PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Kolam Keabadian


__ADS_3

Willy dan Maria di bimbing oleh mentor mereka masing-masing, mentor mereka pun menjelaskan bahwa mereka bisa menyerap energi murni sambil berendam di kolam keabadian.


Semakin ke tengah kolam, maka akan semakin dingin dan energi akan semakin murni serta dapat dengan cepat memperbesar bejana ilahi.


Di kolam keabadian ini kemampuan seseorang akan menghilang sementara, sehingga mereka tidak bisa mengeluarkan sihir elemen mereka masing masing.


Sehingga penyerapan energi murni di sini akan memperbesar bejana ilahi secara alami. Sehingga meskipun mereka memiliki sihir elemen api dengan dinginnya air di kolam keabadian maka sihir itu tidak akan berguna.


Dan di sini hanya mengandalkan kekuatan pisik saja tanpa adanya sihir, sehingga siapa pun yang kuat bermeditasi dan menyerap energi di tengah kolam akan semakin hebat.


Tetapi jika tidak bisa menahannya maka orang tersebut akan mati membeku di tempat itu, sehingga mentor mereka wanti wanti, apa bila sudah tidak kuat lagi maka mereka harus kembali ketepian kolam dan segera menghangatkan diri.


Semua orang pun sudah bersiap, mereka membuka seluruh pakaian, disini perempuan dan laki-laki di pisahkan, karena mereka harus berendam dengan tanpa menggunakan sehelai benang pun.


Willy pun menghela nafas kemudian dia masuk berlahan kedalam kolam keabadian, dingin di kaki langsung menyebar ke seluruh tubuh.


Tetapi beruntung Willy memiliki sihir elemen es sebelumnya, sehingga Willy dapat menahan rasa dingin yang menyebar ke seluruh tubuh.


Willy pun masuk berlahan dan berjalan sampai seluruh tubuhnya di tutupi air kolam, dia pun mulai memejamkan matanya dan bermeditasi untuk menyerap energi murni.


Salah satu dari senior berbicara "Rekor paling lama berendam di kolam ini adalah juara kompetisi 10 tahun yang lalu dan waktu yang di perlukan adalah 2 jam saja, dan generasi 5 tahun yang lalu paling kuat 1 jam saja, berarti rekor berendam paling lama masih di pegang generasi 10 tahun yang lalu"


Senior wanita menambahkan "Ayo semangat, tetapi kalau tidak kuat, cepatlah naik karena bisa mengancam nyawa kalian, sehingga jangan di paksakan"


Mereka pun berendam di kolam keabadian dan setelah sekitar 20 menit ada 1 orang yang keluar dari dalam kolam tersebut dengan keadaan menggigil.


Orang itu sangat kedinginan dengan kulit wajah yang pucat, setelah itu para senior yang menjadi mentor langsung menghampiri orang itu dan memberikan handuk dan selimut tebal.


Tetapi tiba-tiba orang itu langsung pingsan dan seketika para senior panik, kemudian orang itu di bawa ke pos kesehatan untuk di berikan perawatan.


Selang 10 menit, 1 orang muncul dari dalam kolam dan setelah 1 jam hanya tersisa 4 orang termasuk Willy dan Maria.


Willy dan Maria tidak bermeditasi di dekat tepian tetapi mereka berdua malah berjalan ketengah kolam.

__ADS_1


Memang semakin ke tengah air akan semakin dingin, tetapi Willy dan Maria dapat menahan rasa dingin itu dan kemudian Willy dan Maria bertemu di tengah kolam.


Karena kabut yang tebal karena uap air dingin dari dalam kolam, orang yang bermeditasi tidak kelihatan dari atas tepian kolam.


Willy dan Maria pun berdiskusi dan Willy pun mengemukakan pendapat "Di sini sudah sangat dingin bagaimana kalau kita bermeditasi sambil berbagi kehangatan"


Maria yang mendengar perkataan dari Willy langsung mendorong Willy "dasar otak mesum, kalau begitu ayo kita lakukan"


Willy menyeringai "Lah aku kira kamu akan menolak, ini malah okeh okeh saja"


"Habisnya di sini dingin banget, kalau tidak berbagi kehangatan kita akan membeku di tempat ini" jawab Maria.


