PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Berpikirlah Secara Logis


__ADS_3

Ratu Isabel pun mendoktrin Billy supaya membenci Raja Hendrik Jovanka.


"Nak apa kamu selama ini di perlakukan seperti seorang pangeran di kerajaan Jovalavia, apa kamu pernah di sayang seperti ini disana, di peluk erat oleh kedua orang tuamu"


Billy pun menggelengkan kepalanya.


"Tidak ibunda, hanya ibunda lah yang selalu ada di sisi ku, orang yang selama ini dipanggil Ayahanda Raja tidak pernah memeluk ku, seperti ayah Erik.


Bahkan Orang yang selalu aku panggil Ayahanda Raja lebih banyak menyebut nama Heri Jovanka dan membanggakannya dari pada aku.


Tetapi aku lebih beruntung dari pada si pangeran sampah yang harus diasingkan ke dalam hutan, cuman tidak disangka saja dia kembali menjadi orang yang lebih hebat"


Erik Plakona pun bertanya kepada Billy.


"Nak apakah kamu mau membalas dendam kepada si Willy Jovanka yang kamu sebut pangeran sampah"


Billy pun mengangguk


"Iya ayah Erik, aku sangat di permalukan waktu di federasi bebas, bukan itu saja, ibunya si pangeran sampah itu berani menghina ibunda.


Dan lebih geram lagi, Maha Raja Alfred Eldragon menyebut ibunda sebagai seorang budak ****, bahkan orang yang aku sebut ayah selama ini tidak sedikit pun membela ibunda"


Erik Plakona mengelus kepala Billy sambil memuji


"Bagus nak, kalau kamu ingin balas dendam, itu yang ayah harapkan dari kamu, karena selama ini ibunda sudah menyusun rencana"


Billy pun melirik kearah Erik Plakona.


"Maksud ayah Erik, ibunda menyusun rencana apa"


Ratu Isabel pun berbicara.


"Ibunda dan Ayah mu, sedang menyusun rencana untuk menggulingkan pemerintahan kerajaan Jovalavia.


Bila ini berhasil maka ayah mu ini yang akan menjadi seorang Raja baru di Jovalavia dan kamu akan menjadi putra mahkota yang akan menjadi Raja selanjutnya menggantikan ayah mu itu"


Erik Plakona pun menambahkan.


"Kita tidak bisa menyerang kerajaan Jovalavia secara langsung karena kerajaan tersebut sangat kuat dan besar. Jadi aku menyuruh ibunda mu menghancurkan kerajaan Jovalavia dari dalam"


Ratu Isabel pun mengangguk


"Benar, di mulai dari para Pelayan yang semua sudah ibunda ganti dengan anak buah ibunda dan waktu perang dengan kerajaan Pemonst, ibunda banyak menyusupkan prajurit Nebulosus di dalam pasukan"


Erik Plakona pun berkata


"Sekarang aku sedang menghasut rakyat Jovalavia dengan banyak mendirikan kuil cahaya, biar nanti rakyat Jovalavia yang memberontak terhadap kerajaan Jovalavia sendiri.


Dengan dalih, Raja Hendrik Jovanka sebagai pendosa yang tidak mematuhi ajaran Dewa cahaya, maka rakyat Jovalavia akan secara langsung menghukum para pendosa tersebut"


Billy terpancing perkataan dari Ratu Isabel dan Erik Plakona, dia mengacungkan kepalan tangannya.


"Billy sudah tidak sabar itu terjadi, ingin rasanya mencabik orang yang telah membuat ibunda menderita selama ini, dan ingin rasanya aku membunuh si pangeran sampah dengan tangan ku sendiri"


Erik Plakona pun memegang kepalan tangan Billy,


"Sabarlah nak, sebentar lagi kita akan melakukannya, kita biarkan dulu untuk mereka bersenang senang dalam acara pernikahan antar putri Clarisa dan Raja Gibran.


