PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Hanyalah Candaan


__ADS_3

Di camp atau barak prajurit satu badak yang sudah di pasangi duri duri mengamuk di dalam benteng sedangkan 9 ekor lainnya menabrak benteng dan meledakan benteng tersebut sehingga beberapa prajurit terluka.


Wakil jenderal yang bernama Enes memerintahkan pasukan Golemnya untuk mengepung badak tersebut supaya tidak mengamuk dan merusak tenda yang sudah berdiri kokoh.


"Pasukan Golem kepung makhluk itu" Enes memberi perintah.


Brak....


Brak....


Brak....


Pasukan Golem dengan menggunakan perisai mulai bergerak mengelilingi badak tersebut dan membentuk lingkaran besar, kemudian lingkaran Golem menyusut sehingga badak itu terkurung dan hanya berlari di sekitarnya.


Sambil menyeruduk prajurit Golem sehingga puluhan prajurit Golem menjadi hancur dan di ganti dengan Golem yang berada di belakangnya untuk tetap mengurung badak tersebut.


Kemudian ada beberapa prajurit Magi yang membantu pasukan Golem tersebut mereka pun merapalkan mantra dan membuat tanah di sekitar badak tersebut menjadi pasir hisap.


Lingkaran sihir mulai terbentuk dan tanah pijakan badak pun berubah menjadi pasir hisap badak itu pun tidak bisa bergerak lagi sebagian tubuhnya sudah masuk kedalam pasir


Kemudian para Magi itupun menghentikan membaca mantra dan pasir itu pun berubah menjadi tanah kembali yang mengubur sebagian badan dari badak tersebut.


Prajurit bertombak pun menghujamkan tombaknya ke arah badak sehingga badak itu pun mati dan prajurit pun bersorak.


"Hore badak itu sudah mati sekarang kita bisa makan enak" ucap prajurit


"Iya kita bisa membuat badak bakar dan memakannya dengan arak supaya stamina kita tetapi fit dan hangat" ucap prajurit satunya lagi.


Mereka pun menguliti badak yang telah mereka bunuh dan sebagian lagi memperbaiki benteng yang hancur sedangkan prajurit yang terluka segera di obati.


Raja Freevik Reagon dan Raja Ferik Reagon yang berada di bukit tertinggi yang melihat kejadian itu dari atas merasa geram karena pasukan musuh sudah berani melanggar kesepakatan.


"Kurang ajar mereka, suruh pasukan untuk menyiapkan diri besok pagi kayaknya sudah akan di mulai peperangan kita dan perintahkan pasukan Golem untuk bersiaga di luar benteng camp prajurit" Raja Freevik Reagon memerintah jenderal angkatan udara untuk menginformasikan kepada orang orang yang ada di bawah.

__ADS_1


"Baik tuan ku..." Ucap jenderal divisi angkatan udara dan dia pun berlalu pergi.


"Kek bagai mana ini, putra Eldra dan pasukan pendudukan belum datang" ucap Raja Ferik Reagon.


"Tentang saja besok juga mereka sudah sampai" ucap Raja Freevik Reagon.


Kemudian di langit banyak Wyvern mengelilingi daerah tersebut dan beberapa Gripon, ya itu adalah pasukan pendukung udara milik Willy, mereka datang dengan di pimpin oleh Maria.


Maria menunggangi Fallion, dan turun berlahan di area bukit tertinggi dan yang lainnya pun mengikuti untuk mendarat di tempat tersebut.


Maria langsung lompat dari punggung Fallion dan menghampiri Raja Freevik Reagon dan Raja Ferik Reagon yang sedang berdiri menatap ke area ladang kematian.


"Selamat datang di ladang kematian Maria, bagai mana perjalanan mu" ucap Raja Ferik Reagon.


