasal dari dunia lain, di dunia ku juga aku pernah mendengar tentang keluarga Yuga dan keluarga kuga, mereka klan ninja paling ditakuti di jamannya, aku juga mengagumi mereka"
Maria tersenyum sambil mengelus kepala Willy "aku beruntung bisa di selamatkan oleh pangeran Heri Jovanka dan bersama mu sekarang, apakah kamu tidak malu bersama ku yang seorang budak"
Willy malah tersenyum mendengar perkataan dari Maria "Hehehe....Malu apanya justru aku beruntung selalu di lindungi oleh mu, meskipun aku seorang rengkarnasi, dulu aku lemah, hanya kamu lah yang selalu melindungi ku, aku tidak perduli siapa kamu dahulu, yang penting sekarang kamu adalah milik ku"
Mereka berdua mengobrol dan menceritakan tentang kehidupan mereka dahulu sehingga tidak ada rahasia yang di simpan mereka berdua.
Meskipun Maria sudah tahu Willy seorang rengkarnasi karena Willy pernah bercerita, tetapi sekarang mereka bercerita begitu detail.
Tidak terasa perjalanan pun sudah mencapai kerajaan dewagon, dimana kerajaan itu di kuasai oleh para penganut ajaran dewa cahaya.
Meskipun yang berkuasa adalah seorang raja tetapi mereka hanya sebuah boneka dan pemegang kekuasaan sebenarnya adalah seorang pendeta agung dari kuil dewa cahaya.
__ADS_1
Mereka pun turun dari kereta kuda dan masuk kedalam penginapan, semua orang di pandu, oleh prajurit elf dan menyuruh mereka untuk beristirahat.
Tatapan sinis pun di dapatkan oleh Willy dan Maria dari para penduduk kota, karena mereka tahu bahwa Willy dan Maria berasal dari kerajaan Jovalavia yang secara nyata mendukung para sekutu dewa naga agung.
Antara penganut ajaran dewa dan sekutu dewa naga agung adalah musuh dari sejak dahulu kala dan mereka tidak pernah akur, mereka bisa berdamai karena adanya perjanjian perdamaian yang telah di sepakati.
Maria pun berbisik kepada Willy "lihatlah mereka, sepertinya ingin memakan kita saja"
"Iya aku tahu, mereka menganggap kita sebagai musuh" jawab Willy.
Willy dan Maria menghiraukan tatapan sini penduduk dan langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Keesokan harinya mereka semua sedang sarapan pagi bersama, para kontestan 10 besar sudah biasa dengan Willy dan Maria, karena mereka juga dari kalangan bangsawan dan pangeran.
Tetapi ada selinting orang yang berbicara di penginapan itu sambil menatap Jijik kearah Willy dan Maria "Kenapa ada orang yang tersesat di kerajaan kita, apakah para kesatria kuil membiarkan saja mereka berdua berada di sini"
Temannya pun membalas "Hus jaga ucapan mu, mereka adalah pemenang pertandingan sebenua bagian Utara dan akan menuju ke lembah keabadian"
"Tapi anak itu bukan bagian dari kita, mereka adalah musuh bagi para dewa, dan mereka orang yang tersesat yang pantas mati" ucap orang itu.
Kemudian datang prajurit berjirah menghampiri para kontestan "Setelah ini adalah waktunya berdoa di dalam kuil, kalau kalian mau ikut ayo kita berangkat, mudah mudahan doa kalian di dengar dan mendapatkan berkah dari dewa"
Semua orang berseru setuju "Ayo kita ikut"
"Ya kalau kita di berikan berkah dewa, kekuatan kita akan bertambah berkali-kali lipat"
"Ayo kita berangkat"
Mereka pun berdiri dan berjalan keluar penginapan, Willy dan Maria pun ikut berjalan dan mengikuti mereka.
Sesampainya di depan kuil Mereka pun masuk, tetapi hanya Willy dan Maria saja yang tidak di perbolehkan masuk oleh penjaga pintu kuil.
"Maaf kalian berdua tidak di perbolehkan masuk kedalam, karena kuil ini tidak di peruntukan untuk orang yang tersesat" ucap penjaga itu.
__ADS_1
Willy sedikit bingung karena mereka berdua di sebut orang yang tersesat, padahal mereka di bimbing untuk menuju ke kuil ini oleh kesatria elf.
"Maaf tuan, kami rasa kita tidak tersesat, jalan kami benar dan di pandu untuk memasuki kuil ini" ucap Willy.
Kemudian penjaga itu pun menjelaskan "memang benar kamu berdua itu di pandu untuk memasuki kuil ini, tetapi kuil ini di haramkan untuk anak dari penguasa yang menjadi sekutu dewa naga agung, dan para sekutu dewa naga agung di sebut juga orang yang tersesat karena tidak menerima ajaran dewa dan memilih memusuhi dewa yang kami sembah"
Dari sana Willy pun mengerti bahwa sebutan untuk orang yang tersesat itu di peruntukan untuk orang yang tidak menyembah dewa seperti mereka.
"Ya baiklah kalau begitu kita berdua akan menunggu di sekitar sini saja" jawab Willy.
Kemudian Willy pun mengajak Maria untuk mencari kedai makan tetapi sayangnya mereka juga di usir dari kedai makan itu dan tidak di perbolehkan masuk.
Mereka juga beralasan bahwa Willy dan Maria adalah orang yang tersesat dan tidak layak berada di tempat ini.
Willy menyadari bahwa mereka sekarang sedang di diskriminasi oleh para penduduk kerajaan dewagon karena Willy juga di rumorkan sebagai pewaris pedang dewa naga agung yang di mana pemiliknya terdahulu adalah musuh para dewa yang mereka sembah.
Willy pun mengajak Maria untuk jajan di lapak kaki lima, tetapi perlakuan mereka sama seperti pemilik kedai makan.
Willy dan Maria malah di usir oleh pedangan tersebut "Aku tidak akan menjual makanan ini pada kalian berdua, meskipun di bayar dengan koin emas, sama pergi ! Lapak ku bisa sial kalau ada pendosa seperti kalian berdua"
Willy tidak membalas perlakuan pedang itu, dia hanya mengajak Maria pergi dari tempat itu.
"Ayo kita pergi saja, tidak usah menghiraukan mereka, kita masih punya banyak makanan di dalam item Book kita" ucap Willy
Mereka pun pergi dan menunggu di halaman kuil dewa cahaya.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna