
Orang orang terpana melihat sosok dewasa dari Willy yang sedang memegang pedang besar tersebut.
Petir pun berhenti menyambar dan kemudian pedang besar itu menyusut menjadi pedang ukuran normal.
Sosok Wildan yang memegang pedang itu dengan balutan Jirah petir kuning yang menyala nyala.
Raja Freevik Reagon memberanikan diri untuk bertanya.
"Sebenarnya siapa anda ini Pahlawan, kami ingin mengetahuinya"
Kemudian Wildan pun menjawabnya
"Saya adalah Wildan Putra Eldragon anak dari Edward Eldragon"
Setelah Wildan berbicara seperti itu, Jirah petir yang dia pakai pun berlahan memudar dan Wildan pun kembali kewujud kecilnya yaitu Willy.
Willy pun jatuh dan pingsan semua orang bergesas menghampiri Willy dengan naik ke monumen batu tersebut.
Dan Willy pun dibawa kedalam istana kerajaan Dwarf karena pingsan. Di dalam pingsannya dia bermimpi lagi bertemu dengan kekasihnya yang berasal dari dunia lain yaitu Elvina.
"Wildan sayang Aku ada di sini sayang"
"Elvina kamu dimana"
"Tolong aku sayang...."
"Elvina...dimana kamu..."
"Cepat sayang aku sudah tidak kuat tolong aku..."
Willy pun bangun sambil berteriak
"Elvina....."
Raja Freevik Reagon, Ferik Reagon dan Clarisa kaget karena Willy bangunan dengan berteriak menyebut nama Elvina.
Willy melihat sekelilingnya, kemudian dia bertanya kepada Clarisa.
"Di mana sekarang Willy kak"
Clarisa tersenyum
"Kamu ada di istana kerajaan Dwarf Lareagon"
Kemudian Clarisa memperkenalkan orang orang yang berada di sana.
"Ini adalah Raja Kerajaan Dwarf bernama kakek Freevik Reagon, dan ini Adik sepupu kakak pewaris tahta kerajaan Lareagon kamu juga sudah ketemu dengan dia kak"
Willy mengangguk
"Iya kak, kakak itu seorang pahlawan yang pernah menilai bejana Ilahi aku 3 tahun yang lalu dan yang bertarung dengan ku kemarin"
Clarisa mengelus rambutnya Willy
"Iya nama dia adalah Ferik Reagon dan itu Rena Reagon adik dari Ferik Reagon"
Rena adalah anak yang pemalu dia diperkenalkan oleh Clarisa kepada Willy tetapi dia malah sembunyi di balik tubuh kakaknya Ferik Reagon.
Clarisa pun memperkenalkan lagi orang orang yang ada disana dari jendral perang, Black Smith terhebat sampai para pelayan di ruangan tersebut.
Kemudian Clarisa bertanya kepada Willy
__ADS_1
"Kenapa kamu bisa berada di Kerajaan ini"
Willy mengangguk kepalanya kemudian menceritakan kejadian awal mula dia bisa ke kerajaan Lareagon
"Sebenarnya Willy ikut dengan ibunda pergi ke istana untuk mengobati Ayah handa Raja yang sedang sakit akibat terluka saat perang"
Clarisa langsung shock mendengar Ayah nya terluka,
"Apa ayah Handa Raja baik baik saja"
Willy mengangguk
"Ayah Handa Raja baik baik saja dan sekarang sudah sembuh di obati oleh ibunda"
Clarisa senang dia pun tersenyum, kemudian dia bertanya lagi.
"Terus kenapa kamu bisa kesini"
"Willy setelah menyembuhkan ayahanda pergi ke kota untuk belanja dan ibunda pulang duluan ke menara pengawas di tengah hutan.
Kemudian bertemu dengan teman temannya kak Billy dan Willy pun dikejar oleh mereka karena dulu Willy pernah mengalahkan salah satu dari mereka.
Kemudian Willy tidak sengaja masuk ke taman Labirin yang ada di depan gerbang istana kerajaan Jovalavia, dan sebelumnya Willy mendapatkan surat dari kak Heri Jovanka.
Dan isi dari surat tersebut adalah adanya portal teleportasi ke kerajaan Lareagon ini dan Willy pun mencobanya dengan kunci yaitu belati pemberian dari kak Heri Jovanka"
Kemudian setelah masuk, kerajaan ini Willy di tuduh penyusup oleh anak anak Dwarf dan bertarung dengan mereka hingga akhirnya Willy melawan kak Ferik Reagon"
Ferik Reagon pun ingin bertanya kepada Willy tetapi keburu Raja Freevik Reagon berbicara.
Sudah tanya tanya nya, nak Willy mungkin sudah lapar ayo kita makan dulu dan kita lanjutkan nengobrolnya sambil makan.
"Kenapa kamu bisa sehebat itu, kak Heri Jovanka pernah bilang ke kak Ferik, Willy Sekarang sudah hebat karena ada yang membimbing di dalam mimpi apa itu benar, tapi tidak mungkin Willy sehebat itu kalau Willy tidak memiliki guru.
Soalnya Willy bisa mengimbangi jurus beladiri pedang tingkat tinggi bahkan Willy bisa menggunakanya dengan sempurna, jujur lah siapa guru Willy"
Willy melihat semua, dan semua mengangguk kepada Willy itu adalah isyarat untuk Willy berkata jujur.
