PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Maria Kalah


__ADS_3

Miles tersenyum melihat Maria yang melompat dan menghindar, kemudian Miles memutar senjatanya menjadi bagian Kampak.


Miles menghantamkan kembali senjatanya itu ketanah "Jurus pembelahan gunung"


Brak....


Wuss....


Seketika tanah yang di hantam Miles terbelah dan semaki memanjang dan lebar sampai menuju kearah Maria.


Maria melompat kembali dan menghidar ketempat aman di mana tanah masih mengeras.


"Itu baru jurus kedua ku dan sekarang jurus ketiga ku, kamu boleh balik menyerang ku kalau bisa" ucap Miles.


Maria pun mengangguk "Baiklah kalau begitu aku akan mulai menyerang"


Maria hendak menyerang Miles, tetapi Miles langsung mengeluarkan serangan jurus ketiganya.


"Jurus butiran pasir gurun...."


Miles berputar searah jarum jam dan seketika area tersebut berubah menjadi butiran pasir seperti berada di gurun.


Maria pun menyadari bahwa Miles memiliki sihir elemen tanah dan ini mirip sekali seperti waktu dia melawan master guild dulu.


Maria melompat sambil mengayunkan tombaknya "Jurus Raungan harimau kilin api"


Wuss....


Nampak energi sihir api yang keluar dari ujung tombak berubah menjadi sosok harimau kilin api kemudian meluncur ke arah Miles.


"Oh kamu menggunakan jurus serangan langsung ya" ucap Miles.


Dia pun mengeluarkan jurus keempatnya "Tembok barier tanah...."


Wuss....


Dua meter dari Miles muncul dinding tanah setebal 3 meter dan tinggi 6 meter.


Brak....


Duwar....


Sihir elemen api Maria menabrak dinding tanah yang di keluarkan oleh Miles, sehingga terjadi ledakan, dan dinding setebal 3 meter itu pun membentuk cekungan yang hampir tembus.


Miles sudah mencoba memadatkan dinding pertahanan itu, kepadatannya hampir sama dengan dinding beton benteng kerajaan, tetapi sihir elemen api Maria hampir saja menembus dinding tersebut.

__ADS_1


Berarti serangan Maria itu sangat kuat dan sihir yang di pakai oleh Maria itu adalah sihir tingkat tinggi.


"Jurus kelima Duri Tanah...." Teriak Miles.


Kemudian dinding itu berubah menjadi pasak tajam yang mengarah dan menyerang Maria.


Maria pun memutarkan tombaknya dan keluar api dari ujung tombak sehingga seperti membentuk kelopak bunga yang indah.


Semua orang menatap takjub karena sihir api yang mirip dengan bunga Ros itu memang indah, warna merah di padukan dengan kuning nampak sangat serasi.


Tetapi seindah indahnya bunga Ros api, tetap saja sangat berbahaya, karena sihir yang di keluarkan oleh Maria sangat panas.


Maria pun berteriak sambil menghempaskan tombaknya "Bunga Rose api terhempas lah...."


Pasak tajam yang meluncur di hempas bunga api yang sangat panas, panas dari api itu menghilangkan kadar air dari pasak tajam.


Sehingga kekuatan pasak itu berkurang dan pasak pun retak kemudian hancur menjadi debu.


Maria yang melayang berlahan menginjak tanah yang sudah berubah menjadi butiran pasir. Maria sedikit terperosok tetapi dia masih bisa mempertahankan posisi tubuhnya.


Miles tersenyum karena dia kira Maria sudah masuk kedalam jebakannya, Miles mengeluarkan jurus selanjutnya "Tangan pasir, tarik...."


Kaki Maria seperti ada yang mencengkram kemudian dia di tarik kedalam pasir tersebut, Maria terus meronta dan berusaha keluar dari sana.


Tetapi setiap Maria masuk 10 centimeter seperti ada tangan yang mencengkram erat, semakin dia masuk semakin banyak cengkraman di tubuh Maria


Maria pun bergumam "Sialan aku tidak bisa bergerak"


Miles pun langsung mengeluarkan jurus ke 7 "Mengeraslah....."


Pasir itu menjadi keras seperti tembok beton yang banyak mengandung semen, sehingga menutupi Maria yang tersisa separuh tubuhnya saja.


