
Sebelum Masuk kedalam gerbang Willy Meminta Maria untuk menurunkan tingkat kekuatan mereka dan Maria pun mengangguk, mereka menekan kekuatannya sampai level C1.
Setelah itu mereka ikut dalam antrian untuk di periksa oleh penjaga kota, satu persatu para pengunjung dan pedagang di periksa tanda pengenal mereka serta di tanyai.
Willy pun berbisik kepada Maria "jangan gunakan plakat jenderal mu, supaya mereka tidak kaget, pokok nya kamu diam saja biar aku yang berbicara kepada penjaga kota itu"
"Terserah kamu saja yang pasti aku ikut keputusan mu saja" jawab Maria.
Tidak lama kemudian Willy dan Maria pun sampai kepada penjaga kota yang sudah memeriksa, kemudian Willy mengeluarkan Token tanda pengenal dari klan serigala.
Penjaga itu melihat tanda pengenal Willy yang mengeluarkan plakan emas, dan penjaga itu pun sedikit membungkuk badannya.
"Kalau boleh tahu siapakah nama tuan muda ini" ucap penjaga itu.
"Aku Wolf Will, panggil saja Willy, aku putra ke 3 dari kepala keluarga Wolf burg dari klan serigala di federasi bebas dan ini pengawal ku" jawab Willy sambil menunjuk kearah Maria.
Dengan hormat dan sedikit membungkuk penjaga itupun menyerahkan kembali plakat token emas kepada Willy.
"Ini tanda pengenal anda, tetapi untuk memasuki kota ini anda harus membayar biaya masuk sebesar 10 koin perunggu per orang" ucap penjaga tersebut.
Willy mengambil plakat token emas dan di masukan kembali kedalam tas kecil yang dia bawa kemudian menyerahkan 1 uang koin emas.
"Ini untuk biaya masuk kita berdua dan sisanya untuk anda" ucap Willy yang menyerahkan uang koin emas.
Penjaga itupun sangat senang "Terima kasih tuan muda, dan silahkan masuk"
Willy dan Maria pun masuk kedalam kota tanpa hambatan, dia berjalan masuk ke dalam gerbang, dan melihat sekeliling kota begitu ramai.
Banyak pedangang makanan kios kios kecil dan bahkan ada tempat pelacuran dan kasino, padahal kota ini kota kecil tidak sebanding dengan ibukota kerajaan Jovalavia atau kota yang berada di kerajaan Lareagon.
Bahkan kota ini setengah dari kota perbatasan yang di pimpin oleh pangeran Heri Jovanka, tetapi penduduk di kota ini lebih padat.
Willy pun melihat salah satu penginapan yang lumayan besar berdiri 4 lantai dan di bawahnya adalah Restoran.
"Ayo kita pergi kepenginapan itu untuk beristirahat dan makan" ajak Willy.
Maria hanya mengikuti Willy dari belakang ke penginapan yang lumayan mewah dan besar.
Setelah masuk mereka pun langsung menuju lobi resepsionis dan ada wanita yang menjaga sebagai resepsionis.
"Apakah masih ada penginapan yang kosong untuk kita menginap di sini" tanya Willy.
Resepsionis itu pun melihat Willy dan Maria yang masih muda berpenampilan seperti anak seorang bangsawan tetapi pakaian mereka sudah lusuh karena perjalanan jauh.
__ADS_1
"Sebentar tuan muda saya cek terlebih dahulu" ucap resepsionis itu sambil membuka catatan.
Beberapa lama membalik balikan buku tersebut kemudian resepsionis itu berkata lagi kepada Willy "Tuan muda hanya tersisa kamar VIP saja, yang di dalamnya ada kamar mandi dan tempat tidur yang cukup besar untuk anda berdua"
Willy pun mengangguk "baiklah aku ambil yang itu saja, berapa harga per harinya.
"Kamar VIP hanya 1 koin emas per malam tuan muda" jawab resepsionis itu.
"Sekalian aku pesan makanan yang enak dan bawa ke kamar itu, tapi aku mau daging ayam dan daging sapi jangan daging yang lain kalau ada sayuran lebih bagus, minumannya juga dari buah yang sehat dan menyenangkan, kalau ada susu lebih bagus" pinta Willy.
Resepsionis itu pun tersenyum dan bergumam dalam hatinya "Dasar anak bangsawan manja, minta susu segala, kalau lebih dewasa sedikit aku akan berikan susu punya ku ini untuk dia *****"
Kemudian Willy pun bertanya lagi "total tagihannya berapa nona"
Resepsionis itu pun menghitung biaya makan yang di pesan oleh Willy kemudian menjawab "Total semuanya 1 koin uang emas dan 5 koin uang perak tuan muda "
Willy pun mengambil 2 koin uang emas dan memberikan kepada resepsionis itu "ini biaya makan dan penginapannya sisanya untuk nona saja"
Resepsionis itu pun mengangguk "terima kasih tuan muda atas kemurahan hatinya "
Kemudian resepsionis itu memberikan kunci kamar hotel yang berada di lantai 4 ruangan VIP no 86 dan menyuruh pelayan untuk mengantarkan mereka ke kamar yang Willy sewa.
