PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Jurus Pedang Terbang


__ADS_3

Di arena pertandingan Patrick pun menyelimuti pedangnya dengan sihir dan membalut tubuhnya dengan sihir pertahanan kemudian Patrick berlari untuk menyerang lawannya.


Patrick melompat dan menerjang Mubong.


"Hia...t... Tebasan horizontal..."


Wuss....


Mubong menyilangkan kedua pedangnya untuk menahan serangan dari Patrick.


Swing....


Trang....


Pedang Patrick dan pedang Mubong pun beradu kemudian Mubong menghentakkan kakinya dan memberikan tenaga ketanganya sehingga beradu kekuatan antara Patrick dan Mubong sehingga Patrick pun terpental dan mundur beberapa langkah.


Sayangnya Patrick adalah seorang Magic Sword, dia tidak bisa sihir pelepasan sehingga Patrick mengandalkan pertarungan jarak dekat.


Sedangkan Mubong dia bisa menggunakan sihir pelepasan sehingga menguntungkan dirinya kalau pertarungan jarak jauh.


Dan meskipun pertarungan jarak dekat, Mubong di untungkan dengan kedua pedangnya yang satu bisa di pakai buat tameng dan satunya lagi buat menyerang.


Mubong sengaja menjadikan pertarungan tersebut menjadi pertarungan jarak jauh karena untuk keuntungan dirinya sendiri.


Sehingga Patrick tidak ada kesempatan untuk menyerang dirinya dari jarak dekat.


Setelah Patrick mundur beberapa langkah kebelakang, Mubong mengambil kesempatan untuk menyerang balik Patrick.


"Kepakan sayap Garuda...."


Wuss....


Patrick melompat dan menghindar, Patrick terus menerus diserang oleh Mubong dengan pedang Sihir nya itu sedangkan Patrick hanya menghindarinya saja.


Patrick mencari celah untuk mendekati Mubong dan melancarkan serangannya, tetapi mubong menyerang dengan bertubi-tubi.


Patrick mengindari serangan, dan menakis serangan tersebut dengan pedangnya dan sesekali menggunakan sihir pelindung untuk mendekati Mubong.


Tetapi semakin di dekati Mubong selalu menjauh sambil melancarkan serangan.


Mubong menghindari didekati oleh Patrick seperti seorang pengecut yang berlari menghindar sambil melemparkan batu.


Serangan demi serangan dari Mubong membuat Patrick menjadi kesal, Patrick pun mencari ide dan celah untuk bisa menyerang balik Mubong.


Semakin lama Mubong mengendur kan serangannya, Patrick pun berbicara dalam hatinya.


"Mungkin dia sudah kehabisan mana aku akan menyerang dia balik saat dia mulai kelelahan"


Wuss....


Duwar....

__ADS_1


Serangan masih dilancarkan oleh Mubong dan Patrick pun menahan serangan tersebut dengan sihir pelindung.


Mubong masih belum bisa di dekati tetapi Patrick sudah mempunyai ide dan mencoba untuk mengeluarkan jurus barunya.


Mubong dan Patrick mulai kehabisan stamina dan Mubong pun menyerang dengan kekuatan yang tersisa.


"Kurang ajar serangan ku tidak masuk, dia selalu menahan dengan sihir pelindung"


Mubong pun berteriak kepada Patrick


"Ini adalah serangan pamungkas ku kamu akan kalah sekarang.


Mubong menyilangkan kedua pedangnya kemudian mengaliri pedangnya dengan energi dia yang tersisa.


Setelah itu Mubong menghempaskan pedangnya dengan kuat.


"Hempasan Sayap Garuda..."


Wuss....


Angin kencang berhembus menuju Patrick, di sana kesempatan Patrick karena posisi Mubong sedang terbuka.


Patrick pun mengarahkan pedangnya lurus kedepan dan tangannya ditekuk sedikit kemudian tangan yang satu memukul ujung dari pegangan pedang.