"Perjalanan ku sangat menyenangkan karena di perjalanan banyak pemandangan yang indah, dan bagai mana keadaan di sini apakah musuh sudah ada pergerakan" tanya Maria


Raja Ferik pun menjawab pertanyaan dari Maria "tadi sudah ada serangan tetapi hanya gertakan saja, mereka hanya melepaskan binatang buas dan membuat prajurit sediki kalang kabut, tapi semua sudah di atasi"


Maria pun menghela nafasnya "heuh... syukur lah kalau semua sudah di atasi"


"Dan kamu sendiri beritirahat lah di tenda yang berwarna hijau itu, karena itu tenda khusus untuk mu dan putra Eldra" ucap Raja Freevik Reagon.


Maria pun mengangguk "baiklah saya istirahat terlebih dahulu, eh lupa Willy paling sampai besok sore atau lusa tapi mudah-mudahan mereka bergerak dengan cepat karena mereka hanya beritirahat selama 4 jam"


Maria pun pergi meninggalkan mereka berdua dan menghampiri semua pasukan yang baru datang untuk memberitahukan tempat beristirahat kepada mereka.


Di camp prajurit bawah, sebagian prajurit sudah bersiaga di setiap sisi dan bahkan pasukan Golem pun di siagakan di setiap benteng, sedangkan prajurit lain beritirahat dengan tenang.


*


Di pagi harinya pasukan sudah berbaris untuk mendapatkan jatah makan yang di sediakan oleh pasukan logistik dan setelah mereka selesai mereka pun bersiap dengan memakai perlengkapan perang.


Armor hitam, tameng, helm sarung tangan dan sepatu yang di buat dari logam khusus campuran bijih orichalcum dan bijih Uru yang membuat semua perlengkapan itu terasa lebih ringan dan kuat.

__ADS_1


Serta pedang bermata dua yang tidak terlalu panjang sekitar 60 cm, sesuai dengan tinggi tubuh mereka, ada juga sebagian dari mereka bersenjatakan kapak dan tombak.


Mereka berbaris sesuai dengan kelompok mereka masing-masing sesuai dengan divisi dan senjata yang mereka gunakan.


Setiap satu kelompok mereka terdiri dari 1.000 orang sehingga membentang sejauh mata memandang di ladang kematian dan mereka berbaris di belakang pasukan Golem.


Di seberang mereka sudah terbentang barisan musuh yang lebih banyak dari pada pasukan kerajaan Lareagon dengan peralatan perang seperti pelontar batu, monster hewan yang berukuran raksasa dan peralatan lainnya.


Jenderal dari pasukan musuh pun memacu kudanya ketengah ladang kematian begitu pun jenderal dari divisi kavaleri dengan kudanya dia menghampiri jenderal musuh.


Mereka pun berhadapan satu sama lainnya dan jenderal musuh pun berbicara "hai bangsa Dwarf kenama pasukan mu sudah bersiaga bukanya dalam perjanjian kita, besok adalah waktu kita berperang"


Jenderal kavaleri pun balik bertanya kepada jenderal musuh "justru kami yang seharusnya berkata begitu, mengapa kalian yang menyerang kami duluan kemarin padahal waktu peperangan sudah di tentukan"


Jenderal itu pun tertawa "hahaha....itu hanyalah candaan dari kami, sudahlah jangan di pikirkan, besok saja kita berhadapan dan aku tidak akan segan membunuh mu di Medan perang ini"


Jenderal itupun berbalik dan dan meninggalkan jenderal kavaleri kemudian dia membubarkan pasukannya.


Jenderal kavaleri pun kembali ke pasukan dan berbicara kepada Raja Freevik Reagon dan menceritakan tentang obrolan mereka sehingga Raja Freevik Reagon menjadi sangat marah.


"Apa dia bilang itu hanya bercanda, tunggu saja bagaimana cara bercanda bangsa Dwarf" ucap Raja Freevik Reagon.


Kemudian Raja Freevik Reagon berkata kembali "perintahkan semua pasukan untuk beristirahat total supaya semua pasukan memiliki tubuh yang fit dan biarkan pasukan Golem yang berjaga"


"Baik tuan ku" ucap jenderal kavaleri, dia pun berbalik dan membubarkan semua pasukan dan memerintahkan untuk beristirahat di dalam barak mereka masing masing.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2