
Setelah arena pertandingan di perbaiki pertandingan pun di mulai lagi di pertandingan berikutnya adalah pertandingan antara Patrick melawan peserta dari kerajaan Scolopendera dan Patrick pun memenangkannya.
Karena Patrick didik sebagai prajurit latih infanteri yang harus bisa bertarung tanpa menggunakan senjata.
Setelah itu pertandingan ke 10 adalah Siren melawan perserta dari kerajaan Inggarsia dan Siren pun kalah menakipun pertarungan tersebut adalah pertarungan sesama wanita.
Tetapi Siren lemah kalau bertarung jarak dekat dan menakipun bertarung jarak jauh dengan menggunakan sihir Siren tetap tidak di untungkan Karen dia ketergantungan dengan tongkat sihir.
Sedangkan di pertandingan memperebutkan 20 besar ini dilarang menggunakan senjata sehingga Siren kalah dengan telak.
Setelah pertandingan pertandingan yang lainnya tiba saatnya pertandingan ke 20 yaitu antara Willy dan Billy.
Pembawa acara pun memanggil
"Kita panggil petarung yang berikutnya yaitu wow.... wow apakah ini tidak salah....
Apakah panitia tidak salah ... pertandingan kali ini mungkin akan menjadi pertandingan yang bersejarah.
Karena sekarang yang bertanding adalah Wildan putra Eldra atau nama aslinya adalah Willy Jovanka perwakilan dari kerajaan Lareagon.
Yang akan berhadapan dengan Billy Jovanka perwakilan dari kerajaan Jovalavia.
Para penonton perlu tahu bahwa Wily atau putra Eldra ini adalah adik dari Billy Jovanka keduanya anak dari Raja Hendrik Jovanka.
Tetapi mereka beda ibu, Willy Jovanka lahir dari Ratu cantik yang sekarang duduk di samping Maharaja Alfred Eldragon beliau adalah Ratu Elisia.
Sedangkan Billy Jovanka lahir dari Ratu Isabel anak dari Raja Adrian Plakona. Yang tentu saja kalian juga tahu
Di pertemuan kita sebelumnya bahwa Ratu Elisia dan Ratu Isabel memiliki konflik dan hubungan yang rumit.
Tetapi apakah adik dan kakak ini akan membalas perlakuan kasar terhadap ibu mereka masing-masing.
Kita tunggu pertandingan yang pastinya akan seru dan mendebarkan antara kakak beradik ini"
Willy dan Billy pun naik keatas arena pertandingan wasit pun tidak banyak bicara, wasit langsung memulai pertandingan.
"Kalian siap pertandingan di mulai"
Billy pun mulai Mempropokasi Willy
"Hai sampah, apakah kamu yakin sudah bertambah kuat"
Willy pun dengan santai menanggapi
"Apa maksud mu kak"
"Iya kamu itu sampah, hanya memiliki kekuatan maksimal dari bejana Ilahi yang level prajurit sudah berani mengikuti kompetisi ini.
Selain itu kamu meminta bantuan kepada kerajaan Lareagon untuk menjadi peserta turnamen"
Willy pun bertanya dengan polosnya
"Memangnya kenapa kalau aku menjadi perwakilan dari kerajaan Lareagon"
"Yah karena kamu ituh lemah dan ayah kita pasti tidak akan mengijinkan kamu untuk ikut berkompetisi mewakili kerajaan Jovalavia.
Sehingga kamu pergi ke kerajaan Lareagon dan meminta bantuan kak Clarisa untuk di ijinkan menjadi peserta.
Ingat kemenangan mu di babak penyisihan itu karena kamu sedang beruntung saja karena lawan kamu itu lemah.
Tetapi kamu melawan ku jangan harap aku akan membuat mu babak belur karena sekarang aku ada di peforma yang baik dan bahkan sihir dan kekuatan ku sudah di tahap maksimal bejana Ilahi yaitu berada di Level B2"
Kemudian Billy Mempropokasi dengan lebih keras.