Mereka memulai bermeditasi, kalau bahasa para kultivator yang dilakukan Willy dan Maria ini adalah berkultivasi ganda.


Mereka berdua saling memeluk satu sama lain sambil berkonsentrasi menyerap energi murni dari alam, menggesekkan kulit mereka supaya mereka merasa sedikit hangat.


Setidaknya ada kehangatan di hati mereka berdua yang menjadi penyemangat hidup.


Maria merasa ada sensasi yang luar biasa karena berada di dalam kolam keabadian, tubuh mereka berdua seakan menjadi ringan dan kulit mereka seperti lebih bersih.


Badan yang pegal terasa menghilang, bermeditasi di kolam keabadian ini bukan hanya melebarkan bejana ilahi, tetapi juga menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit dan menghilangkan segala macam racun yang ada di dalam tubuh.


Mereka berdua pun terasa di lahirkan kembali karena bejana ilahi menjadi lebar dan energi sihir yang di miliki oleh Willy dan Maria menyebar ke seluruh tubuh dan mengisi setiap ruangan bejana ilahi.


Bejana ilahi ini ibarat Meridian yang terbuka dan di isi oleh suatu energi sehingga kalau bejana ilahi itu membesar sama dengan membuka Meridian dan otomatis mereka akan naik level.


Satu setengah jam berlalu dan satu dari empat orang pun muncul, kemudian 2 jam kemudian satu orang lagi muncul, sehingga tinggal Willy dan Maria saja yang belum muncul.


Karena sudah lebih dari 2 jam Willy dan Maria tidak muncul juga, para senior menjadi khawatir, takutnya Willy dan Maria mati membeku di dalam kolam.


Para senior pun berniat mencari Willy dan Maria dan hendak masuk ke dalam kolam keabadian, tetapi salah seorang dari mereka mencegahnya.


"Hentikan, kita tunggu 2 sampai 3 jam lagi, kalau mereka belum muncul juga, kita baru mencari mereka di dalam kolam"

__ADS_1


Semua orang menganguk setuju, walaupun mereka khawatir karena rekor berendam sekarang sudah di pecahkan.


Sandya dari klan Black cobra mampu berendam selama 2 jam dan dalam keadaan baik baik saja.


Dan setelah 5 jam berlalu baru lah Willy dan Maria pun muncul kepermukaan dan disambut semua orang dengan tatapan yang tidak percaya, bahwa mereka berdua bisa bertahan di dalam kolam selama 5 jam.


"Woy, bagai mana kamu bisa bertahan selama 5 jam di dalam kolam keabadian, aku saja paling kuat hanya 1 jam saja" tanya salah satu senior.


Willy pun menjawab sambil tersenyum "entah lah, aku hanya memejamkan mata dan tertidur, tapi ketika aku bangun aku merasa seluruh tubuh ku dingin sehingga aku langsung keluar dari kolam ini"


Di sisi lain Maria pun bercerita hal yang sama ketika di tanya oleh senior perempuan, sehingga Maria dan Willy memiliki alasan yang sama.


Setelah semua selesai mereka pun di bawa ke penginapan karena besok pagi ada hal yang spesial yaitu tiga besar juara kompetisi akan di bawa masuk ke dalam Dungeon keabadian untuk menerima buah dewa.


Sebelum mereka beristirahat Miles mengingatkan "Hai nak, bagai mana dengan tantangan ku, apa kamu terima"


Willy tersenyum tetapi Maria lah yang menjawab "Hai kakak senior, ingat akulah yang akan melawan mu, karena kamu tidak pantas melawan pangeran bodoh ini"


Maria sudah kebiasaan selalu memanggil Willy dengan panggilan pangeran bodoh, tetapi Willy tidak marah kepada Maria, karena mungkin itu panggilan sayang dia kepada Willy.


Willy hanya selalu menghukum Maria di tempat tidur kalau dia menghina dirinya, dengan hukum penusukan di bagian bawah....


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


__ADS_2