Miles pun langsung melompat dan mengayunkan senjatanya dan mengincar kepala Maria.


Wuss....


Angin kencang berhembus keras karena ayunan senjata itu sangat keras "Mati kamu sekarang"


Maria yang pasrah langsung menutup matanya, karena sudah pasti Maria sudah kalah dan mati kalau di pertempuran yang sebenarnya.


Ketika senjata milik Miles tinggal 10 centimeter lagi, Miles pun berhenti dan senjatanya tertahan, meskipun begitu, efek angin yang keluar sangat kencang menerpa wajah Maria.


"Hahaha .....aku menang telak dan kamu sudah mati sekarang" ucap Miles.


Maria pun membuka mata dan mengakui kekalahannya "Aku kalah, kakak senior memang sangat hebat"

__ADS_1


Kemudian Miles pun merubah kembali pasir tersebut sehingga Maria bisa bergerak dengan bebas, Maria pun menjulurkan tangannya dan dia pun berjabat tangan dengan Miles.


Semua orang bertepuk tangan dan bersorak gembira karena melihat pertarungan ini sudah selesai.


Mereka memuji Miles dan juga Maria, yang menunjukkan pertunjukan yang sangat hebat, meskipun pertarungan yang sangat singkat, mereka menggunakan jurus sihir tingkat tinggi.


Jurus jurus yang mereka keluarkan bisa membunuh banyak prajurit biasa dalam satu kali serangan, yang berarti jurus mereka itu sangat hebat.


"Baiklah karena aku telah menang maka aku akan mentraktir kalian semua makanan" ajak Miles.


Semua orang pun menjadi senang dan merasa pun bersorak, Maria yang telah kalah dia hanya tersenyum melihat orang bergembira.


Uang bukan menjadi masalah untuk Maria, karena itu hanya sedikit dari uang yang Maria milik di dalam ruang dimensi miliknya yang menggunung.


Willy pun merangkul pundak Maria "Aku tahu kamu mengalah, itu sangat bagus untuk menutupi kemampuan asli mu"


Maria mengangguk "itu bukan apa-apa, kalau di pertarungan sebenarnya aku bisa menang dengan mudah, dia hanya memiliki satu elemen sihir, yaitu elemen tanah, kalau aku menggunakan sihir elemen petir mungkin dia akan kalah dalam satu kali serangan"


Apa yang di katakan oleh Maria itu memang benar, karena sihir elemen petir yang Maria milik ada sihir terkuat Maria dan itu senjata andalan dirinya.


Tetapi bukan itu saja, kalau Maria menggunakan tombak angin pun, pastinya Miles akan kalah telak, karena tombak angin bisa menghempaskan semua benda dan menghancurkannya.


"Kalau begitu ayo kita pergi dan makan, senior kita yang menang akan mentraktir kita makan" ajak Willy.


Maria pun mengangguk dan ikut pergi dengan mereka.


Di jalan pun Miles melirik Willy kemudian dia melambaikan tangannnya sambil berteriak "Hai Willy, karena Maria sudah kalah dari ku, bagai mana kalau kamu melawan ku, aku tantang kamu dengan pertaruhan seluruh uang ku"


Willy tersenyum dan melambaikan tangannnya "Terima kasih kak, aku tidak tertarik, Maria lebih kuat dari ku, dia saja kalah apa lagi aku"


"Hahaha....kamu merendah, kamu itu Juara pertama mana mungkin kamu lebih lemah dari pada Maria" ucap Miles.


"Itu benar kakak senior, aku juara karena beruntung, di pertandingan terakhir harus mengalahkan tikus bermata satu, dan kebetulan aku menemukan sarangnya, sehingga aku banyak membantai tikus itu dan mendapat inti monster yang banyak" Willy menjelaskan kronologi kenapa dia menjadi juara.


"Hadeuh, ternyata pertandingan terakhir menentukan juara di kompetisi 5 tahun ini dengan cara begitu, pantas saja kalau kamu mengatakan lebih lemah dari Maria" sindir Miles.


Willy hanya tersenyum mendengar sindiran dari Miles, tetapi sebenarnya Willy lebih kuat dari pada Maria dengan perbedaan 200 poin kekuatan.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2