
Veteran itu pun segera memanggil penguji lain yang ahli dalam bidang sihir, dia seorang wanita paruh baya dengan menggunakan jubah dan topi kerucut khas pakaian penyihir.
Veteran itu tidak pergi tetapi dia menonton kerena penasaran dengan party yang satu ini karena dia mendengar baru tadi mereka naik level dari level pemula.
Sekarang mereka ingin naik level lagi menjadi level tertinggi di gulid petualang ini, yaitu naik peringkat Gold.
Di guild ini hanya beberapa Party yang berada di level gold tetapi mereka jarang berada di kota hitam dan malah berpindah ke kota lain karena lebih menjanjikan.
Penyihir itu pun berjalan menuju ke arah Willy dan yang lainnya dia pun memperkenalkan dirinya "Halo anak anak yang hebat, perkenalkan nama ku Tania, aku adalah satu satunya penyihir petualang tingkat gold yang ada di guild petualang ini. Dan sekarang aku adalah penguji kalian"
Di sisi lain beberapa orang membawa patung kayu berbentuk manusia itu di jadikan sasaran untuk ujian menggunakan sihir serangan.
Tania pun menjelaskan tentang ujian sihir ini, ujian pertama mereka harus bisa menggunakan sihir pertahanan, dan nanti akan di serang oleh Tania,
Apa bila berhasil menghalau sihir Tania maka ujian pertama akan lolos, dan selanjutnya ke ujian kedua yaitu mereka harus menggunakan sihir serangan untuk mengenai patung kayu yang berada di depan mereka dengan jarak 20 meter.
Setelah selesai menjelaskan Tania pun berkata "Ayo siapa yang akan lebih dahulu menerima serangan ku"
Libear dengan semangat mengacungkan tangannya "aku duluan.... aku duluan..."
Libear pun berlari ke tengah lapangan kemudian dia bersikap dengan kuda kudanya "Ayo nyonya, serang lah aku sudah siap"
Tania pun mengangguk "baiklah kalau begitu kamu harus bersiap menerima serangan ku"
Tania yang membawa tongkat sihir mengarahkan ujung tongkatnya ke arah Libear dan kemudian dia membacakan mantra "Wahai kekuatan Roh api berikanlah aku kekuatan....."
Di dalam hati Maria mencibir "Apanya penyihir petualang tingkat gold, menggunakan sihir saja membaca mantra sangat lama, kalau di pertempuran yang sesungguhnya dia akan di serang dan mati sebelum sempat mengeluarkan sihir"
Melihat Willy dia hanya tersenyum melihat Tania membacakan mantra yang begitu panjang dan lama, dan setelah Tania selesai membacakan mantra dia pun berteriak "Fire boll...."
Wuss....
Bola api sebesar kepalan tangan meluncur dari tongkat sihir milik Tania dan meluncur ke arah Libear.
Bola api itu meluncur ke arah Libear tidak cepat dan tidak juga lambat sehingga Libear bisa bersiap.
Libear menyalurkan energi sihir ke tangannya dan kemudian membayangkan sebuah batu besar membentuk dinding tembok di depannya.
Dinding tembok batu Libear bayangkan setinggi 3 meter dengan ketebalan 30 centimeter.
Setelah bola api itu mendekat, Libear langsung berlutut dan memukul tanah yang ada di depannya sambil berteriak "Rock Barier...."
Wuss....
Dinding tembok batu setinggi 3 meter muncul dari dalam tanah dan menghalangi bola api yang di keluarkan oleh Tania.
Bola api itu menghantam dinding tembok batu tersebut, tetapi karena serangan sihir bola api Tania lemah sehingga tidak terjadi ledakan dan hanya membakar dinding tembok batu tersebut hinggap akhirnya padam.
Melihat itu Tania dan veteran petualang bertepuk tangan Tania pun mengacungkan jari jempolnya "Bagus kamu lulus ujian pertama"
__ADS_1
Libear dinyatakan lulus dari ujian sihir tahap pertama dan dia pun sudah merasa sangat senang.
Kemudian Willy maju kedepan untuk menerima serangan sihir dari Tania, dan Tania pun kembali membacakan mantra.
Willy menguap dan merasa ngantuk karena menunggu Tania yang membaca mantra untuk mengeluarkan sihir bola api.
Setelah selesai membaca mantra tongkat sihir Tania mengeluarkan cahaya dan Tania pun berteriak "Fire boll...."
Wuss....
Bola api meluncur menuju ke arah Willy, sambil menguap karena ngantuk Willy hanya merentangkan satu tangannya.
Willy mengeluarkan sihir air, tidak banyak tetapi air tersebut begitu dingin dan membentuk barier sebesar perisai, bola api itu pun meluncur dan menubruk perisai air milik Willy.
Wuss....
Clups....
Bola api itu pun padam seketika setelah menubruk perisai air milik Willy.