Setelah berada di kamar yang mewah dan besar dengan tempat tidur yang cukup besar Willy pun berniat untuk merebahkan diri tetapi di cegah oleh Maria.
Willy pun bangkit dari kasur yang empuk tersebut, "iya aku akan mandi tetapi mandi bareng dengan mu"
"Kita ini belum sah menjadi suami istri, kamu mandi sendiri saja setelah itu giliran ku, dan kalau Elvina tahu tentang ini mungkin dia juga akan cemburu" ucap Maria.
"Kita sudah bertunangan dan sebelum bertunangan juga kamu sudah menjadi milik ku, ingat kakak ku pangeran Heri Jovanka memberikan mu kepada ku, jadi kamu sudah seutuhnya milik ku" ucap Willy.
"Ya aku tahu, aku milik mu, tapi aku mau kita melakukan hal itu ketika kita sudah dewasa dan kita dalam ikatan pernikahan" jawab Maria.
Willy tersenyum dan menarik tangan Maria "aku hanya ingin mandi bareng dengan mu, bukan melakukan hal yang tidak tidak"
Dengan terpaksa Maria pun mengikuti keinginan dari Willy karena di tarik tangannya sampai masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah mereka selesai mereka pun mengganti pakaian karena mereka membawa baju ganti yang di simpan di sihir dimensi item Book mereka masing masing.
Pintu pun tiba-tiba ada yang mengetuk dan Maria segera membuka pintu kamar tersebut dan di lihat ada 4 orang pelayan membawa makanan dan minuman.
Maria membuka lebar pintu dan mereka pun masuk dan meletakkan semua yang mereka bawa ke meja makan yang ada di kamar tersebut.
"Tuan dan nona muda kalau anda butuh sesuatu segera hubungi kami " ucap pelayan tersebut.
__ADS_1
Willy pun mengangguk "ya ini sudah cukup, terima kasih sudah membawakan makanan ke kamar ini"
Willy pun merogoh kantong yang tergeletak di sampingnya dan mengeluarkan 1 koin uang emas. "Ini untuk kalian berempat"
Semua pelayan itu pun membungkukan badannya "terima kasih tuan muda anda sangat murah hati"
Mereka pun pergi setelah di berikan uang, Maria dan Willy pun makan dengan lahap karena sudah beberapa hari mereka berdua berlari dengan kecepatan tinggi dan sudah mencapai batasnya.
Dengan makan dan beristirahat maka energi mereka berangsur pulih, dan setelah makan karena tubuh mereka sangat kelelahan mereka pun tertidur pulas dalam satu tempat tidur.
Pagi harinya badan Willy dan Maria sudah kembali fit untuk melakukan perjalanan kembali dan sebelum mereka pergi mereka pun memesan 10 ayam bakar untuk mereka bawa dalam perjalanan supaya mereka tidak berburu binatang di perjalanan.
Setelah ayam bakar di bawa ke kamar Willy dan Maria memasukan ayam bakar itu kedalam sihir dimensi item Book untuk bekal di perjalanan.
Mereka pun sarapan pagi terlebih dahulu sebelum berangkat melanjutkan perjalanan, Willy dan Maria turun dari lantai atas dan mencari meja kosong untuk mereka sarapan.
Pelayan yang sudah tahu Willy dan Maria karena mereka sering memberikan uang tips langsung di layani dengan baik.
"Tuan muda dan Nina muda, apa anda mau sarapan, di restoran kami ada menu terbaik yang sangat enak untuk sarapan pagi tuan dan nona muda" ucap pelayan.
Maria tersenyum "berikan kamu sarapan pagi terbaik, dan minumannya kami minta susu saja" pinta Maria.
Maria dan Willy tidak suka meminum minuman keras, biasanya para tamu kaya selalu memesan arak terbaik di penginapan ini tetapi Willy dan Maria hanya meminta susu dan minuman sari buah.
"Baik nona muda akan saya segera bawakan" ucap pelayan yang kemudian dia pun perg.
Di pintu masuk penginapan ini terlihat ada seorang pemuda yang lumayan tampan dengan di kawal oleh 4 orang pengawal.
Pelayanan yang ada di sana pun segera menyambut lelaki tersebut dengan membungkukkan badannya dan menghormat.
"Selamat datang Tuan muda Vorn, apa anda ingin makan di tempat ini" ucap pelayan yang menyambutnya.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1