PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Mengangkat Tangan


__ADS_3

Willy memperagakan gerakan gerakan Dangan memakai mini bot mengayunkan pedang dan bahkan dia melayang di dalam gudang tersebut dengan menggunakan mode fly.


Dia pun turun dan mendekati kembali Raja Freevik Reagon dan Maria, kemudian Willy berbicara "itulah mini bot yang bisa menambah kekuatan 10 kali daya serang kita dan siapapun bisa memakainya"


Raja Freevik Reagon tertawa puas melihat hasil kerja dari Willy "hahaha....aku sangat senang dengan alat-alat mu itu dan aku yakin kita dapat memenangkan perang kali ini, dan nanti malam kita berkumpul untuk mendiskusikan strategi perang dan aku butuh pendapat mu nanti"


Willy hanya garuk-garuk kepala "hehe...soal itu ada banyak senior yang lebih tau dan berpengalaman di Medan perang, aku hanya pendukung saja" Willy sedikit merendah.


"Aku 100% percaya pada mu jangan merendah begitu, aku tahu strategi mu lebih baik dari pada jenderal Jenderal ku" ucap Raja Freevik Reagon.


Willy menjawab sambil menyeringai "kalau pertempuran ala abad pertengahan aku belum tahu, tetapi kalau pertempuran ala modern aku tahu karena sering menonton Film perang"


"Apa maksudmu perang abad pertengahan dan film perang" tanya Raja Freevik Reagon.


"Sudah tidak perlu di pikirkan, yang penting aku melakukan yang terbaik untuk kerajaan Lareagon ini" jawab Willy.


Kemudian mereka pun kembali keluar, dan berjalan menuju kastil, sambil berjalan mereka pun mengobrol dan Raja Freevik Reagon yang membuka pembicaraan


"Ngomong ngomong berapa banyak mini bot yang di buat oleh Gibran dan dirakit sekarang" tanya Raja Freevik Reagon.


"Yang aku minta sekitar 2.000 unit tetapi kelihatannya itu lebih dari 2.000 unit dan selesai 2 hari kedepan" jawab Willy.


Raja Freevik Reagon mengangguk dan bertanya kembali "pasukan mana yang akan kamu biarkan memakai mini bot"


"Rencana yang akan memakai mini bot adalah pasukan Maria dan sebagian pasukan kak Ferik sisanya di pakai pasukan ku, karena pasukan ku di targetkan untuk menjadi pasukan udara dan pasukan pembersih.


100 prajurit ku memakai 50 MecaBot dan 500 prajurit pengendara Wyvern dan Gripon, 400 lainnya sebagai pendukung dengan memakai mini bot dan senjata yang mereka bawa" ucap Willy.


"Hahaha...bagus...bagus itu yang aku suka dari kamu, semua sudah di rencana dan di antisipasi dengan baik" Raja Freevik Reagon tertawa puas dengan kinerja Willy.


Setiba di pintu masuk raja Ferik Reagon dan raja Gibran berlari kearah Willy di susul oleh Clarisa yang berjalan di belakang.


"Hai putra Eldra tunggu" teriak Raja Ferik Reagon.


"Iya tunggu, itu mengapa MecaBot kami tiba-tiba mati begitu saja" teriak Raja Gibran.


Willy pun menengok kearah mereka dan menggelengkan kepalanya serta menepuk jidatnya "hadeuh aku lupa tidak memberitahu mereka jika MecaBot itu bergerak dengan Magi, dan bila Magi didalamnya habis maka dengan otomatis MecaBot itu akan berhenti" gumam Willy.


Mereka pun sudah mendekat dengan Willy dengan napas terengah engah, dan Raja Gibran pun bertanya "apa MecaBot kami mengalami kerusakan, sehingga langsung tidak bisa di gerakkan"

__ADS_1


Willy menyeringai dan menjawab "Willy lupa paman, MecaBot itu bisa bergerak kalau bahan bakarnya terisi, bahan bakar dari MecaBot tersebut adalah Magi yang berada di tengah yang berwarna merah"


Willy pun menjelaskan panjang lebar tentang pengisian ulang Magi untuk menggerakkan MecaBot tersebut dan mereka pun mengerti.


Kemudian mereka pun berlari kembali ke MecaBot mereka masing masing untuk mengisi ulang tenaga Magi dan menggerakan kembali MecaBot mereka tersebut.


Raja Gibran kembali mengajak Clarisa "sayang apa kamu mau ikut kembali untuk menaiki king Eldragon"


Clarisa menggelangkan kepalanya "tidak nanti saja, sekarang aku ada urusan di dalam, aku lupa mempersiapkan makan malam dan untuk rapat nanti, jadi kamu saja sendiri" setelah berbicara demikian Clarisa pun berlalu pergi.


Raja Gibran pun mengangguk dan kembali ke MecaBot king Eldragon, setelah mengisi daya, MecaBot tersebut bisa di gerakan kembali dan MecaBot king Eldragon berjalan kearah kastil kemudian menghadap kebelakang kemudian di posisi kan berlutut dan dia pun keluar dari dalam MecaBot tersebut.


