
Agustin mengeluarkan jurus terkuatnya.
"Jurus seribu tebasan Pedang Pembelah langit......"
Wuss....
Dengan ilmu pedang dan kekuatan sihir yang di salurkan ke pedang membuat pedang nampak begitu banyak.
Energi sihir yang keluar dan memadat seperti pedang yang melayang di sekitar Agustin.
Kemudian terbang melayang menuju ke arah Willy, kemudian Willy pun dengan sigap mengeluarkan sihir elemen Es dan berubahnya menjadi perisai pelindung.
"Jurus elemen Es... Barier dinding Kristal Es..."
Krekak....
Wuss....
Brak...
Duwar....
Duwar....
Jurus seribu tebasan pedang milik Agustin di tahan oleh barier dinding Kristal Es milik Willy sehingga terjadi ledakan besar.
Asap mengepul keatas, dan pecahan dari es milik Willy membuat sekitar arena menjadi dingin dan sebagian es tersebut mencari akibat pengaruh dari sihir milik Agustin.
Serangan milik Agustin itu adalah serangan sihir yang paling kuat milik dia, tetapi dapat di tahan dengan mudah oleh pelindung Willy.
Agustin bergumam kesal
"Kenapa bisa jadi seperti ini. Aku kira setidaknya satu serangan pedang bisa melukainya, aku bahkan tidak bisa menggores sehelai rambutnya pun"
Disana Willy tersenyum dan berkata kepada Agustin.
"Kamu mulai membuat ku kecewa, kamu masih harus berlatih 10 tahun lagi untuk dapat melawan ku"
Agustin pun menggertakkan gigi
"Jangan sombong kamu hanyalah seorang sampah yang tidak berguna mana mungkin aku kalah dari mu"
Willy mengelus hidungnya
"Siapa yang sampah di sini bahkan serangan mu saja tidak dapat melukai ku dan aku pun belum melancarkan serangan kepada mu"
Agustin pun menantang Willy
"Ayo sekarang serang lah aku, aku pun akan bisa menahan serangan mu dengan mudah"
Setelah berbicara seperti itu Agustin langsung memasang Barier Pelindung untuk menahan serangan dari Willy.
Willy tersenyum
"Baiklah aku tidak akan berbelas kasih lagi akan aku hancurkan kamu sekarang juga"
Kemudian Willy pun mengeluarkan jurus sihirnya.
"Aku pun bisa membuat pedangku banyak seperti jurus mu itu dan rasakan lah serangan ku ini.
Jurus Duri Pedang Es... serangan..."
Es yang dari awal di keluarkan oleh Willy yang menjadi pertahanan dari serangan jurus seribu tebasan pedang milik Agustin, terbentuk kembali dan membentuk pedang yang mengarah ke atas dan kemudian terbang kearah Agustin.
Wuss....
__ADS_1
Duwar....
Duwa....
Duwar....
Crack....
Crack....
Beberapa duri pedang milik Willy membentur dinding barier pelindung milik Agustin dan pedang es itu meledak tetapi Agustin tidak sadar.
Barier Pelindung yang dia buat berbentuk kubah yang lumayan besar sehingga dia tidak tahu bahwa pecahan es milik Willy yang dari awal berada di dalam barier pelindung Agustin.
Sehingga Agustin terkena serangan dari duri pedang milik Willy yang berada di dalam barier Pelindung Agustin.
Agustin pun terkena sayatan sayatan jurus duri pedang milik Willy sehingga bukan hanya bajunya yang menjadi robek tetapi banyak luka sayatan di badan dan di wajah Agustin.
Barier Pelindung Agustin pun hancur setelah itu Willy tidak menunggu waktu lama dia langsung menghempaskan Agustin ke luar arena.
"Jurus hempasan Badai Es..."
Wuss....
Sret....
Brak....
Setelah terseret dan terhempas oleh jurus badai es milik Willy dia pun jatuh tersungkur di luar arena. Wasit pun langsung memberi keputusan kemenangan
"Pertandingan ke 3 memperebutkan 5 besar di menangkan oleh Wildan putra Eldra perwakilan dari kerajaan Lareagon"
Semua orang bersorak dan bertepuk tangan kecuali Maharani Roselia yang geram atas kekalahan Agustin.
Di tempat VIP Inggarsia Maharani Roselia memanggil kembali orang kepercayaan nya, dengan menggerakkan jari tengahnya ke belakang.
"Hamba di sini Maharani"
Kemudian Maharani Roselia pun sedikit berbisik.
"Aku ingin ke 2 orang peserta turnamen yang mewakili kerajaan Lareagon dihabisi pas nanti masuk ke babak final.
Aku sudah di konfirmasi oleh panitia ke 5 peserta turnamen akan langsung diarahkan ke final tetapi tidak bertanding.
Mereka harus mengumpulkan banyak inti monster yang ada di kota ini dan kesempatan untuk mu dan anak buah mu untuk membunuh kedua orang tersebut"
Orang kepercayaan diri Maharani Roselia pun sedikit mengingatkan.
"Maaf Maharani bukan saya berlaku lancang tetapi apa Maharani tahu bahwa orang yang bernama Wildan putra Eldra itu adalah anak dari Raja Hendrik Jovanka dari kerajaan Jovalavia dan cucu dari Maharaja Alfred Eldragon"
Maharani Roselia pun bersi keras
"Aku tidak peduli karena aku sudah menyatakan perang kepada kerajaan Lareagon dan meskipun kerajaan Jovalavia dan kerajaan Eldragon membantu aku tidak akan gentar.
Sebelum kalian membunuh mereka berdua kalian segera kabarkan persiapan untuk berperang kepada seluruh pasukan yang ada di kerajaan kita.
Aku akan mencari pendukung ke kerajaan Dewagon yang menjadi musuh kerajaan Eldragon dan meminta kerjasama dengan kerajaan Nebulosus Baru.
Karena kerajaan tersebut diam diam menginginkan kehancuran kerajaan Jovalavia dan banyak kerajaan dan negara lain yang menginginkan 3 kerajaan itu hancur"
Orang itu pun mengangguk.
"Baiklah kalau itu yang Maharani inginkan akan saya kerjakan dengan sebaik baiknya"
Maharani Roselia pun melambaikan tangannya tanda orang tersebut harus pergi dari sini.
__ADS_1
"Bagus kerjakanlah dan pergilah dari sini"
Orang itu pun pergi dari tempat tersebut kemudian Maharani Roselia pun tersenyum kepada yang lainnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Pertandingan ke 4 pun dilanjutkan antara shandya perwakilan dari klan Black Kobra melawan Mubong perwakilan dari klan Falcon.
Kedua peserta turnamen ini adalah sama sama dari federasi bebas dan konon klan Falcon dan klan black cobra selalu berselisih paham.
Mereka sering berperang satu dengan yang lainnya dan sekarang peserta turnamen ini adalah musuh bebuyutan.
Pembawa acara pun memanggil peserta turnamen yang akan bertanding selanjutnya.
"Ya mungkin ini adalah pertandingan terakhir memperebutkan 5 besar karena pertandingan ke 5 tidak di adakan karena salah seorang dari peserta terluka cukup parah sehingga tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Kita panggil peserta turnamen yang akan bertanding di pertandingan ke 4 ini dia adalah Shandya perwakilan dari klan Black Cobra yang akan bertanding melawan Mubong perwakilan dari klan Falcon"
Semua orang bersorak dan bertepuk tangan apalagi semua murid dari klan masing-masing mereka sangat heboh mendukung jenius mereka masing-masing.
Shandya dan Mubong pun naik ke atas arena dengan membawa senjata andalan masing-masing.
Mubong dengan membawa 2 pedang dan shandya dengan menggunakan senjata Tombak.
Mereka bertemu di pertandingan dan tidak banyak berbicara karena mereka sudah dididik kalau bertemu dengan musuh bebuyutan langsung habisi saja.
Tidak ada yang saling Mempropokasi karena mereka di sini adalah untuk menunjukkan kekuatan tempur dari klannya masing-masing.
Wasit pun langsung membuka pertandingan.
"Apa kalian siap untuk bertanding"
Mereka berdua pun mengangguk tanpa banyak bicara.
"Kalau kalian sudah siap makan pertandingan di mulai"
Wasit pun langsung turun dari atas arena pertandingan setelah memulai pertandingan.
Mubong tanpa basa-basi langsung mengeluarkan senjata dan menyalurkan energi kepedang milik nya.
Sehingga aura memancar dari tubuh dan pedang Mubong membentuk hologram Elang sihir yang berwarna kuning.
Shandya pun sama dia menyalurkan energi ke tombak miliknya dan membentuk hologram Ular kobra besar yang melingkar dan leher yang berdiri tegak siap menyerang.
Mubong langsung mengayunkan pedangnya yang di lapisi energi sihir.
"Tebasan Sayap Garuda...."
Wuss....
Shandya pun memutarkan tombak kemudian dia ayunkan.
"Cengkraman lilitan ular kobra..."
Wuss....
Brak....
Mereka berdua beradu sihir serangan yang berbentuk Hologram binatang.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.