
Hektor sudah menyiapkan semuanya, dia kemudian mengambil centong air untuk mengisi satu persatu botol tersebut dengan ramuan potion.
Hektor sudah melakukannya dengan menggunakan centong air tersebut, dan sudah mengisi 10 botol, sedangkan botol botol tersebut ada ratusan buah.
Willy pun menegur Hektor "Tuan Hektor, pekerjaan ini akan lama selesai, kamu bisa melakukannya semalaman penuh"
Hektor pun menengok kepada Willy "master memang, begini cara yang aku lakukan untuk mengisi ramuan ini, tidak ada cara lain lagi yang lebih cepat"
"Sudah kami siapkan saja botol kosongnya, biar aku bantu supaya lebih cepat" ucap Willy.
Hektor pun mengangguk dan segera menyiapkan botol kosong, kemudian Willy mendekati kuali yang sudah dingin karena apinya sudah padam.
Willy menggunakan sihir elemen air dan menggerakan ramuan tersebut supaya melayang dan masuk kedalam botol potion.
Dengan sekejap semua botol potion itu terisi ramuan yang di buat oleh Hektor dan langsung di tutup dengan menggunakan sihir elemen angin.
Hektor membelalakan matanya mulutnya menganga melihat Willy menggunakan sihir elemen air dan sihir elemen angin.
"Siapa master ini sebenarnya, dan aku baru melihat orang memiliki elemen sihir lebih dari satu" tanya Hektor heran.
"Aku hanya anak biasa yang belajar dari penyihir agung Volyaw Fahetar" ucap ringan Willy
Hektor tidak percaya dia pun menggelengkan kepalanya "Tidak...tidak...aku tidak percaya master berguru kepada penyihir agung Volyaw Fahetar, beliau sudah lama meninggal dunia dan tidak mungkin mengangkat murid"
Maria pun ikut menimpali ucapan Willy "Kalau kamu tidak percaya kepada Willy ya sudah, anggap kami berdua sedang berbohong kepada mu, dan bukan hanya Willy saja yang memiliki lebih dari satu elemen sihir, aku juga menguasai 3 elemen sihir"
Hektor kemudian melirik ke arah Maria lalu melirik ke arah Willy, dia tidak percaya bahwa kedua orang bocah memiliki kekuatan di atasnya.
Hektor berusia 40 tahunan tetapi masih tersendat di kesatria sihir tingkat 2 dan selama ini tidak ada kemajuan yang berarti, bahkan sihir item Book yang dia miliki sangat sedikit.
Berarti dia orang yang tidak berbakat, tetapi masih berusaha untuk menjadi kuat dan kemajuannya sangatlah lambat.
Tetapi untuk ukuran manusia biasa sekelas petualang dan penyihir kota kecil level kesatria sihir tingkat 2 itu sudah yang paling hebat.
Tetapi ketika Hektor melihat kekuatan Willy dan pengakuan Maria yang menguasai 3 elemen sihir, Hektor merasa paling lemah di antara mereka.
"Benarkah Nona muda memiliki 3 elemen sihir, nona muda memiliki elemen sihir apa saja" tanya Hektor.
__ADS_1
Maria pun menengadahkan kedua tangannya tangan kanan mengeluarkan sihir elemen api dan tangan kiri mengeluarkan sihir elemen angin.
"Lihatlah kedua elemen sihir yang berbeda di kedua telapak tangan ku, apa kamu percaya" ucap maria.
Hektor pun menggosok matanya dia tidak percaya bahwa Maria mengeluarkan sihir elemen api di tangan kanannya dan sihir elemen angin di tangan kirinya.
Kemudian Maria pun menyatukan kedua elemen sihir tersebut "dan ini adalah elemen sihir ketiga ku, sihir yang paling spesial yaitu sihir elemen petir"
Sihir elemen api dan sihir elemen angin di satukan dan membentuk sihir baru yaitu sihir elemen petir yang membuat Hektor semakin tercengang.
Kemudian Willy pun bertanya "Apa sihir yang kamu miliki tuan Hektor"
Hektor pun menundukkan kepalanya "Aku memiliki sihir elemen terlemah di antara sihir elemen lainnya, aku memiliki sihir yang tidak berguna yaitu sihir elemen tanah"
Willy pun mendekati Hektor dan mengusap punggungnya "Elemen tanah bukan lah elemen terlemah, justru elemen terkuat dari semua elemen dan kamu sangat beruntung"
"Beruntung apanya, aku hanya bisa menjadi petani dengan sihir elemen tanah dan hanya bisa membuat ramuan kualitas rendah yang kamu sebutkan" keluh Hektor.
"Jangan sedih, nanti akan aku ajari supaya bisa memanfaatkan sihir elemen tanah dengan optimal" ucap Willy.
"Baiklah aku mengerti, tapi ngomong ngomong apa yang akan anda ajarkan terlebih dahulu kepada ku" tanya Hektor semangat.
" Aku akan mengajari mu cara membuat Ramuan herbal tingkat menengah, kamu segera siapkan bahan bahannya" perintah Willy.
Kemudian dia pun mengambil semua bahan herbal untuk membuat health potion dan menyimpannya di meja dekat Willy.
"Ini master bahannya sudah aku sediakan" ucap Hektor.
Kemudian Willy pun memberikan perintah. "Masukan air kedalam alat penyulingan itu dan nyalakan api kecil di bawahnya.
Hektor langsung tercengang "Apa harus pake air penyulingan, biasanya aku langsung memasukan air begitu saja kedalam kuali kemudian satu persatu aku masukan bahan ramuan herbal tersebut kedalam kuali dan di panaskan dengan api dari 3 ember menjadi 2 ember potion jadi"
Hektor menjelaskan cara dia membuat ramuan potion yang selama ini dia lakukan, Willy pun menggelengkan kepalanya "pantas saja potion mu memiliki kualitas yang buruk"
Hektor pun menundukkan kepalanya karena potion miliknya dibilang buruk oleh Willy, tetapi dia tidak marah karena selama ini dia hanya mengikuti arahan dari gurunya dulu.
"Ayo nunggu apa lagi bikin penyulingan air, aku butuh air murni untuk membuat potion ini" Willy berucap dengan nada tinggi.
__ADS_1
Hektor pun langsung beranjak dia membawa air dan memasukannya ke dalam alat penyulingan air yang ada di sana. Kemudian Hektor pun menyalakan api kecil di bawahnya dan tidak menjelaskan lama air didalam alat penyulingan mendidih.
Uap air yang keluar kemudian menetes dan di tampung dengan alat khusus, tetesan itu semakin lama semakin banyak.
Willy menyiapkan wadah untuk menampung obat herbal "Lihatlah proses yang akan aku lakukan, sekali lihat kamu harus sudah hapal urutan yang harus di lakukan"
Hektor pun menganggukan kepalanya "siap master "
Kemudian Willy pun mulai membuat ramuan herbal "pertama Cacah kecil Rumput Herbal ini, kemudian masukkan kedalam wadah, setelah itu potong tipis akar herbal ini, kemudian iris tipis daun herbal ini, terus geprek biji herbal ini dan semua masukan kedalam wadah aduk hingga rata"
Willy pun mamasukan semua bahan kedalam wadah setelah itu dia aduk sampai rata sampai semua tercampur rata dan mengeluarkan lendir berwarna biru pekat, semua bahan itu pun menjadi hancur dan berubah menjadi bubur.
Willy mengaduk bahan obat itu dengan tangan dia meremas dan membalikan ramuan tersebut sehingga tangan Willy penuh dengan lendir berwarna biru.
"Setelah semua tercampur baru masukan air hasil sulingan kedalamnya, ingat aturannya yaitu 1 banding 10" ucap Willy.
Kemudian dia menimbang bahan obat tersebut dan sudah di ketahui berapa berat total dari bahan obat tersebut. Setelah itu Willy mengambil 10 kali lipat air hasil sulingan dari berat bahan obat tersebut.
"Setelah air di masukan aduk hingga rata setelah itu biarkan 2 sampai 3 jam supaya air menyatu dengan getah obat dan ampas turun kebawah" ucap Willy.
Willy pun menutup rapat wadah yang sudah terisi obat herbal yang dia buat. Dan menunggu 2 sampai 3 jam.
"Dari sana apakah kamu mengerti, dan jangan bertanya dulu kalau sudah melihat hasilnya baru kamu boleh bertanya" ucap Willy.
Hektor pun mangut manggut, dan dia memiliki akal supaya tidak lupa dia mengambil kertas dan pulpen kemudian dia menuliskan tahap tahap pembuatannya dari awal sampai akhir.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1