"Lebih baik kamu menyerah dan mengaku kalah atau aku akan menghabisi mu, mengaku kalah lah dan berlutut di depan ku maka aku akan memaafkan mu"
Willy pun tersenyum kemudian dia membalas perkataan dari Billy.
"Kak kamu boleh percaya diri seperti itu, tetapi aku tidak akan menyerah apalagi harus berlutut di depan mu.
Justru aku ragu kalau kak Billy bisa bertahan melawan ku, Mungkin kak Billy ingin menyerah"
Billy pun menjadi marah dengan perkataan dari Willy, tetapi dia malah tertawa menahan amarahnya.
"Hahaha perkataan mu itu sangat menjengkelkan, tetapi yah kalau kamu ingin menyerah terlebih dahulu, karena kamu itu adik ku maka aku akan memberikan kesempatan
Lagi pula kamu hanyalah seorang sampah yang membuat malu kerajaan Jovalavia, jadi mengaku kalah bukan lah hal yang sulit bagi mu"
Willy pun tertawa setelah mendengar perkataan dari Billy.
"Hahaha...apa aku harus menyerah kalah, kalau kak Billy punya kemampuan untuk melawanku maka tunjukan lah jangan banyak bicara.
Karena tong kosong nyaring bunyinya, orang yang tidak memiliki kemampuan biasanya banyak bicara.
Billy pun menjadi marah dan mengeluarkan sihir elemen api.
__ADS_1
"Dasar sampah Murahan beraninya kamu berkata begitu kepada ku, kalau begitu aku akan menunjukkan kepada mu perbedaan antara sampah dan diri ku yang hebat"
Dengan mengeluarkan sihir elemen api Billy menyerang Willy.
"Jurus tinju tangan Api ..."
Wuss....
Brak....
Bruk....
Brak....
Bruk....
Billy menyerang Willy dengan membabi-buta tetapi Willy dapat menahan serangan tinju api dengan sangat mudah.
Brak....
Willy terkena satu pukul yang di lancarkan oleh Billy. Baju Willy pun sedikit terbakar api dari tangan tinju api milik Billy.
Billy sedikit tersenyum dan kembali Mempropokasi
"Asal kau mau berlutut dan memohon ampun pada ku, aku akan berbelas kasih dan memaafkan atas kata kata mu kepadaku"
Willy pun tersenyum sambil menyentuk hidungnya.
"Memangnya aku layak untuk meminta maaf kepada mu, jangan mimpi berlutut pun aku tidak akan melakukannya"
Billy pun kembali mengeluarkan jurus lainnya.
"Karena kamu begitu keras kepala, maka akan aku tunjukkan bagai mana rasanya Rasa sakit yang akan kamu derita"
Kemudian Billy berteriak.
"Jurus Elemen Api pukulan seribu tinju api ....."
Wuss....
Brak ....
Brak ....
Brak.....
Willy pun melompat mundur kebelakang untuk mengambil ancang ancang.
"Bukan kamu saja yang memiliki sihir elemen api aku juga bisa melakukannya"
Willy pun menggunakan jurus nya.
"Jurus kepalan tinju kepala Naga Api .."
Wuss....
Brak....
Brak....
Brak....
Jurus tinju seribu kepalan api dapat di tahan dengan jurus tinju kepala naga, Tetapi benturan dari serangan tersebut menimbulkan suara ledakan yang begitu besar.
Duwar....
Kepulan asap mengepul keatas dan arena pun terbakar akibat dari ke 2 serangan yang memiliki kekuatan yang besar dan sama sama dari elemen api.
Semua penonton pun harap harapan cemas tidak ada yang bisa menebak karena ke 2 anak yang bertarung di arena begitu hebat dan serangannya sangat mematikan.