Setelah itu baru kita memulai rencana tahap awal kita, menghancurkan kerajaan Jovalavia dari dalam, dan kamu harus bersiap semua yang terjadi disini seperti biasanya.


Jangan merubah perilaku mu ketika berada di kerajaan Jovalavia anggap semua tidak terjadi apa-apa, ini demi mensukseskan rencana kita supaya mencapai tujuan"

__ADS_1


Billy pun mengangguk


"Baik ayah..."


*


Di kerajaan Jovalavia


Raja Hendrik Jovanka murka melihat proyektor yang di pasang oleh Willy, dia marah besar.


"Kurang ajar, dasar perempuan binal, ternyata dia wanita lac#r, budak **** nya si Erik Plakona, berani beraninya dia membohongiku selama ini. Akan aku bunuh mereka berdua dengan tangan ku ini dasar kurang ajar"


Raja Hendrik Jovanka pun menggeram


"Agh....$14L4N"


Ratu Vanessa berusaha menenangkan Raja Hendrik Jovanka.


"Suamiku Raja Hendrik, tenangkan lah pikiran mu, jangan terpancing emosi, itu tidak baik untuk kesehatan"


Ratu Vanessa mengelus ngelus punggung dari Raja Hendrik Jovanka dan bukan hanya Ratu Vanessa, Heri Jovanka pun menenangkan ayahnya tersebut.


"Ayahanda Raja, jangan emosi berlebihan, ingat apabila Emosi meningkatkan maka kecerdasan kita menurun.


Berpikir lah secara logis, jangan terpancing emosi, kita harus tetap tenang dan menemukan solusi untuk mengatasi masalah ini"


Raja Gibran yang selama ini diam dan menyimak sekarang dia angkat bicara.


"Ayah Mertua, ini bukan hanya menyangkut penghianat Ratu Isabel, tetapi menyangkut kerajaan Jovalavia ini. Kita harus cari solusi untuk bisa mempertahankan kerajaan ini.


Karena kerajaan ini sudah di ibaratkan buah apel yang di dalamnya terdapat ulat, di luar nampak bagus tapi di dalamnya busuk"


"Eagh ....."


"Tidak disangka ucapan dari ayah mertua Alfred benar, Ratu Isabel adalah budak **** nya si Erik Plakona dan diangkat anak oleh Raja Adrian Plakona.


Kemudian dinikahkan dengan ku yang bodoh ini untuk mengikat hubungan politik dan kerjasama antara kerajaan, tetapi di balik itu mereka ingin menghancurkan kerajaan ku ini.


Bahkan aku dikatakan sebagai Raja Laknat yang bejat, kurang ajar sekali wanita itu, dia tidak tahu berterima kasih dan malah seperti aku memelihara seekor ular beracun"


Raja Hendrik Jovanka pun merasa bersalah.


"Aku selalu termakan hasutan selama ini, bahkan karena hasutan dari Ratu Isabel aku mencampakkan istri ku Ratu Elisia dan membuat anak ku Willy menderita bertahun tahun.


Maaf... maaf kan aku Anaku Willy, maaf... maafkan aku juga Ratu Elisia. Selama ini aku salah besar kepada kalian berdua dengan mengasingkan kalian ketengah hutan"


Raja Alfred menanggapi


"Sudahlah, itu semua sudah terjadi dan sekarang semua sudah terungkap berkat bantuan dari anak mu Willy, yang perlu sekarang kita lakukan adalah menyelamatkan kerajaan ini dari orang orang yang telah mereka susupi"


Raja Hendrik Jovanka pun menjadi kalut dia tidak bisa berpikir sejara jernih.


"Aku tidak bisa memikirkan bagaimana aku harus bertindak, tolong ayah mertua, Raja Gibran dan Heri bantu aku menyelesaikan ini semua"


Willy kemudian merapikan kembali alat sihir yang sudah dia pasang dan memasukanya kembali ke sihir dimensi item Book miliknya.


Kemudian Willy berbicara seperti orang dewasa yang sudah bisa menyusun strategi dan tehu langkah apa yang harus di perbuat.