Willy pun menceritakan kejadian itu dengan singkat
"Willy pernah terjatuh dari tebing dan diselamatkan oleh kakek tua kakek itu yang mengajarkan Willy sihir dan beladiri pedang tingkat tinggi"
Raja Freevik Reagon penasaran dia pun ikut bertanya.
"Siapa nama orang itu nak"
Willy pun menjawabnya
"Dia Willy panggil dengan sebutan kakek Fahetar, dan Maria menyebutkan kakek Fahetar dengan nama penyihir agung Volyaw Fahetar"
Mereka semua tersentak kaget, kemudian raja Freevik Reagon berbicara.
"Apa pahlawan legendaris, Volyaw Fahetar menjadi Guru Willy, sungguh sangat beruntung, dia sahabat baik dari pahlawan Jirah hitam Legia Lareagon kakek ku sendiri bahkan dia satu party dengannya dan kabar lain mereka sudah mencapai keabadian tingkat Dewa, tidak herang kalau Penyihir Agung Volyaw Fahetar masih hidup hingga sekarang.
Tetapi saya tidak tahu kabar kakek kusendiri dan temanya pahlawan Dumpi Sunne sekarang apa masih hidup atau sudah meninggal dan kalau masih hidup seperti penyihir agung Volyaw Fahetar entah dimana sekarang kakek ku itu berada"
Kemudian Clarisa bertanya kepada Willy
"Bukanya waktu penilaian Bejana Ilahi Willy berlevel D awal kenapa level D Awal bisa sehebat itu bahkan bisa melawan Ferik Reagon"
Ferik Reagon pun mengangguk dan berbicara
__ADS_1
"Benak kak Ferik melihat dengan mata kepala sendiri bejana Ilahi kamu berada di level D Awal kenapa bisa"
Willy tersenyum sambil salah tingkah
"Willy di bantu oleh kakek Fahetar, ternyata bejana Ilahi punya Willy terbalik dan level D Awal itu hanya penampangnya saja sedangkan bejana Ilahi Willy yang sebenarnya ada di Level S dan sekarang energi dari Willy yang memenuhi bejana Ilahi baru berlevel B2"
Mereka pun menganga seakan tidak percaya apa yang Willy katakan.
Ferik Reagon pun menggelengkan kepalanya.
"Tidak disangka kamu baru berumur 8 tahun sudah mencapai level B2 Kaka saja berumur 15 tahun itu juga harus bekerja keras latihan sepanjang hari"
Banyak pertanyaan yang mereka lontarkan kepada Willy dan Willy pun menjawabnya dengan sedikit candaan walaupun itu memang kenyataannya.
Dan pertanyaan terakhir dilontarkan oleh Raja Freevik Reagon kepada Willy.
"Kenapa kamu bisa mencabut pedang Dewa Naga agung milik Edward El Dra dan kamu berubah menjadi sosok dewasa yang bernama Wildan"
Willy tadinya tidak mau menceritakan tentang dirinya tetap dia mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari Raja Freevik Reagon.
"Wildan adalah orang yang membimbing Willy di dalam mimpi, mungkin jiwa dia bersemayam di tubuh Willy ini"
Willy beralasan begitu supaya mereka percaya kepadanya dan merahasiakan identitas Willy yang sebenarnya bahwa Willy adalah Wildan itu sendiri yang berengkarnasi menjadi Willy.
Mereka pun percaya begitu saja tanpa bertanya lagi kepada Willy tetapi Willy memohon kepada mereka.
"Willy punya satu permintaan kepada semua orang yang ada di sini dan bahkan semua orang yang ada di kerajaan Lareagon ini, tidak boleh membocorkan dan membicarakan Willy bisa mencabut pedang Dewa Naga agung, dan rahasiakan kekuatan Willy ini.
Biarkan Willy dianggap pangeran sampah seperti dahulu karena masih ada yang harus Willy tuju, dan kata ayah Handa Raja Hendrik Jovanka akan diadakan pertandingan antar kerajaan se Benua bagian Utara.
Willy ingin mengikuti kompetisi itu, tetapi mewakili kerajaan Lareagon ini apa boleh atau tidak"
Raja Freevik merasa senang
"Hahaha.... Justru saya sangat senang nak Willy mau menjadi bagian dari kerajaan Lareagon ini, karena penduduk negara ini sudah berjanji siapapun yang bisa mencabut pedang Dewa Naga agung maka kami akan menjadikan dia pemimpin kami dan kami semua akan mengabdi kepadanya"
Semua orang mengangguk, kemudian Ferik Reagon berkata.
"Apa kamu mau menjadi pewaris tahta kerajaan Lareagon ini, kak Ferik dengan senang hati memberikannya kepada kamu"
Willy menggeleng gelengkan kepalanya
"Tidak perlu kak Willy tidak mau menjadi Raja, Willy sudah senang kalau kak Ferik bisa membantu Willy"
Raja Freevik Reagon pun menjanjikan sesuatu
"Apapun yang nak Willy perintahkan dan apapun yang nak Willy inginkan bahkan nyawa kami siap kami berikan untuk nak Willy, dan mulai sekarang panggil saja saya kakek Freevik karena nak Willy sudah menjadi bagian dari kerajaan Lareagon ini. Bahkan nak Willy sudah kami anggap sebagai pahlawan dan tuan kami semua"
***
Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
__ADS_1