Di arena Billy dan Willy pun kemudian masuk dalam kepalan asap tersebut mereka melakukan serangan fisik.
Saling serang di antara mereka membuat asap tersebut menghilang karena pertarungan begitu cepat.
Orang biasa tidak bisa melihat pertarungan yang sangat cepat itu, hanya orang orang tertentu yang bisa melihat pergerakan antara Willy dan Billy.
Billy pun hampir kehabisan tenaga karena staminanya terkuras terus, dan lebih banyak bergerak dan mengeluarkan Sihir.
Sedangkan stamina Willy masih Fit karena dia sudah terbiasa dengan pertarungan dan latihan ketika berada di kerajaan Lareagon.
Dan pertarungan terakhir Willy melawan monster Kraken lebih menguras stamina dan sihir sedangkan ketika melawan Billy sekarang itu belum seberapa.
Billy pun menghentikan serangannya dia membungkuk dengan tangan memegang lutut sambil Engos engosan.
"Hah....hah....hah...hah..."
__ADS_1
Willy di sana tersenyum dan berkata
"Kak sekalian saja kamu tekuk lutut mu itu dan tempelkan ke lantai arena bertandingan dan mengaku menyerahkan"
Kemudian Willy pun tertawa
"Hahahaha....."
Billy pun berdiri tegak kembali
"Kurang ajar kamu seharusnya kamu yang berlutut kepadaku dan menyerah"
Willy menyentuh hidungnya sendiri dengan jari jempolnya dan berkata.
"Kak Billy seperti kakek kakek yang sudah sangat Tua baru bergerak begini saja sudah Engos engosan.
Kalau di banding dengan kakek Alfred dan kakek Freevik, stamina kak Billy lebih parah seperti orang yang sudah akan mati"
Willy pun tertawa
"Hahahaha...."
Billy pun marah besar
"Kurang ajar kamu telah mendoakan aku mati dasar sampah tidak berguna"
Willy tersenyum
"Dari tadi kak Billy terus menyerang ku sampai hampir kehabisan stamina kaya begitu, dan sebenarnya siapa yang sampah tidak berguna aku atau kak Billy sendiri.
Kalau kak Billy tidak Cepat menyerang ku lagi biar aku yang akan menyerang mu bagai mana"
Billy pun tertawa
"Hahaha....silakan saja kalau kamu sanggup aku akan segera mengalahkan mu dengan mudah"
Willy pun memasang kuda-kuda kemudian berkata kepada Billy.
"Kak apa kamu percaya ada orang yang bisa menguasai banyak elemen sihir"
Billy pun menjawab dengan ketus
"Orang yang bisa menguasai banyak elemen sihir hanyalah seorang monster"
Willy pun tersenyum
"Ya aku lah monster itu yang akan mengalahkan mu dengan sekali serang"
Willy pun menggunakan sihir elemen angin dan mengeluarkan jurus Pisau angin.
"Jurus Pisau angin.... Tornado Angin Ribut terhempas lah...."
Wuss....
Wuss....
Willy pun berteriak
"Terima lah serangan terakhi ku... Pecundang"
Billy pun tercabik cabik jurus pisau angin dan terbawa terbang oleh pusaran angin.
Billy berteriak didalam pusaran angin
"Aku tidak rela di kalahkan oleh seorang sampah seperti diri mu...a....a..."
Ketika Billy ingin menghindar dia tidak bisa menghindarinya karena jurus elemen angin milik Willy menyapu semua arena pertandingan sehingga Billy tidak dapat mengelak.
Willy pun terjatuh keluar arena pertandingan dengan baju yang sudah tercabik cabik dan dia pun dalam keadaan pingsan.
Wasit pun mengumumkan pemenang dari pertandingan tersebut.
"Pemenang dari pertandingan ini adalah putra Eldra...."
Semua orang bersorak karena dari pertama babak penyisihan dan melawan Vico Willy sudah menjadi idola dan banyak pendukungnya.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.