"Yang harus kita lakukan adalah membersihkan para penyusup yang ada di kastil istana ini untuk keamanan kita bersama.


Kenapa kita tidak ganti saja semua pelayan di sini dengan pelayan dari kerajaan Eldragon dan para pengawal dan penjaga pun kita ganti.

__ADS_1


Mumpung ada momen dimana pernikahan kak Clarisa dan paman Gibran di selenggarakan, kita berdalih saja demi keamanan kak Clarisa dan paman Gibran ingin melindungi kak Clarisa dan tidak percaya dengan pelayan yang ada di sini"


Raja Alfred Eldragon pun menjentikkan jarinya.


"Nah, kamu benar cucu ku, aku setuju dengan pendapat mu aku akan suruh orang untuk membawa para pelayan dari kerajaan Eldragon"


Kemudian Ratu Elisia pun berbicara.


"Sebagian pelayan yang kita bawa untuk membantu dekorasi dan membersihkan istana ini kita biarkan mereka tinggal disini dan pengawal pribadi Gibran tidak usah kembali ke kerajaan Eldragon.


Mereka mengganti pengawal dan penjaga yang ada di kastil ini tapi kita ganti setelah membersihkan dan mendekorasi kastil ini"


Heri Jovanka pun berbicara


"Aku akan menyuruh jenderal dan para komandan untuk mendata para prajurit, kalau sampai ada yang mencurigakan prajurit tersebut akan langsung di tangkap dan di jebloskan ke dalam penjara"


Kemudian Willy mempunyai pendapat lain mengenai prajurit yang menyusup.


"Tidak udah di masukan ke penjara kak, kita manfaatkan prajurit yang menyusup itu untuk berperang di garis depan melawan kerajaan Inggarsia.


Kirim mereka ke kerajaan Lareagon dan beri mereka seragam militer kerajaan Lareagon, itung-itung menambah bala bantuan"


Heri Jovanka pun setuju.


"Ide mu bagus juga dek, tapi apa tidak akan menjadi masalah, kita menginginkan bantuan ke kerajaan Lareagon"


Willy menggelengkan kepalanya


"Itu tidak akan menjadi masalah asal mereka berseragam kerajaan Lareagon, karena di dalam perang apapun bisa terjadi"


Kemudian Raja Alfred Eldragon menasehati Raja Hendrik Jovanka.


"Berpura-pura lah kamu tidak tahu apa-apa tentang penghianat Ratu Isabel dan kamu tidak tahu apa apa tentang para penyusup yang ada di kerajaan ini.


Biarkanlah kami yang bertindak, kamu hanya perlu memberikan wewenang kepada kami untuk melakukan pembersihan di kerajaan mu.


Dan satu lagi, mereka yang panatik penganut ajaran kuil cahaya, apa yang akan kamu lakukan karena aku tidak berwenang, itu adalah rakyat mu yang kamu sendiri harus menanganinya"


Hendrik Jovanka pun mengangguk dan berbicara.


"Untuk Rakyat ku para penganut ajaran Dewa cahaya, aku sudah punya solusinya dan kita jalankan Rancana kita masing masing. Semoga berjalan lancar sampai acara resepsi pernikahan berlangsung".


Mereka semua sudah sepakat dan menjalankan rencana pembersihan para penyusup yang berada di kerajaan Jovalavia ini.


Ratu Elisia memerintahkan kepada anak buahnya untuk pergi ke kerajaan Eldragon dan membawa lebih banyak pelayan ke kerajaan Jovalavia ini.


Raja Gibran memerintahkan salah satu pengawalnya untuk membawa satu kompi pasukan udara yang bertugas untuk menjaga keamanan kerajaan Jovalavia selama berlangsungnya resepsi pernikahan.


Dan memerintahkan kepada para black Smith yang ada di sana untuk membuat pesanan Willy sebanyak 5.000 buah, padahal yang di minta Willy hanya 1.000 buah.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.

__ADS_1


__ADS_2