Setelah Willy menurunkan tangannya, perisai air pun seketika menghilang, Tania pun bertepuk tangan dan menyatakan bahwa Willy telah lulus ujian pertama.
Kemudian giliran Maria, Maria pun berjalan ketengah arena untuk bersiap menerima serangan sihir dari Tania, Tania sudah bersiap dia kembali membacakan mantra.
Setelah selesai bola api keluar dari tongkat sihir milik Tania, Maria tersenyum dia tidak menggunakan barier pelindung atau pertahanan lain.
Maria malah menangkap bola api yang meluncur tersebut, Tania dan veteran petualang itu merasa kaget karena Maria hanya berdiri, dia tidak memasang Barier Pelindung.
Tania pun bertanya kepada Maria dengan heran "Kenapa sihir api ku tidak terpengaruh kepada mu, itu adalah serangan terkuat ku"
Maria kaget bukan main "Apa itu serangan terkuat nu nyonya"
Maria kaget bukan karena itu serangan terkuat, tetapi kaget karena serangan itu sangat lemah dan kecepatannya sangan biasa dan pergerakan bisa dengan mudah di Hindari.
"Ya itu serangan terkuat ku, dan aku menghabiskan 30% dari energi sihir ku, tetapi mengapa kamu bisa menangkap nya" Tania berkata heran
Maria tersenyum sambil menggaruk kepalanya, dia tidak mau merendahkan Tania penyihir tingkat gold yang masih lemah "Mungkin karena kita sama sama memiliki sihir elemen api, jadi Sihir mu terserap oleh tubuh ku"
Tania pun berpikir sejenak dan menganggukan kepalanya "benar juga ya, sesama elemen api, Serangan api itu tidak ada gunanya"
Willy dan Maria pun tersenyum lebar dan mereka mengiyakan pernyataan dari Tania itu, dengan kejadian itu Maria pun dinyatakan lulus ujian pertama.
Sekarang lanjut ke ujian ke 2 yaitu melakukan sihir serangan, patung kayu sudah siap untuk menjadi sasarannya.
Willy tadi sudah menggunakan sihir elemen air untuk menangkis sihir elemen api dari Tania, sehingga kali ini dia juga harus menggunakan sihir elemen air.
Libear seperti tadi yang pertama melakukan sihir serangan tetapi sebelum itu Tania mencontohkan terlebih dahulu.
Tania seperti biasa mengarahkan tongkat sihirnya ke arah patung kayu kemudian membacakan mantra, setelah itu Tania berteriak "Fire boll"
__ADS_1
Wuss....
Bola api Meluncur dan menghantam patung kayu, dan sihirnya itu membakar patung kayu tersebut.
Setelah peragaan itu Libear pun maju dia mengerahkan Energi sihir nya ke tinju kemudian dia memukul tanah sambil berteriak "Duri tanah Penghancur...."
Bark....bruk....bruk....bruk....
Kemudian tanah di depan Libear muncul tanah padat yang runcing keluar sepanjang jalan dan menghancurkan patung kayu tersebut.
"Wow elemen tanah yang hebat" puji veteran petualang itu
Libear pun tersenyum bangga, karena waktu di hutan kegelapan menuju kota hitam, sepanjang perjalanan Libear selalu berlatih sehingga kemampuannya sedikit bertambah dan penggunaan sihir elemen tanah pun mulai terbiasa.
"Selamat kamu lulus ujian dengan sempurna di ujian sihir ini" ucap Tania kepada Libear.
Kemudian Willy dan Maria maju bersama, karena patung kayu ada beberapa buah sehingga Willy dan Maria bisa menyerang target bersamaan.
Willy dan Maria merentangkan 1 tangannya ke arah target patung kayu, Willy dan Maria saling memandang dan tersenyum.
Mereka tanpa mengucapkan mantra dan tongkat sihir langsung mengeluarkan sihir serangan.
Lingkar sihir terbentuk di tangan Willy dan Maria dan mereka pun berteriak bersamaan dengan elemen sihir yang berbeda.
"Fire boll...." Teriak Maria.
"Water frizee boll...." Teriak Willy.
Wuss....
Maria dan Willy menekan kekuatannya, karena yang di anggap sihir terkuat oleh Tania itu hanyalah sihir serangan dasar bagi Willy dan Maria.
Maria mengeluarkan bola api sebesar bola pingpong lebih kecil dari pada Tania yang sebesar kepalan tangan.
Tetapi kecelakaan serangan Maria begitu cepat sehingga membuat target patung kayu berlubang.
Willy yang mengeluarkan bola air yang sangat dingin melesat, tembus sampai ke dalam target patung kayu.
Memang tidak sampai bolong seperti bola api Maria, tetapi ketika bola air itu pecah, patung kayu menjadi beku dan kemudian pecah menjadi berkeping keping.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna