
Semua balik kanan karena pertandingan akan segera di mulai, aba aba diberikan oleh Clarisa.
"Baik lah para prajurit semua dengarkan baik baik. Pertandingan di mulai"
Brak ...
Brak...
Wuss...
Wuss...
Mereka lari dengan tergesa-gesa tanpa memikirkan teman yang lainnya. Sekitar 4.000 prajurit latih berlari seperti di perlombaan Maraton tujuh belasan.
Tetapi Prajurit Willy masih berdiri tidak ada satu pun yang berlari, setelah lapangan itu sepi dan prajurit lain meninggalkan lapangan itu barulah salah satu kapten memberi komando.
"Pasukan Buat 2 Banjar masing masing dalam berlari. Untuk seluruhnya sikap lari Maju"
Brak...
Semua prajurit memengang depan sabuk mereka dan melangkahkan kakinya bersama sama sambil berteriak
"Siap"
Kemudian sang kapten memberi komando.
"Lari maju ...jalan"
Brak....brak...brak....
Semua prajurit secara rapih berlari dengan membentuk 2 Banjar, mereka berlari kecil bersama sama.
Mereka pun berlari sambil bernyanyi.
"Lari....lari....
Setiap....Pagi....
Badan....sehat....Berenergi
Satu bakul....
Dua dua bakul....
Badan....sehat....penuh Gizi"
Raja Gibran disana tertawa terpingkal-pingkal melihat pasukan Willy berlari kecil sambil melantunkan nyanyian yang berulang ulang.
"Hahaha....baru pertama kali seumur hidupku melihat pasukan sekocak ini.
Mereka bahkan tidak memakai Armor pelindung dan senjata yang mereka bawa hanya sebuah belati yang disimpan di pinggang mereka.
Apakah mereka masuk kualifikasi sebagai prajurit kerajaan Lareagon bahkan mereka seperti kumpulan anak anak Play Grup yang belajarnya hanya bermain dan bernyanyi"
Bukan hanya Raja Gibran yang tertawa tetapi yang lain nya pun ikut menertawakan pasukan Willy.
Disana Jendaral tertinggi yang memimpin 5.000 pasukan inti berbicara.
__ADS_1
"Hanya sekumpulan Pecundang yang bahkan apabila menghadapi perang sesungguhnya mereka akan lari terbirit-birit"
Willy hanya cengengesan dan garuk-garuk kepala seperti menandakan dia adalah orang yang bodoh, Karana pasukan yang dia latih di hina dan di bully oleh semua orang.
Raja Freevik Reagon pun memanggil tunggangannya berupa Gripon dia bersama jenderalnya berangkat terlebih dahulu ke gunung tempat mereka Finis.
Clarisa bersama Raja Gibran menaiki Wyvern, Willy dan Maria menaiki Falion dan raja Ferik Reagon menaiki si bulu emas.
*
Prajurit yang sedang berlari semua memasuki hutan, pasukan Raja Ferik Reagon kesusahan melewati hutan tersebut karena armor, tameng dan pedang yang mereka bawa terasa berat dan terbebani.
Pasukan Maria mereka sangat lancar melewati hutan karena mereka dilatih oleh assassin yang hebat jadi berlari di dalam hutan ada apa apanya.
Pasukan Raja Ferik Reagon tertinggal jauh oleh pasukan Maria, dan pasukan Raja Ferik Reagon juga di susul oleh pasukanya Willy.
Pasukan Willy sudah terbiasa berlari di hutan karena memang latihannya didalam hutan mereka pun berlari sambil berbaris rapih dan menyanyi bersama sama.
"Mendaki gunung lewati lebah
Bersama teman berpetualang"
Mereka Melawati pasukan Raja Ferik Reagon yang tercerai berai, berlari dengan semangat dengan diiringi nyanyian penyemangat.
Setelah melewati hutan pasukan Maria atau kita sebut pasukan Tombak Naga, terhalang oleh sungai besar mereka kebingungan untuk mewati sungai tersebut dan mencari cara untuk melewatinya.
Kemudian pasukan Willy yang sekarang kita sebut Pasukan Raja Naga, datang mereka tanpa ragu langsung memasuki sungai.
Mereka tidak berenang tetapi mereka saling berpegangan seperti membentuk sebuah jembatan, mereka sudah terbiasa dengan sungai ini
Karana setiap kali habis latihan mereka selalu berenang di sungai besar ini bahkan mereka suka lomba renang dari tepian satu ke tepian lainnya.
Pasukan tombak naga meniru cara yang dipakai oleh pasukan raja naga mereka pun berhasil melewati sungai tersebut.
Dan pasukan Raja Ferik Reagon atau kita sebut pasukan Perisai Naga mereka memilih jalan memutar lewat jembatan karena tidak mungkin mereka berenang dengan Armor dan tameng yang berat dan kalaupun di paksakan mereka akan tenggelam dan terbawa arus sungai.
Rintangan selanjutnya adalah mendaki bukit rintangan ini adalah rintangan yang paling berat sebelum mencapai gunung tempat Finis.