Raja Ferik Reagon setelah dia mengisi daya kemudian dia pun lanjut berlatih dengan mengayunkan Kampak pedang, semakin lama dia semakin mahir dalam menggerakkan MecaBot nya tersebut.


Dia pun mulai lelah dan latihan pun di akhiri, MecaBot nya di bawa kedepan kastil dan memposisikan di samping MecaBot king Eldragon Dangan posisi berlutut. Dia pun keluar dan kemudian masuk kedalam kastil.


*


Malam pun tiba dan setelah makan malam para jenderal sudah menunggu di ruangan pertemuan terlihat ada 5 orang jenderal senior dan 5 wakilnya dan total 10 orang yang sudah berada di ruang pertemuan.


Raja Freevik Reagon, Raja Ferik Reagon, Raja Gibran dan Clarisa serta Willy dan Maria berjalan masuk keruangan tersebut dan mereka pun duduk di kursi yang sudah tersedia.


Raja Freevik Reagon pun memulai pembicaraannya "maaf sudah menunggu lama, dan terima kasih sudah datang di pertemuan ini"


Raja Freevik Reagon senang mendengar perkataan dari salah satu jenderal senior kemudian dia lanjut berkata lagi "kalian di kumpulkan di sini karena saya ingin membahas tentang kesiapan kalian untuk berperang. Bagai mana kesiapan kalian semua"


Jenderal divisi pertama pun berkata "Prajurit infantri yang berjumlah 10.000 prajurit siap"


Jenderal divisi kedua berkata "Prajurit kavaleri berjumlah 10.000 prajurit siap"


Jenderal divisi ketiga berkata "prajurit penunggang Gripon berjumlah 10.000 prajurit siap"


Jenderal divisi keempat berkata "prajurit Magi berjumlah 10.000 prajurit siap"


Jenderal divisi kelima berkata "prajurit yang menangani logistik, yang berjumlah 5.000 prajurit, dan prajurit yang menangani kesehatan berjumlah 5000 prajurit serta 1.000 prajurit kiriman dari kerajaan Jovalavia dengan total 11.000 prajurit siap"


Mendengar perkataan terakhir dari jenderal divisi kelima baru ingat bahwa ada 1.000 prajurit yang di kirim ke kerajaan Lareagon dari kerajaan Jovalavia. Prajurit ini adalah prajurit yang disangka penyusup dari kerajaan Nebulosus untuk memata mati kerajaan Jovalavia.


Kemudian Raja Freevik Reagon pun mengangguk dan memberikan perintah "1.000 orang dari kerajaan Jovalavia jadikan pasukan garis depan berikan mereka perlengkapan seperti perisai untuk membentuk blokade pasukan kerajaan Inggarsia"

__ADS_1


Jenderal divisi kelima pun mengangguk "baik tuan ku Maharaja, perintah mu akan saya laksanakan"


Semua orang tidak bisa menolak perintah dari Raja atau pun Maharaja kerajaan Lareagon kalau sedang rapat mereka hanya harus melaksanakan perintah dengan benar.


Kemudian Raja Freevik Reagon bertanya lagi kepada para jenderal "apa rencana kalian di peperangan kali ini dan strategi apa yang akan kalian buat untuk memenangkan peperangan ini.


Ingat pasukan kita hanya 51.000 orang ditambah dengan pasukan pendukung dari pasukan latih yang baru lulus sebanyak 4.000 orang jadi total pasukan kita berjumlah 55.000 orang.


Itu sangat sedikit bila dibandingkan dengan kekuatan tempur kerajaan Inggarsia yang di ketahui kekuatan mereka memiliki 150.000 prajurit.


Mereka 3 kali lebih banyak dari pada pasukan kita, itu pun tidak semua pasukan ikut bertempur secara langsung"


Semua terdiam ketika mendengar dari raja Freevik Reagon bahwa prajurit mereka 3 kali lipat lebih banyak dari pada prajurit kerajaan Lareagon.


Kerajaan Lareagon sudah pasti kalah jumlah kalau berhadapan langsung melawan kerajaan Inggarsia dan pasti peralatan berperang mereka akan lebih canggih dari pada kerajaan Lareagon.


Salah satu jenderal senior pun memberanikan diri untuk berbicara "mohon ijin tuanku Maharaja, kami adalah kesatria kerajaan Lareagon dan tidak akan taku atau pun gentar melawan banyak musuh.


Kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan dan mati dengan bangga di Medan perang untuk membela kerajaan Lareagon ini"


Jenderal itu berbicara dengan penuh semangat dan jenderal lain pun mengangguk setuju "ya kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan dan mati sebagai kesatria di Medan perang"


Mendengar perkataan dari para jenderal membuat Raja Freevik Reagon menjadi bangga karena memiliki bawahan yang sangat setia dan rela mati demi kerajaan yang mereka bela.


Raja Freevik Reagon pun bertanya lagi


"Ada kah pendapat lainnya"


Semua terdiam tetapi hanya ada satu orang yang mengangkat tangannya, semua orang melirik kearah orang yang mengangkat tangan tersebut dan orang itu pun menjadi pusat perhatian.


Ya orang yang mengangkat tangan itu adalah Willy.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2