
Di Tempat Willy berada, Dia menunggangi Gripon yang bernama Fallion bersama Maria menuju ke Dungeon Raja Iblis Garuda.
Dungeon Raja Iblis Garuda hanya memiliki 10 lantai dan terdapat 20 Dungeon Yang tersebar di seluruh dunia dan Dungeon tertinggi berada di Benua Bagian Selatan.
Di benua bagian Utara terdapat 2 Dungeon yaitu Dungeon Raja Iblis Garuda yang memiliki 10 lantai dan Dungeon Lembah keabadian yang di huni bangsa Elf di perbatasan antara benua bagian Utara dan benua bagian tengah.
Fallion terbang dengan kecepatan tinggi dan akhirnya sampai di daerah kekuasaan kerajaan Iblis Garuda dan langsung masuk ke lantai 9 karena di lantai 9 dan 10 ini lah tempat kediaman keluarga dari Raja iblis Garuda.
Di lantai 9 ada pintu gerbang besar tempat landasan para prajurit bangsa Garuda terbang keluar dari Dungeon, dan itu di manfaatkan untuk Willy masuk kedalam Dungeon.
Dengan emosi yang meluap-luap Willy melompat dari punggung Fallion dan mendarat dengan lancar di atas lantai Dungeon.
Willy tanpa ragu mengeluarkan pedang Dewa Naga Agung dan berteriak menyebutkan nama Raja iblis Garuda.
"Raja iblis Garuda keluar kamu, akan aku bunuh dengan tangan ku sendiri, Raja iblis Garuda cepat keluar" teriak Willy.
Para prajurit yang mendengar perkataan dari Willy langsung mengepung Willy dengan senjata mereka yang berniat untuk menangkap Willy.
"Hai nak, berbicaralah sopan, kenapa kamu datang datang langsung berteriak meneriaki raja agung kami" ucap pemimpin prajurit yang ada di sana.
Pemimpin prajurit itu tidak langsung menghadang Willy, dia masih berbicara sopan karena dia tahu Pedang apa yang di pegang oleh Willy, karena auranya intimidasinya sangat kuat.
"Kalau kalian tidak ingin mati cepat panggil Raja iblis Garuda kehadapan ku atau kalian akan aku hancurkan" ancaman Willy.
Kemudian Willy mulai melangkah untuk mencari Raja iblis Garuda tetapi di hentikan oleh pemimpin prajurit "Berhenti, jangan seenaknya di tempat kami ini, dan jangan bikin keributan"
Willy melirik ke arah pemimpin prajurit itu dengan tatapan membunuh, karena sudah dari tadi Willy menahan emosinya yang meluap luap.
Wuss....
Pedang dewa naga agung di hempaskan ke arah pemimpin prajurit tersebut sampai dia pun terpental jauh, sejauh 100 meter dari tempatnya berdiri.
Di Dungeon lantai ke 9 ini adalah sebuah kota yang lumayan besar dan banyak prajurit serta di lantai ini di lapisi dengan sihir dimensi kubah menjadi lantai Dungeon ini sangat luas.
Banyak penduduk kota Raja di lantai 9 Dungeon itu melihat Willy yang menghempaskan pedang dewa naga agung kearah pemimpin prajurit itu.
Brak....
Pemimpin prajurit itu menabrak dinding tembok sehingga dirinya tidak dapat bangkit kembali dan dengan seketika pemimpin prajurit itu pingsan.
Prajurit lain pun langsung mengerumuni dan mengepung Willy yang terus berteriak memanggil nama Raja Iblis Garuda.
"Raja Iblis Garuda keluar kamu, aku akan membalas dendam kakak ku karena kamu sudah berani, menyuruh orang untuk membunuh, kakak ku" teriak Willy sambil melangkah di jalan utama kota.
Prajurit yang menghadang pun langsung berteriak, "tangkap anak ini jangan sampai membuat keributan di Dungeon ini"
Semua prajurit yang mengepung Willy pun berteriak "Ya.... Tangkap"
Beberapa orang prajurit berusaha mendekati Willy tetapi dengan sigap Willy mengayunkan pedangnya sehingga mereka pun terpental.
Maria yang berada di belakang Willy melindungi dari belakang dia pun menakis dan menghalau serangan dari prajurit yang menyerang.
Wuss....
Pedang di ayunkan
Brak....
__ADS_1
Beberapa orang prajurit terhempas.
Willy tidak menggunakan pedangnya dengan bagian yang tajam, dia menggunakan sisi pedang dewa naga agung hanya untuk menghempaskan lawan saja
Karena tujuannya hanya untuk membunuh Raja iblis Garuda dan tidak ingin membunuh prajurit yang tidak berdosa yang sedang menghadangnya sekarang.
Willy pun terus berjalan seperti orang gila yang mengayunkan pedangnya dan membuat para prajurit terhempas dan tidak bisa mendekati dia.
Maria pun sama dia menggunakan sihir elemen angin dan di gunakan dengan tombaknya hanya supaya para prajurit tidak mendekatinya.
Wuss....
Wuss....
Pedang terus di hempaskan tanpa henti, para prajurit yang ingin mendekati Willy dan menangkapnya di terbangkan hingga terpental.
"Raja iblis Garuda keluar kamu" teriak Willy menggila
Dengan mata yang merah dia terus berjalan menuju tengah kota dan prajurit silih berganti berdatangan untuk menghalau Willy.