Pedang milik Patrick pun terpental lurus kearah Mubong.


"Jurus pedang terbang...."


Pedang milik Patrick menembus pusaran angin yang di hempaskan oleh Mubong.


Patrick menggunakan sihir yang tersisa dan dijadikan pertahanan untuk menahan jurus hempasan sayap Garuda.


Patrick pun terhempas ke luar arena, sedangkan pedang Patrick menuju ke arah Mubong dan tidak sempat untuk menahannya.


Mubong menjatuhkan diri dan meloncat ke belakang untuk mengindari pedang terbang dari Patrick.


Wuss....


Brak....


Brak....


Patrick terseret oleh hempasan angin keluar arena begitu pula Mubong yang menjatuhkan diri kebelakang dan ternyata di belakang Mubong adalah sudah di luar arena pertandingan.


Ke duanya jatuh dan keluar arena. Semua pun penasaran karena kedua peserta jatuh keluar arena hampir bersamaan. Wasit pun tidak bisa memberikan keputusan langsung.


Karena wasit pun tidak tahu siapa yang jatuh dan mendarat duluan di luar arena pertandingan. Kemudian panitia penyelenggara melihat rekaman sihir yang di rekam .


Dan ternyata peserta turnamen yang menyentuh tanah di luar arena terlebih dahulu adalah Patrick dan wasit pun langsung mengumumkan pemenangnya.


"Pertandingan babak pertama ini di menangkan oleh Mubong dari klan Falcon"

__ADS_1


Semua orang dari klan Falcon yang menonton bersorak gembira karena perwakilan dari klan mereka masuk ke 10 besar.


Patrick pun kembali ke ruang tunggu peserta dia berjalan dengan penuh kekecewaan. Tetapi ketika sampai di ruang tunggu semua teman pun menyemangati.


"Hebat kamu Patrick, bisa mengimbangi lawan dengan baik"


"Ach...Nolan meskipun saya bisa mengimbangi dia tetapi saya sudah kalah dan kalah tetap lah kalah"


Kemudian Willy pun ikut menyemangati.


"Hai Patrick kamu sangat keren sekali pertandingan yang seru dan menegangkan, jurus pedang terbang mu sangat mengagumkan, lain kali ayo kita latihan bersama, aku ingin mempelajari pedang terbang mu"


Patrick sedikit tersenyum


"Ya kapan kapan saja kita latihan bersama"


Patrick pun duduk di kursi dan melamun sendiri. Di arena pertandingan pembawa acara melanjutkan pertandingan yang ke 2.


Dan setelah pertandingan ke 2 berakhir sekarang tiba giliran Nolan yang bertanding pembawa acara pun memanggil para peserta turnamen.


"Ya sekarang kita masuk ke pertandingan ke 3 ini untuk memperebutkan 10 besar, peserta kali ini adalah dia perwakilan dari kerajaan Eldragon seorang anak jenius yang baru berumur 12 tahun.


Sabut dia Nolan.....yang akan bertanding melawan jenius dari kerajaan Dewagon yang berumur 12 tahun juga sambut dia,...Roger...."


Kedua peserta turnamen pun melangkah menuju menuju ke atas arena pertandingan seperti biasanya penonton pun bersorak menyemangati semua peserta.


Di atas arena pertandingan wasit pun berkata.


"Silahkan kalian mengambil senjata yang sudah di siapkan oleh panitia, setelah itu kembali lah ke posisi semula"


Nolan pun mengambil sebuah pedang, begitu pun dengan Roger karena mereka berdua adalah seorang Magic Sword.


Setelah mereka mengambil senjata mereka pun kembali ketengah arena pertandingan wasit pun berkata.


"Apa kalian sudah siap untuk bertanding, kalau sudah siap ayo kita mulai....


Pertandingan ke 3 di mulai...."


Wasit pun langsung kembali turun dari atas arena pertandingan dan kedua peserta sudah mulai bergerak untuk menyerang.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.

__ADS_1


__ADS_2