Pasukan Raja naga memilih beristirahat terlebih dahulu dan melanjutkan setelah mereka makan.
Pasukan tombak naga yang baru datang mereka melihat pasukan raja naga yang sedang istirahat mereka pun ikut beristirahat sebentar.
Mereka hanya memakan roti dan minum lalu kemudian lanjut mendaki ke atas tebing.
Pasukan Raja naga masih berada di tempat, mereka pun mengeluarkan alat panjat tebing yang sudah mereka buat berupa besi Cakar supaya mudah dan cepat memanjat.
Di pendakian ini prajurit tombak naga tersusul oleh prajurit Raja naga dan salah satu kapten dari Prajurit Tombak Naga ada yang terjatuh kemudian di tangkap oleh salah satu prajurit Raja Naga.
Kemudian kapten dari Prajurit Raja Naga berkata kepada kapten tombak naga.
"Gunakan akal mu itu, pasukan mu rata rata membawa senjata berupa tombak, tusukan tombak itu Kedinding batu dan membentuk tangga untuk kalian naik keatas"
Ide dari kapten Raja Naga dipikirkan oleh kapten Tombak Naga.
"Iya betul juga saran mu, terima kasih sudah memberikan kami pencerahan"
"Iya sama sama aku pergi duluan ya"
__ADS_1
Kapten raja naga memanjat terlebih dahulu dan semuanya sampai dengan selamat.
Masih didinding tebing kapten dari tombak naga memerintahkan semua anahk buahnya untuk membentuk tangga dengan menancapkan tombak mereka di dinding.
"Perhatian kita buat tangga tancapkan tombak kalian Kedinding membentuk tangga, Prajurit yang ada di bawah bertugas mencabut tombak sambil naik ke atas dan tombak yang di bawah di estafet untuk membentuk tangga berikutnya"
Mereka pun dengan susah payah dapat memanjat tebing tersebut dengan selamat, sedangkan pasukan Perisai Naga mereka memilih jalan memutar yang lebih jauh karena mereka tidak mungkin bisa memanjat tebing tersebut dengan armor yang mereka pakai.
Pasukan Raja Naga sudah sampai ke Finis dengan semangat dan nyanyian khas mereka.
Raja Gibran bertepuk tangan 👏👏👏
"Hahaha.... ternyata Pasukan mu tiba terlebih dahulu di bandingkan pasukan yang lain. Karena Paman sudah berjanji apabila salah satu pertandingan pasukan mu bisa memenangkannya maka aku akan menepati janji itu"
Willy tersenyum bahagia, kemudian Willy mendatangi pasukanya.
"Kalian Hebat bisa sampai duluan di tempat ini, kalian boleh istirahat dan makan, bersantai lah waktu pertandingan selanjutnya masih lama"
Mereka pun menjawab
"Siap komandan"
Willy pun pergi lagi menghampiri panitia penyelenggara yaitu Raja Freevik Reagon, Clarisa dan Jendral besar kerajaan Lareagon.
Setelah beberapa jam menunggu, pasukan Tombak Naga pun akhirnya datang, mereka kemudian menghampiri pasukan Raja Naga.
Setelah itu mereka pun berbaris dan membungkukan badan bersama sama ke pasukan Raja naga, salah satu kapten pasukan tombak naga mengucapkan upacan terima kasih.
"Terima kasih telah menyelamatkan saya dan Terima kasih juga karena kalian sudah memberikan pencerahan untuk bisa menaiki tebing itu, tanpa arahan Kalian mungkin kami sudah celaka"
Melihat pemandangan yang tidak biasa Maria pun berterima kasih kepada Willy.
"Pasukan mu sudah menyelamatkan pasukan ku, terima kasih atas semuanya"
Willy pun tersenyum
"Ah itu sudahlah, pasukan ku dilatih untuk tidak meninggalkan anggotanya dan menyelamatkan orang yang harus di selamatkan"
Mereka pun akhirnya memuji Willy. Dan Raja Gibran pun menyesal sudah membully pasukanya Willy, tetapi Jendral besar kerajaan Lareagon tetap dalam keadaan angkuh dia berkata.
"Mereka hanya beruntung karena memakai pakaian yang fleksibel, tetapi dalam pertandingan berikutnya tidak akan mungkin menang"
Willy tersenyum dan berkata.
"Kita lihat saja nanti"
Sore pun menjelang malam pasukan Perisai Naga baru saja sampai ke tempat Finis.
Raja Freevik Reagon berbicara kepada semua prajurit.
"Karena semua sudah datang maka pertandingan selanjutnya akan di adakan besok pagi kalian sekarang beristirahat lah"
Willy disana mengeluarkan bendera dan tongkat sepanjang 150 cm dan memasang bendera di tongkat tersebut. Kemudian Willy mengibas ngibaskan bendera itu tanda untuk para prajuritnya untuk beristirahat dan tidur.
Prajurit yang tadinya berisik setelah ada isyarat dari Willy tiba tiba hening dan mereka pun berdiri kemudian pergi masuk ke hutan dan menghilang.
***
__ADS_1
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.