Tetapi dengan pedang dewa naga agung yang Willy gunakan dengan mudah menghempaskan semua prajurit yang menghadang.
Banyak prajurit yang di hempaskan dan terluka hingga pingsan tetapi dari mereka tidak ada satu orang pun yang meninggal Dunia.
Hingga pada akhirnya Willy menemukan tangga menuju lantai ke 10, tangga yang besar di pojokan kota, dia pun mencoba menuju ke sana dan naik ke tangga tersebut.
Ditangga ternyata banyak prajurit penjaga karena tangga itu langsung menuju kediaman keluarga Raja iblis Garuda, Willy pun mengamuk sejadi jadinya seperti orang gila.
Dia tidak membiarkan satu orang prajurit pun mendekatinya, dan menghempaskan semua prajurit yang berusaha mendekatinya.
Dan sekarang prajurit pun menggunakan kekuatan sihir mereka karena di lantai ke 10 para prajurit memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari pada lantai ke 9.
"Sihir elemen api, Fire bird...." Teriak prajurit yang mengeluarkan sihir elemen api.
Wuss....
Willy yang seperti kerasukan terus mengayunkan pedangnya dan berteriak "Raja Iblis Garuda keluar"
Willy tidak melihat serangan dari prajurit itu tetapi dengan sigap Maria menggunakan sihir pertahanan untuk menghalau serangan sihir dari prajurit tersebut.
Brak....
Duwar....
Serangan fire bird ditahan oleh sihir pertahanan Maria sehingga benturannya menimbulkan ledakan, Willy yang lambat menyadari mengayunkan pedangnya kearah prajurit yang tadi menyerang dirinya dengan sihir.
Kejadian ini Hampir sama dengan Maria waktu perang melawan kerajaan Inggarsia, Willy juga sekarang mengalaminya.
Willy seperti hilang kesadaran dan kendali atas dirinya sendiri dan di kuasai oleh napsu amarah, yang ada di pikiran dia hanya bertemu dengan Raja iblis Garuda dan membunuhnya.
Karena Willy tidak dapat di hentikan oleh fisik mereka pun menggunakan serangan sihir untuk menghentikan Willy.
Para prajurit pun menggunakan sihir untuk menghentikan Willy.
"Fire Bird...."
Wuss....
__ADS_1
"Water Bird...."
Wuss....
"Frezz Slash...."
Wuss....
Segala sihir elemen dari masing masing prajurit dilancarkan ke arah Willy untuk menghentikannya.
Willy hanya mengibaskan pedangnya ke arah para prajurit yang menyerang dengan sihir, dengan pedang dewa naga agung tersebut Willy dengan mudah menghalau segala serangan.
Tetapi serangan yang menuju arah Maria dengan sigap Maria menggunakan sihir pertahanan, lingkaran sihir berbentuk perisai pun banyak terbentuk di sekeliling Maria untuk menghalau serangan sihir.
Salah satu prajurit pun segera melaporkan kejadian tersebut ke Raja Iblis Garuda.
"Lapor Tuan ku Raja, Seorang anak masuk ke Dungeon ini dan membuat keributan, banyak prajurit yang terluka, anak tersebut menyerang dengan membabi buta dan dia memakai pedang dari pahlawan legenda Edward El" lapor prajurit.
Raja iblis Garuda pun tercengang "apa seorang anak memakai pedang dewa naga agung menyerang Dungeon ini"
Prajurit itupun mengangguk "iya tuan ku Raja, dia berteriak teriak menyebutkan nama anda dan berkata ingin membunuh Anda"
"Di mana dia sekarang" tanya Raja Iblis Garuda.
"Sekarang dia memasuki Halaman kastil istana, Tuan ku" jawab prajurit.
Raja iblis Garuda bergumam di dalam hati "siapa anak ini, apa dia yang sudah di ramalkan, Keturunan dari pahlawan legenda Edward El Dra pewaris Pedang Leganda Dewa Naga Agung.
Tetapi mengapa dia datang ke Dungeon ini dan berniat ingin membunuh ku, padahal aku tidak berselisih dengan siapapun"
Kemudian datang kedua anak dari Raja iblis Garuda yang menghampiri dan bertanya "Ada apakah ayah, kenapa di luar sangat ribut sekali "
"Anak ku Vania, kata prajurit di luar ada anak yang membawa senjata dewa naga agung dan berniat untuk membunuh ayah mu ini" jawab Raja iblis Garuda.
"Apa mungkin anak itu adik dari suami ku, dia sangka kakak nya meninggal dunia dan ingin balas dendam kepada ayah" ucap Vania.
"Mungkin saja" ucap Raja iblis Garuda.
"Si Bodoh ini membuat ulah, apa dia tidak tahu apa yang sudah di rencanakan, " ucap salah satu anak bungsu dari Raja iblis Garuda.
"Apa maksud mu Elvina" ucap Raja iblis Garuda.
"Ayah biar aku yang menghadapi dia dan menyadarkannya, si bodoh ini harus di berikan pelajaran " ucap Elvina.
"Tapi dia menggunakan pedang dewa naga agung " ucap Raja iblis Garuda.
"Tenang saja ayah, dia tidak akan dapat melukai ku " ucap Elvina.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna